Dwiningtyas Padmaningrum
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) (Studi Kasus Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Sido Muncul di Desa Bergas Kidul) Chrisma Orasa Nugrahani; Dwiningtyas Padmaningrum; Sapja Anantanyu
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mengubah perilaku masyarakat agar berdaya, salah satu kegiatan yang bisa dilaksanakan dari perusahaan adalah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Program pemberdayaan melibatkan peran fasilitator pemberdayaan. Fasilitator merupakan pelaksana program pemberdayaan masyarakat dan menjadi pendukung dalam mencapai keberhasilan program pemberdayaan yang disini disinggung adalah program pemberdayaan dalam tanggung jawab perusahaan. Program Desa Wisata Buah adah program pemberdayaan CSR milik PT. Sido Muncul di Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang. Potensi alam yang dimiliki melatarbelakangi pelaksanaan program ini. Penulis mengkaji proses pemberdayaan masyarakat dan peran fasilitator pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah masyarakat benar – benar sudah terberdaya secara ekonomi melalui program desa wisata buah. Penelitian ini merupakan penelitian analisis studi kasus. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Daerah penelitian dilakukan di Desa Bergas Kidul di Kabupaten Semarang. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah tim fasilitator dari perusahaan, tokoh tani desa dan perangkat desa. Analisis data menggunakan teknik triangulasi data dan reliabilitas. Penelitian menghasilkan hasil yaitu perusahaan telah melaksanakan proses pemberdayaan masyarakat dilihat dari tahap, lingkup dan strategi pemberdayaan. Peran fasilitator dalam program pemberdayaan yaitu dalam peran edukasi, diseminasi inovasi, fasilitasi, konsultasi dan advokasi. Hasil penelitian menunjukan masyarakat sudah terberdaya secara ekonomi
Peran Jaringan Komunikasi Komunitas Dalam Peningkatan Perilaku Pelestari Sapi Karapan Dalam Pemilihan Bibit Sapi Karapan Di Kabupaten Sampang Hanif Fakhri Suryono; Sapja Anantanyu; Dwiningtyas Padmaningrum
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertitik tolak pada kerangka berpikir bahwa jaringan komunikasi memiliki peran terhadap peningkatan perilaku pelestari sapi dalam pemilihan bibit sapi karapan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui perilaku pelestari sapi, (2) Mengetahui peranan, klik, dan struktur yang terbentuk, dan (3) Mengetahui hubungan antara jaringan komunikasi dengan perilaku pelestari sapi dalam pengadaan bibit sapi pada komunitas pelestari sapi karapan di Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis sosiometri dan statistik. Hasil penelitian ini adalah pelestari sapi dapat memilih bibit sapi karapan dengan baik serta aktif dalam melestarikan budaya karapan sapi. Hasil analisis sosiometri, didapatkan peranan yang terbentuk antara lain opinion leader, bridge, dan neglectee, sedangkan tidak ditemukan cosmopolite, liaison, dan isolate. Klik yang terbentuk sebanyak 13 klik. Struktur yang terbentuk memiliki nilai kepadatan sebesar 0,188 (sangat rendah), nilai diameter 2 (dekat), dan nilai derajat keterhubungan 1 (sempurna). Kemudian, dengan menggunakan analisis statistik terdapat hubungan antara jaringan komunikasi dengan perilaku pelestari sapi dalam pengadaan bibit sapi. Alhasil, terdapat hubungan yang signifikan antara jaringan komunikasi antar pelestari sapi dalam komunitas pelestari sapi Karapan di Kabupaten Sampang dengan perilaku pelestari sapi dalam pemilihan bibit sapi karapan