Duwi Saputro
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Jurnalistik Digital Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Siswa MTsN 1 Surakarta melalui Pendekatan Service Learning Tri Santoso; Hari Kusmanto; Meydika Triyan Kusuma; Nindy Muji Utami; Duwi Saputro
Buletin KKN Pendidikan Vol. 7, No. 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/buletinkkndik.v7i2.12321

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan jurnalistik siswa melalui pelatihan penulisan berita yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara etis dan efektif. Sasaran kegiatan ini adalah siswa MTsN 1 Surakarta yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan service learning yang mengintegrasikan pembelajaran aktif, partisipatif, dan reflektif dalam konteks pelayanan edukatif berbasis teknologi. Program dirancang dalam tiga tahapan utama, yakni persiapan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan pemetaan kebutuhan peserta dan koordinasi intensif dengan pihak madrasah. Tahap pelaksanaan mencakup pemberian materi jurnalistik dasar, praktik menulis berita menggunakan bantuan teknologi AI, yakni ChatGPT, serta diskusi mendalam mengenai etika dan batasan penggunaan AI dalam produksi informasi. Evaluasi dilaksanakan secara formatif selama proses berlangsung dan sumatif di akhir kegiatan, menggunakan rubrik penilaian komprehensif yang mencakup unsur 5W+1H, koherensi isi, keakuratan informasi, struktur piramida terbalik, serta efektivitas penggunaan bahasa jurnalistik. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0,000), yang mengindikasikan bahwa pelatihan berdampak positif terhadap kemampuan siswa dalam menulis berita secara sistematis dan bertanggung jawab. Selain penguatan aspek teknis, kegiatan ini juga berhasil membentuk kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab sosial siswa dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran jurnalistik dapat memperkuat kompetensi literasi digital generasi muda secara transformatif.
Exploring Integrated Vocabulary and Speaking Learning in “Spoken English Vocabulary and Corpus” Class Aulia Riskina; Dina Rafidiyah; Dwi Hana Nurfauziah; Gista Rahma Dayanti; Noor Aida Aflahah; Khusnul Amalin; Rino Andreas; Duwi Saputro
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 2, No. 2, Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v2i2.53

Abstract

This article explores the strategy of integrating vocabulary and speaking learning in spoken English classes and investigates how lecturers teach these skills. The integration of vocabulary and speaking is essential as speaking is a productive skill that requires input (vocabulary) and output (spoken English). This study aims to delve into how this integration enhances speaking skills by providing language exposure through contextually relevant vocabulary usage. The lecturer's approach involves situational learning videos, focusing on pronunciation and contextual understanding. Moreover, the incorporation of corpus data, depicting vocabulary usage in various speaking contexts, aids students in practicing vocabulary in appropriate situations. The results showcase a spectrum of student responses, ranging from natural speakers to those reliant on scripted preparation. Assignments, including role-plays and conversational scenarios, foster vocabulary utilization in congruent contexts. Student interviews reflect improved understanding of spoken English through vocabulary exploration strategies, facilitating comprehension and communication. The study concludes that integrating vocabulary and speaking learning enhances spoken English proficiency, guiding educators to develop more effective teaching methodologies. Future research recommendations include expanding participant numbers for richer data insights.