Sulpa Indra Mahruni
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Praktik Merarik Bagi Masyarakat Sasak di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Abbas Sofwan Matlail Fajar; Sulpa Indra Mahruni
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v5i2.3666

Abstract

Merarik atau kawin culik pada masyarakat Sasak dimaknai dengan sebuah tindakan seorang pemuda diharuskan menculik terlebih dahulu perempuan yang akan dinikahinya tesebut pada saat malam tiba dengan tanpa memberi tahu orang tua perempuan , merarik ini merupakan permulaan dari sebuah perkawinan dengan menggunakan adat Sasak. Begitu banyak pendapat dalam memaknai kawin culik, dalam hal ini ada yang memaknai dengan sebuah proses melarikan wanita (calon istri) dilakukan dengan kesepakatan kedua pasangan (sama-sama mau), ada yang mengatakan sebagai tindakan menculik wanita dengan cara paksa. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali dan menganalisis informasi mengenai tradisi merarik. Adapun Jenis penelitiannya mengunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah kawin culik pada masyarakat Sasak dimaknai sebagai melarikan gadis yang sebelumnya telah melakukan kesepakatan terlebh dahulu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tradisi merarik sudah melekat pada masyarakat lombok karena sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada larangan dalam islam mengenai praktik merarik, karena sudah memenuhi kriteria syarat-syarat yang bisa dikatakan sebagai suatu kebiasaan yang baik. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilakukan yaitu: midang, merarik, besebok, selabar atau mesejati, sorong serang, dan nyongkolan.
Eksplorasi Praktik Kawin Culik “Merarik” di Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur Sulpa Indra Mahruni; Abbas Sofwan Matlail Fajar
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v5i2.3666

Abstract

Purpose – This study aims to describe and analyze the intriguing practices conducted by the Sasak community in the Wanasaba District of East Lombok Regency. Methods – This study adopts a case studies with qualitative approach, utilizing data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Findings – The findings reveal the presence of diverse intriguing practices that constitute an integral aspect of Sasak people's life. These practices encompass elements of local culture, indigenous wisdom, and social interactions within the community. Moreover, the study identifies the repercussions of these practices on the cultural and environmental sustainability of the region. Research implications – The findings of this research offer valuable insights into understanding and appreciating the traditional practices of the Sasak people. They also serve as a foundation for developing policies that promote cultural and environmental sustainability in Wanasaba Sub-district. Top of Form Originality/value – Through these findings, valuable insights emerge, fostering a deeper understanding and appreciation of Sasak traditions. Moreover, they serve as a pivotal foundation for crafting policies aimed at nurturing cultural preservation and fostering environmental stewardship within the Wanasaba Sub-district and beyond.