p-Index From 2021 - 2026
5.576
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Kebutuhan Kualifikasi Jurnalis Pemula pada Industri Media Massa di Indonesia Agustin, Herlina; Karlinah, Siti; Abdullah, Aceng; Supriadi, Dandi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.268 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6039

Abstract

Ini adalah artikel ilmiah yang membahas kualitas dan sistem seleksi jurnalis pemula di media massa Indonesia saat ini. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak jurnalis muda yang melakukan pelanggaran etika maupun teknis ketika sedang meliput. Penelitian yang mendasari artikel ini dilakukan terhadap beberapa media massa cetak, elektronik, dan online di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang melibatkan observasi serta wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pendidikan ilmu jurnalistik secara umum tidak menjadi pritoritas utama dalam perekrutan jurnalis di media massa yang menjadi objek penelitian kali ini. Hal ini disebabkan media massa tidak merasa bahwa pendidikan jurnalistik dapat menjamin kualitas jurnalis. Hampir di semua media massa, skill jurnalistik yang sesuai dengan karakter media masing-masing dirasakan dapat dilatih secara internal. Kualifikasi yang paling utama adalah adanya passion, loyalty, dan determination dari para kandidiat untuk menjadi jurnalis. Hal-hal itu dinilai dapat diperoleh dari latar belakang pendidikan apapun. Namun demikian semua media sepakat, pendidikan jurnalistik harus menjadi standar bagi kompetensi jurnalis. Maka berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pendidikan jurnalistik mengembangkan kurikulumnya sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan media massa akan jurnalis yang berkualitas, terutama dalam hal praktis.
INTERNET DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL (Studi Pemanfaatan Web Blog dalam Pelestarian Budaya Sunda oleh Pengelola Sundanesecorner.org) GUMILAR, GUMGUM; AGUSTIN, HERLINA
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku B - Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.945 KB)

Abstract

Pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. We Are Social mencatat pengguna internet di Indonesia sampai awal tahun 2016 mencapai 88,1 juta dimana sekitar 3 juta diantaranya adalah pengguna blog (blogger). Saat ini blog tidak hanya digunakan untuk aktivitas pribadi, tetapi juga digunakan untuk pendidikan dan pengembangan budaya lokal, salah satunya adalah Blog sundanesecorner.org. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemanfaatan Web Blog sebagai media baru dalam pelestarian budaya sunda oleh Blog Sundanesecorner.org. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengelola sundanesecorner.com, penelusuran isi halaman web sundanesecorner.org dan studi literatur. Hasil penelitian ini memerlihatkan sundanesecorner.org dibuat dan dikembangkan oleh seorang kolumnis dan editor yang memiliki ketertarikan pada bahasa, literatur dan budaya sunda bernama Hawe Setiawan. Pengelola menyajikan halaman web dengan menggunakan bahasa inggris dengan tujuan agar tema kebudayaan Sunda menjangkau pembaca yang lebih luas daripada kalangan penutur bahasa Sunda sendiri. Informasi disajikan berdasarkan rubrik/kategori, serta umpan balik lebih banyak dilakukan oleh pembaca dari luar negeri. Kata Kunci : blog, sundanesecorner.com, sunda, budaya, hawe setiawan
PENGABAIAN ISU KESEHATAN JIWA DALAM PEMBERITAAN KASUS-KASUS NABI BARU DI INDONESIA - Studi Kasus Intrinsik Pemberitaan Nabi Baru di Media Massa Dalam Jaringan Di Indonesia AGUSTIN, HERLINA; HIDAYAT, DADANG RAHMAT
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.808 KB)

Abstract

Bagi masyarakat Indonesia, agama merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada 6 agama resmi yang diakui pemerintah Indonesia, yaitu Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghucu. Dalam Islam, Muhammad adalah nabi terakhir sehingga jika ada yang mengaku nabi baru tentu dianggap sebagai fenomena yang tidak biasa yang menarik perhatian umat Islam dan juga media massa. Karena beririsan dengan agama, media massa cenderung memberitakannya hanya dari pendekatan agama saja, padahal ada aspek lain yang bisa dilihat dari kasus ini. Riset ini menggunakan pendekatan studi kasus intrinsik dari Stakes untuk mengetahui bagaimana pemberitaan nabi baru di media massa dalam jaringan dari sudut penggunaan Bahasa dan perspektif media. Data dikumpulkan dari 10 media massa sejak 2013 hingga 2016. Berita dipilih dari media massa yang paling banyak dilihat pada isu tersebut. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan pendekatan nilai berita, elemen jurnalisme dan kesehatan jiwa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa media massa hanya memiliki sedikit perspektif saja, yaitu agama dan kriminal. Padahal sudut pandang kesehatan jiwa menjadi salah satu hal penting yang seharusnya digali lebih dalam oleh media massa. Pemberitaan yang berperspektif agama dan kriminal dapat menggiring khalayak untuk merundung sang nabi yang pada akhirnya dapat menimbulkan depresi lebih lanjut. Media massa disarankan untuk lebih bijak mencari perspektif dan tidak hanya mencari sensasi untuk kepentingan bisnis.
POTENSI JURNALIS DI DAERAH PERBATASAN : STUDI MENGENAI POTENSI JURNALIS MEDIA LOKAL DI NUSA TENGGARA TIMUR Gumilar, Gumgum; Agustin, Herlina; Agustin, Herlina
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.214 KB)

Abstract

Perkembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari peran media lokal dalam menyampaikan informasi, hal ini menyebabkan kebutuhan jurnalis media lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi menjadi semakin besar. Persaingan media di daerah perbatasan bukan hanya antara media lokal, tetapi juga bersaing dengan media di negara yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kualifikasi jurnalis media lokal di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang yang wilayah kerjanya mencakup wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan Informan penelitian Wakil Ketua KPID, Pemimpin Redaksi Media Cetak, Wartawan TVRI, dan Pengelola Media Online di Kupang. Hasil Penelitian memperlihatkan jurnalis di Kota Kupang masih sedikit yang telah lulus uji kompetensi wartawan baik cetak maupun elektronik. Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang, pemenuhan kebutuhan wartawan yang sesuai dengan pendidikannya sulit, dan minat untuk menjadi wartawan masih rendah. Berbagai kendala dihadapi media lokal untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi wartawannya. Media lokal di Kupang melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualifikasi serta kompetesi wartawannya antara lain mengirimkan wartawan untuk mengikuti uji kompetensi, mengikutsertakan wartawan dalam pelatihan di luar daerah, menyelenggarakan pelatihan internal serta menyediakan unsurunsur pendukung kerja wartawan. Kata Kunci: Jurnalis, kompetensi, kupang, media lokal, nusa tenggara timur, Perbatasan
POTENSI JURNALIS DI DAERAH PERBATASAN : STUDI MENGENAI POTENSI JURNALIS MEDIA LOKAL DI NUSA TENGGARA TIMUR Gumilar, Gumgum; Agustin, Herlina; Agustin, Herlina
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.214 KB)

Abstract

Perkembangan daerah perbatasan tidak terlepas dari peran media lokal dalam menyampaikan informasi, hal ini menyebabkan kebutuhan jurnalis media lokal yang memiliki kualifikasi serta kompetensi menjadi semakin besar. Persaingan media di daerah perbatasan bukan hanya antara media lokal, tetapi juga bersaing dengan media di negara yang berbatasan dengan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kualifikasi jurnalis media lokal di Nusa Tenggara Timur khususnya kota Kupang yang wilayah kerjanya mencakup wilayah perbatasan dengan Timor Leste. Metode yang digunakan adalah Metode Deskriptif dengan Informan penelitian Wakil Ketua KPID, Pemimpin Redaksi Media Cetak, Wartawan TVRI, dan Pengelola Media Online di Kupang. Hasil Penelitian memperlihatkan jurnalis di Kota Kupang masih sedikit yang telah lulus uji kompetensi wartawan baik cetak maupun elektronik. Sumber daya manusia yang tersedia masih kurang, pemenuhan kebutuhan wartawan yang sesuai dengan pendidikannya sulit, dan minat untuk menjadi wartawan masih rendah. Berbagai kendala dihadapi media lokal untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi wartawannya. Media lokal di Kupang melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualifikasi serta kompetesi wartawannya antara lain mengirimkan wartawan untuk mengikuti uji kompetensi, mengikutsertakan wartawan dalam pelatihan di luar daerah, menyelenggarakan pelatihan internal serta menyediakan unsurunsur pendukung kerja wartawan. Kata Kunci: Jurnalis, kompetensi, kupang, media lokal, nusa tenggara timur, Perbatasan
Identifying the victims of workplace cyberbullying among lecturers mirawati, ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Studi Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.665 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1535

Abstract

Cyberbullying exists not only among kids and teenagers but also adults. It takes place in many work sectors, including education. This research qualitatively investigated the victims of cyberbullying among lecturers. Thirty lecturers in West Java and Banten, fifteen males and fifteen females, were in-depth interviewed in this phenomenological research. Interviews were conducted by using a semi-structured guide. The results revealed that the victims were the “minority” of their group. They are unmarried young lecturers, lecturers with “negative” physical condition, lecturers with unique or silly habits, male lecturers who feel “scared” of their wives, the “ignored” lecturers, and young lecturers with unproductive working behaviour.
Identifying the victims of workplace cyberbullying among lecturers mirawati, ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1535

Abstract

Cyberbullying exists not only among kids and teenagers but also adults. It takes place in many work sectors, including education. This research qualitatively investigated the victims of cyberbullying among lecturers. Thirty lecturers in West Java and Banten, fifteen males and fifteen females, were in-depth interviewed in this phenomenological research. Interviews were conducted by using a semi-structured guide. The results revealed that the victims were the “minority” of their group. They are unmarried young lecturers, lecturers with “negative” physical condition, lecturers with unique or silly habits, male lecturers who feel “scared” of their wives, the “ignored” lecturers, and young lecturers with unproductive working behaviour.
The Management of Negotiation Process on the Animal Welfare Dispute in the Bandung Zoo Herlina Agustin; Rinda Aunillah Sirait; Dandi Supriadi
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 3, No 2 (2018): December 2018 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.359 KB) | DOI: 10.25008/jkiski.v3i2.222

Abstract

Management of conflict and negotiation played an important role in solving a dispute. Both actions were not simple tasks in resolving conflicts since different points of view usually involve. This was what happened in the dispute of animal welfare issue between Bandung Zoo and Scorpion Wildlife Foundation. The dispute that became the focus of this article related to the accusation raised by the Scorpion Wildlife Foundation towards the Bandung Zoo in terms of animal welfare abandonment. The conflict between the two organizations has increased because the zoo did not accept the allegations and intended to bring the foundation to a legal court for the reason of defamation. This article looked at the use of the management of conflict and the negotiation to resolve this conflict by the Agency of Natural Resources of West Java as facilitator. The study used constructive case study method to chronologically construct the conflict and the use of negotiation. The results showed that the facilitator dominated the negotiation process, while the conflicting parties have not had any agreement to resolve the problem. The condition had a potential to be invalid any time if the dispute was not completely resolved.
Mengembangkan instrumen pengukuran kekerasan komunikasi pada kelompok WhatsApp di lingkungan kerja dosen Ira Mirawati; Asep Suryana; Herlina Agustin; Mien Hidayat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.382 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23357

Abstract

Berkembang pesatnya media sosial telah memberikan ruang bagi para penggunanya untuk melakukan sekaligus mendapatkan kekerasan komunikasi. Kekerasan komunikasi melalui media sosial dapat terjadi pada berbagai kalangan, termasuk di lingkungan kerja dosen. Perilaku ini terjadi baik disengaja ataupun tidak, serta hadir dalam beragam bentuk bukan semata-mata pesan yang berisi caci maki, kebencian, atau perendahan. Pengalaman kekerasan komunikasi di tempat kerja, baik sebagai pengirim maupun penerima, dapat memiliki konsekuensi bagi emosi dan perilaku kerja seseorang. Berkaitan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah instrumen pengukuran kekerasan komunikasi yang dialami dosen termasuk emosi yang dirasakan dan perilaku kerja yang dapat dipengaruhinya. Pengembangan instrumen dilakukan dengan mengelaborasi komponen-komponen kekerasan komunikasi, emosi, dan perilaku kerja dengan Affective Events Theory. Pengujian instrumen dilakukan terhadap sampel penelitian yang diambil dengan menggunakan teknik stratified random sampling terhadap dosen perguruan tinggi di kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 dimensi yang terdiri dari 22 pertanyaan pada variabel kekerasan komunikasi, 2 dimensi yang terdiri dari 14 pertanyaan pada variabel emosi, dan 8 dimensi yang terdiri dari 25 pertanyaan pada variabel perilaku kerja dosen yang valid untuk diukur. Simpulannya adalah bahwa instrument yang dikembangkan pada penelitian ini dapat digunakan dalam penelitian yang mengukur pengaruh kekerasan komunikasi di lingkungan kerja dosen. Penelitian dengan instrumen ini disarankan menggunakan structural equation modelling dengan confirmatory factor analysis.
Pencarian informasi melalui televisi dan film oleh tunarungu di Sumedang Azmah Tafwidli Rahmi; Santi Susanti; Herlina Agustin
ProTVF Vol 5, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i1.30283

Abstract

Setiap warga negara berhak mendapatkan informasi dan akses informasi termasuk disabilitas tunarungu, sebagaimana dijamin pasal 18 F UUD 1945, yang menyatakan bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi. Informasi dapat diperoleh dari beragam sumber, termasuk televisi dan film. Bagi disabilitas tunarungu, keterbatasan yang mereka miliki berpengaruh terhadap akses informasi di televisi dan film. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan motif yang mendorong anggota Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sumedang membutuhkan informasi dari televisi dan film, serta upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumen yang relevan dengan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan informasi melalui televisi dan film pada disabilitas tunarungu di Gerkatin Sumedang digerakkan oleh motivasi internal dan eksternal berdasarkan sepuluh faktor kebutuhan berbeda pada setiap individu, antara lain kebutuhan akan hiburan, informasi dan pekerjaan. Film komedi dan aksi lebih mudah dipahami informasinya, karena penyampaiannya lebih menarik dan tidak berbelit. Pemenuhan kebutuhan informasi melalui film dilakukan dengan menonton di bioskop dan Youtube. Informasi di televisi dan film masih sulit diakses, karena kurangnya ketersediaan juru Bahasa isyarat serta teks di dalam setiap tayangan televisi dan film di bioskop. Oleh karena itu, teman tuli di Gerkatin Kabupaten Sumedang berharap adanya teks film dan Juru Bahasa Isyarat dalam setiap tayangan film, agar film Indonesia menjadi ramah bagi disabilitas turarungu.
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Achmad Abdul Basith Achmad Abdul Basith Adinda, Nur Adiputra, Andika Vinianto Afrina Nabila Azhari Al-Faqih, M. Zen Aldehead Marinda Merfonsina Uparatu Ammar Rezqianto Andelin, Lizikri Damar Tanjung Novela Artikha Ruth Sinaga Asep Suryana Asep Suryana Atef Fahrudin Azmah Tafwidli Rahmi Dadang Rahmat Hidayat Dandi Supriadi Dhini Ardianti Djoko Santoso Abi Suroso Elsa Amalia Risky Erika Revida Eshauqi Fitrayatra Fitriani, Alfina Ghaitsa Al-Zahira Zulvita Gumgum Gumilar Hafid Hafinudin Hanny Hafiar Harun Rosit Hendra Dermawan Siregar Hendra Hermawan Henny Sri Mulyani Rohayati Hijriah, Moch. Rizqi Husaini, Azis Ika Merdekawati Kusmayadi Ira Mirawati Iriana Bakti Jenny Ratna Suminar Karimah Nasr, Nailah kusumawardani, lita heni Lenny Sutedja Lestari, Gita Ayu Lisawati, Lisawati Maimon Herawati Maudy Rizkiana Poedjadi Mega Fatimah Rosana Mien Hidayat Mien Hidayat Muhammad Rizki Ridani Muhammad Zen Al-Faqih Muji Rahayu Mulyaningrat, Wahyudi Muntoro Muntoro Nabilah, Huria Husna Ninis Agustini Damayani Novyandra Ilham Bahtera NQ Ratna Suminar Sari Nugroho Dwi Hananto, Nugroho Dwi Nunik Maharani Hartoyo Nuryah Asri Sjafirah Pandu Rudy Widyatama Panjibrata Burhan Permana Ari Soejarwo Pramudita, Imelia Rizky Prihatin, Anna Aisyah Rahman, Azizul Ramadhan, Indah Rayhani, Fahira Salima Reiza D. Dienaputra Retasari Dewi Retasari Dewi, Retasari Rinda Aunillah Sirait Sabatini, Sabila Samson CMS Santi Susanti Savitna Savitna Setyowati, Raden Roro Nanik Siti Karlinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Susanne Dida Suwandi Sumartias Talita Aqila Shafidhya Tari Apriyani Tika Mutia Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Winarni Winarni Wiraswari, Luh Muni Wulansari, Resti Wulansari, Resty Yasmina Shofa Az Zahra Yulianto, Alfian Prasetya Yustikasari Zahra, Yasmina Shofa Az Zein Mufarrih Muktaf, Zein Mufarrih