Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mobilitas Sosial pada Usia Produktif Masyarakat Pesisir di Desa Bagan Percut: Social Mobility at the Productive Age of Coastal Communities in Bagan Percut Village Diva Aulia Nathasya; Eka Fitria Saragih; Hasanatun Laili; Keyla Harista Nasution; Khairiyah Dwie Vanesa; Medina Elly Vanda; Mega Rahmadani Siregar; Nurfaizah Hasibuan; Raisa Shabrina Batu Bara; Rizqa Auliyah Shifah Sagala; Delfriana Ayu A
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3700

Abstract

Mobilitas sosial dapat berlangsung di semua masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi terbuka, termasuk masyarakat nelayan yang memiliki tingkatan sosial yang berbeda-beda sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana proses pergerakan sosial yang terjadi pada masyarakat nelayan, terutama pada usia produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi angket atau kuesioner dan wawancara serta pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan di Desa Bagan Percut berusia di atas 30 tahun, dengan presentase mencapai 77%, dan memiliki rata-rata 2-3 anak yang menjadi tanggungan sebanyak 63%. Tingkat pendidikan rata-rata nelayan di sana adalah SMP sebanyak 16%. Sebanyak 83% nelayan memiliki rumah yang dimilikinya sendiri. Sementara itu, sebanyak 53% nelayan memiliki penghasilan maksimal kurang dari Rp. 2.000.000. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan dalam pergerakan sosial yang dialami oleh masyarakat pesisir Desa Bagan Percut, karena pendapatan dari pekerjaan sebelumnya dan menjadi nelayan tidak berbeda jauh meskipun sudah melakukan peralihan profesi. Nelayan buruh, yang bekerja sebagai nelayan tetapi tidak memiliki perahu atau alat tangkap ikan sendiri, hanya bekerja untuk menangkap ikan bersama dengan nelayan lain dalam satu kapal dan mendapatkan upah datu penghasilan dibagi rata kepada pekerja lain dari penjualan hasil tangkap saat melaut. Aset seperti perahu untuk nelayan buruh tidak dimiliki karena ada beberapa nelayan penggarap atau buruh nelayan.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Sekolah SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Slamet Dea Ananda Br.SK; Keyla Harista Nasution; Muthia Afrah Goslan Siregar; Nur Asiyah Siregar; Nurfaizah Hasibuan; Raisa Shabrina Batu Bara; Sandiyatun Daulay; Nisrina Nisrina
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i1.661

Abstract

PHBS (clean and healthy living behavior) is a movement that aims to improve the quality of life and public health. PHBS can be applied in households, schools, workplaces, and the general public. This research is a research analysis of clean and healthy living behavior (PHBS) of students in the Muhammadiyah 61 Tanjung Slamet Junior High School environment. This study aims to find out how the application of PHBS students of SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Slamet in the school environment. The speakers conducted counseling in the form of lectures to self-students to be able to implement clean and healthy living behaviors at school, home and public places. This research was conducted with qualitative methods such as lecture and question and answer approaches. The qualitative method was chosen with the main aim of gaining a deep understanding of the views, understanding, and experiences possessed by participants related to the issue of applying clean and clean living behavior. This research was conducted through several stages, namely: lectures and questions and answers. Based on the results of research at SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Slamet, there is still the behavior of students who have not implemented PHBS correctly. For example, rarely washing hands with soap and running water and also still found students and students who do not throw garbage in their place.