Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Media Pembelajaran e-Learning Berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VII Rina Sardiana Sari; I Gede Purwana Edi Saputra; Muhammad Iqbal Saman
SAINTIFIK Vol 8 No 1 (2022): Saintifik: Jurnal matematika, sains, dan pembelajarannya.
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v8i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (2) mendeskripsikan gambaran hasil post-test siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (3) menentukan ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara skor rata-rata hasil pre-test siswa kelas eksperimen dengan skor rata-rata hasil pre-test siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (4) menentukan bahwa skor rata-rata hasil post-test siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan skor rata-rata hasil post-test kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, serta (5) menentukan bahwa skor rata-rata gain (peningkatan) hasil belajar IPA siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dbandingkan dengan skor rata-rata gain (peningkatan) hasil belajar IPA siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen kuasi. Subjek uji coba dalam penelitian ini meliputi peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Kendari. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas pembelajaran dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gambaran hasil pre-test siswa kelas eksperimen pada materi pokok suhu dan perubahannya yaitu diperoleh skor maksimum 43, skor minimum 14, skor rata-rata 24,7 dan standar deviasi 6,89, sedangkan pada kelas kontrol yaitu diperoleh skor maksimum 40, skor minimum 17, skor rata-rata 27,64 dan standar deviasi 6,15, (2) gambaran hasil post-test siswa kelas eksperimen pada materi pokok suhu dan perubahannya yaitu diperoleh skor maksimum 86, skor minimum 51, skor rata-rata 62,86 dan standar deviasi 7,18, sedangkan pada kelas kontrol yaitu diperoleh skor maksimum 63, skor minimum 40, skor rata-rata 50,29 dan standar deviasi 5,89, (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor rata-rata hasil pre-test siswa kelas eksperimen dengan skor rata-rata hasil pre-test siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (4) skor rata-rata hasil post-test siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada skor rata-rata hasil post-test siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahannya, (5) skor rata-rata gain (peningkatan) hasil belajar IPA siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan daripada skor rata-rata gain (peningkatan) hasil belajar IPA siswa kelas kontrol pada materi pokok suhu dan perubahnnya, yang ditunjukkan oleh skor rata-rata gain kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu sebesar 0,5 dan 0,31.
Guided Inquiry-Based Basic Chemistry Practicum Guidelines and Its Impact on Students' Science Process Skills and Critical Thinking Skills Ayu Rahayu; Rina Sardiana Sari
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpki.v7i1.46212

Abstract

Science process and critical thinking skills must be possessed by students as prospective professional teachers. Quality practicum activities with quality teaching materials can improve science process skills and low critical thinking. The practicum guide only asks students to carry out practical activities according to existing procedures, so students cannot build their skills. This study aims to develop an inquiry-based practicum guide that meets the valid, practical, and effective criteria for science process skills and critical thinking. This research is development research based on the Hannafin & Peck model with three stages, namely needs assessment, design, development, and implementation, piloted on a small scale, namely 20 students in basic chemistry courses. The results showed (1) Valid with a value of 3.5. Practical with a score of 3.81 on lecturer activities and 3.3 on student activities. Effective with 90.5% getting a positive response. (2) Science process skills are very good, with a score of 88.54%, and critical thinking skills with the results of hypothesis testing Sig (0.001) > 0.05, while the gain score test is 0.45 in the medium category. This guided inquiry-based practicum guide can be used because students design, formulate hypotheses, and conclude independently to improve their science process and critical thinking skills.
Pelatihan Penggunaan Sistem Pencatatan Kesehatan Ternak Digital di Desa Ranoteta Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka: Training on the Use of the Digital Livestock Health Recording System in Ranoteta Village, Watubangga District, Kolaka Regency Ningsi, Nurfitria; Rina Sardiana Sari; Rasmiati Rasyid; Mutmainnah Muchtar; Muh. Nurtanzis Sutoyo; Yuwanda Purnamasari Pasrun; Noorhasanah Zainuddin
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.91

Abstract

Sektor peternakan rakyat di Indonesia, khususnya di Desa Ranoteta saat ini menghadapi tantangan dalam manajemen kesehatan ternak karena minimnya pencatatan sistematis dan keterbatasan akses terhadap teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih peternak serta aparat desa dalam penggunaan sistem pencatatan kesehatan ternak digital berbasis spreadsheet (Google Sheets). Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (80%) belum pernah menggunakan spreadsheet sebelumnya, namun 100% menyatakan antusiasme untuk belajar dan merasa terbantu dengan kemudahan akses serta sistematika pencatatan digital ini. Kendala awal seperti keterbatasan perangkat dan koneksi internet diidentifikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi informasi sederhana dapat meningkatkan kapasitas manajemen kesehatan ternak di tingkat pedesaan. Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal menuju digitalisasi peternakan rakyat yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas, dan ketahanan pangan