Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pertumbuhan Bibit Alpukat Pada Berbagai Lama Perendaman Dan Jenis Zat Pengatur Tumbuh nur laila ramadhani; Rahman Syafar; jamila messa
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mempelajari pertumbuhan bibit alpukat pada berbagai lama perendaman dan jenis zat pengatur tumbuh. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah lama perendaman (L) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: lama perendaman 1 menit, lama perendaman 3 menit, lama perendaman 6 menit. Faktor kedua adalah jenis ZPT yang (Z) terdiri dari 3 taraf yaitu: Air kelapa muda, Bonggol pisang, Bawang merah. Hasil penelitian menunjukan lama perendaman 6 menit memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit alpukat yaitu presentasi tumbuh, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun umur, jumlah cabang, dan Volume akar. Sedangkan ZPT bawang merah memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit alpukat yaitu presentasi tumbuh, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah cabang, volume akar. Dan tidak terdapat interaksi antara lama perendaman dan jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan bibit tanaman alpukat.
PEMANFAATAN Trichorderma asperellum SEBAGAI PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI (PGPF) PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Ahmad Ali; Rahman Syafar; Suriani; Hishar Mirsam
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.281

Abstract

ABSTRAK AHMAD ALI 20011014032. Pemanfaatan Trichoderma asperillum Sebagai Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Dibimbing oleh: A. ABD. RAHMAN SYAFAR dan SURYANI. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebih pada budidaya jagung di Indonesia berpotensi merusak lingkungan, sehingga diperlukan agen hayati seperti Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) Trichoderma asperellum untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi T. asperellum strain CHM01, CHM02, HMRP7A, HMRP9A, dan HMRP10 sebagai pemacu pertumbuhan jagung varietas Anoman serta kemampuannya menekan penyakit hawar daun. Penelitian dilakukan di rumah kaca BPSIP-TS Maros Sulawesi Selatan pada Juli-Desember 2023 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (5 strain T. asperellum, kontrol fungisida Nordox, dan kontrol aquades) yang diulang 4 kali, dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan ?=0,05. Hasil menunjukkan aplikasi T. asperellum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh (tertinggi 94,4% pada strain CHM02), pH tanah (tertinggi 6,153 pada HMRP10), suhu tanah (tertinggi 31,511°C pada HMRP10), dan intensitas serangan hawar (terendah 33,36% pada Nordox, 36-44% pada strain T. asperellum, vs 60,56% kontrol). Parameter vegetatif seperti tinggi tanaman (tertinggi 129,70 cm pada CHM02), diameter batang, dan ukuran daun cenderung lebih baik meski tidak nyata. Disimpulkan T. asperellum efektif sebagai PGPF untuk memacu pertumbuhan awal dan mengendalikan hawar daun jagung, direkomendasikan uji lapangan lanjutan. Kata kunci: Trichoderma asperellum, PGPF, jagung Anoman, hawar daun, pertumbuhan tanaman.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) PADA BERBAGAI SISTEM TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK A. Agung Nugraha; Rahman Syafar; Herman Nursaman
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem tanam dan dosis pupuk NPK mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). Studi ini dilakukan dari Juli hingga Oktober 2025 di sawah petani di Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Eksperimen faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor digunakan. RAK terdiri dari sistem tanam (tandur tegel, jajar legowo 2:1, dan jajar legowo 4:1), serta dosis pupuk NPK (150, 300, dan 450 gram per petak, masing-masing). Ada 27 unit percobaan karena tiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK berdampak nyata pada tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, dan jumlah malai per rumpun, serta bobot gabah per hektar. Di sisi lain, sistem tanam berdampak nyata pada jumlah anakan produktif, tinggi tanaman, bobot gabah per petak, dan bobot gabah per tanaman. Tidak semua parameter yang diamati benar-benar dipengaruhi oleh interaksi antara sistem tanam dan dosis pupuk NPK.Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi di lahan sawah, sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan dosis pupuk NPK 300-450 g/petak dianggap sebagai kombinasi perlakuan terbaik.