Ni Made Karinadevi Permata Jati
Universitas Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mindfulness-Based Cognitive Therapy untuk meningkatkan Psychological Well-Being pada individu dewasa awal dengan emotional loneliness Ni Made Karinadevi Permata Jati; Andrian Pramadi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v11i3.27831

Abstract

This study investigates the effectiveness of Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) in improving Psychological Well-Being (PWB) among emerging adults struggling with emotional loneliness. Emotional loneliness refers to deep feelings of isolation and a lack of meaningful emotional connections with others. This study used a mixed methods design, combining quantitative and qualitative data with research design in the form of a single-case experiment (A-B-A design). The technique used in selecting subjects is using purposive sampling technique and the study was conducted on two participants.. Participant selection was based on predefined criteria utilizing the UCLA-Loneliness Scale to gauge the levels of loneliness and Psychological Well Being Scale to know the baseline of their level of PWB. MBCT intervention was given to both participants in eight sessions with a duration of 60-90 minutes for each session. The intervention targets were the cognitive, affective, and behavioural aspects of the two participants related to the emotional loneliness they experienced. MBCT facilitated self-awareness, emotion regulation, and cognitive understanding of loneliness, leading to the development of healthier and more fulfilling emotional relationships. The results of the study show that MBCT can effectively increase psychological well-being in emerging adult whose struggling with emotional loneliness. The implication of this research is that MBCT can help individuals in the early adult age range in reducing emotional loneliness. this also depends on each individual's awareness and intention to rise from the downturn of feelings experienced. Studi ini menyelidiki efektivitas Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) dalam meningkatkan Psychological Well-being (PWB) di kalangan orang dewasa yang berjuang dengan kesepian emosional. Kesepian emosional mengacu pada perasaan terisolasi yang mendalam dan kurangnya hubungan emosional yang bermakna dengan orang lain. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran, yaitu menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dengan desain penelitian berbentuk eksperimen kasus tunggal (desain A-B-A). Teknik yang digunakan dalam pemilihan subjek adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling dan penelitian dilakukan terhadap dua orang partisipan. Pemilihan partisipan didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan UCLA-Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesepian dan Psychological Well Being Scale untuk mengetahui dasar dari kesepian. tingkat PWB mereka. Intervensi MBCT diberikan kepada kedua partisipan dalam delapan sesi dengan durasi 60-90 menit untuk setiap sesinya. Sasaran intervensi adalah aspek kognitif, afektif, dan perilaku kedua partisipan terkait kesepian emosional yang dialaminya. MBCT memfasilitasi kesadaran diri, pengaturan emosi, dan pemahaman kognitif tentang kesepian, yang mengarah pada pengembangan hubungan emosional yang lebih sehat dan memuaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBCT secara efektif dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pada orang dewasa baru yang berjuang melawan kesepian emosional. Implikasi dari penelitian ini adalah MBCT dapat membantu individu pada rentang usia dewasa awal dalam mengurangi kesepian emosional. Hal ini juga tergantung pada kesadaran dan niat masing-masing individu untuk bangkit dari keterpurukan perasaan yang dialami.
Psychological sense of community untuk meningkatkan social well-being pada anggota organisasi kemahasiswaan Ni Made Karinadevi Permata Jati; Luh Ade Putri Andayani
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 18, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v18i2.10858

Abstract

ABSTRACTStudent organizations in the university environment serve not only as a platform for academic development but also as a crucial means to foster students' soft skills. The demands within these organizations and the responsibilities as a student are indicated to have an impact on the social well-being of their members. This research aims to examine the influence of student organization training using the Psychological Sense of Community variable on individual social well-being. The study adopts a one-group pre-post-test experimental design, involving 14 participants who will undergo a specially designed training program to enhance social well-being. Data analysis employs a t-test to compare social well-being levels before and after the training, with statistical significance measured at p0.05. The results indicate a significant difference in social well-being levels after the training, with a significance of 0.006, p0.05. Factors influencing the effectiveness of the training include participants' awareness of the need for insights and materials, participant engagement, and educational levels. This research contributes to understanding the role of student organizations in enhancing the social well-being of students or their members. The practical implication is that training on the Psychological Sense of Community within student organizations can significantly influence individual social well-being. Therefore, universities and student organizations may consider enhancing training programs to support holistic student development.ABSTRAKOrganisasi kemahasiswaan di lingkungan universitas tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan akademis, tetapi juga sebagai sarana penting untuk mengembangkan softskill mahasiswa. Adanya tuntutan dalam organisasi serta tugas sebagai seorang mahasiswa diindikasikan memberikan dampak pada kesejahteraan sosial (social well-being) para anggotanya. Penelitian kali ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan organisasi kemahasiswaan dengan menggunakan variabel psychological sense of community terhadap social well-being individu. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pre-post-test experimental design. Penelitian melibatkan sebanyak 14 orang, yang akan mengikuti program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan social well-being. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda untuk membandingkan tingkat social well-being sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Signifikansi statistik diukur dengan p0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada tingkat social well-being setelah mengikuti pelatihan dengan signifikansi sebesar 0.006, p0.05. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keefektifan pelatihan meliputi kesadaran peserta akan kebutuhan wawasan dan materi, keaktifan peserta, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran organisasi kemahasiswaan dalam meningkatkan social well-being mahasiswa atau anggotanya. Implikasi praktisnya adalah bahwa pelatihan mengenai psychological sense of community di dalam organisasi kemahasiswaan dapat secara signifikan mempengaruhi social well-being individu. Oleh karena itu, universitas dan organisasi kemahasiswaan dapat mempertimbangkan peningkatan program pelatihan untuk mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.