Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PUBLIC RELATIONS TERHADAP PENGELOLAAN CAFÉ INKLUSIF Maudy Rizkiana Poedjadi; Herlina Agustin; Hanny Hafiar
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 7, No 3 (2022): Edisi Juli
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v7i3.25713

Abstract

Peran hubungan masyarakat terhadap pengelolaan dan pengembangan café inklusi menjadi sangat krusial. Melalui konsep postur strategis dan analisis SWOT, public relations dapat menentukan langkah-langkah dan strategi yang akan digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif; paradigma intepretatif; dan menggunakan metode fenomenologi dengan menganggap pengalaman seseorang sebagai konsep. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa dalam pengelolaan Café inklusi memiliki kekuatan pada hubungan manajemen dan karyawan yang kuat; menu dan interaksi karyawan tuli dan konsumen tanpa hambatan; Tema café yang menarik minat konsumen, kelemahan café inklusi ada pada tidak adanya mentor bisnis;  keterlibatan JBI yang rendah; dan media promosi yang masih belum optimal, peluang café inklusi ada pada strategi ESG dan investor serta ancaman yang diraskan adalah mulai munculnya pesaing di sekitar café inklusi. Penelitian ini menemukan, café inklusi memerlukan dukungan dari pemerintah dan investor (dalam segi finansial), expertise di bidang bisnis (untuk menjadi mentor dalam mengembagkan bisnis), dan keterlibatan JBI (sebagai jembatan antara orang dengar dan tuli dalam event) sehingga tujuan dari café inklusi dapat tercapai. Kata Kunci: Café Inklusi, Tuli, Public Relations, SWOT, Postur strategi
Diferensiasi Public Speaking Online di Era Digitalisasi Pasca Pandemi Covid -19: Studi Kasus Mengenai Diferensiasi Public Speaking Online Di Era Digitalisasi Pasca Pandemi Covid-19 pada Kalangan Dosen di Kota Bandung Rizki Surya Tawaqal; Maudy Rizkiana Poedjadi; Amy Elva Silviany
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v3i3.2730

Abstract

The digitalization era post-Covid-19 pandemic has brought significant changes in various aspects of life, including Public Speaking techniques. This study aims to explore the differences in Public Speaking techniques before and after the pandemic and how adaptation to digital platforms affects communication effectiveness. Before the pandemic, Public Speaking was often conducted face-to-face, focusing on body language, eye contact, and voice intonation to capture the audience's attention. However, the pandemic forced many Public Speaking activities to shift to digital platforms. This shift requires speakers to master technology, understand the dynamics of virtual interaction, and adapt their presentation techniques to remain interactive. This study uses qualitative methods by collecting data through in-depth interviews with Public Speaking practitioners and related literature analysis. The findings show that successful speakers in this digital era are those who can effectively utilize technology, use attractive visual aids, and develop adaptive communication skills. Additionally, factors such as time management, maintaining audience engagement through interactive features, and understanding digital communication ethics are key to success. The conclusion of this study emphasizes the importance of continuous training and adaptation for public speakers to remain relevant and effective in the digitalization era. Furthermore, there is a need for developing curricula and training programs that support the mastery of new techniques in Public Speaking. Thus, this change not only presents challenges but also opportunities to enhance the overall quality of public communication