Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Microencapsulation of Sweet Potato Leaf (Ipomoea Batatas L.) Extract With Different Concentrations of Glucomannan Konjac and Maltodextrin Using Spray Drying Method Novi Indah Permata Sari; Eni Harmayani; Umar Santoso
Indonesian Food and Nutrition Progress Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Indonesian Association of Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ifnp.67167

Abstract

A large amount of phenolic compounds in sweet potato leaves are a potential source of antioxidants. However, polyphenol is sensitive under certain food processing, thereby needs innovation such as microencapsulation to maintain its stability. This study aimed to determine the encapsulation efficiency and characterization of microencapsulation of sweet potato leaf extract using maltodextrin (10% and 20%) combined with Konjac glucomannan (0.5%; 0.75% and 1%). The method used was spray drying using 120 oC inlet temperature. The result showed that the total phenolic compound of sweet potato leaves was 685.06 GAE mg/g extract. The antioxidant activity of sweet potato leaf extract with the DPPH method was 52.80% with an IC50 value of 26.73 ppm. The highest antioxidant activity of the microencapsulated powder sample (10% maltodextrin: 0.75% glucomannan) was 66.84% at a concentration of 100 ppm which had the greatest percent encapsulation efficiency (89.91%).The particle size distribution showed that encapsulated sweet potato leaf extract has a micro-size of around 0.296 µm (78.3%) with good homogeneity of the particle size which can be seen from the Pdi value of 0.304. Therefore, encapsulated sweet potato leaf with 0,75% glucomannan and 10% maltodextrin has the highest encapsulation efficiency and good characteristic.
Healthy Food Counseling with Media Posters and Fun Cooking at The Pondok Harapan Surabaya Orphanage Latifahtur Rahmah; Novi Indah Permata Sari; Ryan Yeremia Iskandar; Jefanny Vercell; Nadhira Amalia Putri
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i3.3526

Abstract

An orphanage is not only a place to receive orphans or children abandoned by their parents, but also an institution to educate children, one of which is education on healthy food. The method used in fun education is posters with interesting pictures and games that use fun interactions for children, namely fun cooking. In the implementation stage, the educational theme given on the first day was education on healthy and unhealthy foods, while the theme on the second day was the nutritional content of healthy foods. In the healthy food fun cooking training on the first day, namely making sushi and the second day, namely mille crepes. The results of the guess the picture evaluation showed that 100% of the children in the orphanage were able to answer all the questions correctly. Finally, closing is closed by eating together. The food given to the children is a healthy meal made by international OTTIMO students, this is done to provide real examples of healthy food for the younger orphanages.
ANALISIS PROKSIMAT DAN ANTIOKSIDAN MI UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L) DENGAN PENAMBAHAN DAUN MIANA (Plectranthus scutellarioides) Permata Sari, Novi Indah; Yoselvina, Cicilia; Goto, Clarissa Anabel
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 9, No 3 (2024):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v9i3.47602

Abstract

Konsumsi mie di Indonesia mencapai 13,270 juta penyajian yang mengakibatkan tingginya angka impor gandum ke Indonesia. Mie ubi jalar ungu dengan penambahan daun miana berpotensi mampu menjadi pengganti terigu dan dapat menjadi pilihan mie antioksidan. Penambahan daun miana diharapkan mampu meningkatkan aktifitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50. Metode penelitian pada studi ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor (ubi ungi dan daun miana), 3 perlakuan dan 2 kali ulangan yaitu F1 (45 %: 5%); F2 (40%: 10%); F3 (35%: 15%). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Mie ubi jalar dengan penambahan daun miana menunjukan hasil proksimat yang baik dengan acuan standar kualitas mutu mie instan kering yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil kandungan protein yakni F1 (8,403), F2 (7,237) dan F3 (10,070) dengan standart minimal 4% untuk produk bukan terigu. Nilai kadar air menunjukan dibawah standar maksimal yaitu 14,5% untuk mie dengan metode pengeringan (F1:11,69%; F2: 7,24%; F3: 5,27%). Diketahui hasil karbohidrat pada perlakuan F2 dan F3 tidak berbeda secara signifikan namun berbeda secara nyata dengan F1 (F1: 77,027%, F2: 83,02%, dan F3 : 83,060%). Hasil antioksidan menunjukan penambahan daun miana justru menurukan hasil antioksidan yaitu F1: 111,687 ppm, F2: 128,15 ppm dan F3 156,79, namun meskipun begitu mie ubi jalar ungu memiliki tingkat antioksidan sedang karena berkisar antara 100-150, sehingga dapat disimpulkan bahwa mie instan ubi jalar ungu berpotensi menjadi mie instan sehat dengan aktifitas antioksidan yang cukup tinggi.
ANALISIS ANTIMIKROBA TEH CELUP BUNGA BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi. L) DENGAN PENAMBAHAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale Rosc) Elma Sulistiya; Novi Indah Permata Sari; Yohanna Prasetio
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 4 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/1q2p8z29

Abstract

Bunga belimbing wuluh sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai minuman tradisional yang dikombinasikan  dengan jahe untuk meningkatkan sifat sensori dan manfaat fungsionalnya. Pemanfaatan bunga belimbing wuluh menjadi  teh celup bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dan pengembangan khasiat bunga belimbing wuluh dengan mengetahui  daya hambat bakteri Staphylococcus aureus oleh ekstrak bunga belimbing wuluh dan jahe. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu proporsi bunga belimbing wuluh dan jahe gajah. Sampel terdiri dari bunga  belimbing wuluh 100%, bunga belimbing wuluh : jahe dengan proporsi, 90:10, 70:30, 50:50 dan 30:70. Teh dibuat dengan  dikeringkan pada suhu 60oC, dengan waktu pengeringan untuk bunga belimbing wuluh selama 5 jam, dan jahe dikeringkan  selama 6 jam. Hasil annova menunjukkan bunga belimbing wuluh : jahe dengan proporsi 90:10 memiliki nilai antibakteri  tertinggi dengan zona hambat sebesar 12,63 mm, luasan zona hambat ini tergolong memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Sedangkan kadar air yang diperoleh tidak berbeda signifikan. 
Potential of Moringa Leaves as Raw Material for Panna Cotta to Meet The Nutritional Needs of Toddlers Indicated with Stunting: Potensi Daun Kelor Sebagai Bahan Baku Panna Cotta Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Balita Terindikasi Stunting Indah Permata Sari, Novi; Sulistiya, Elma; Mareni, Nunky Liontin
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.03.5

Abstract

Abstract Stunting is a condition of failure to grow in children aged 0-5 years. The purpose of this study was to develop a superfood dessert product for toddlers indicated as stunting with moringa leaves as the basic ingredient into Panna Cotta products. Sensory test showed significant value on texture, color and after taste. The highest protein content analysis with a value of 7.76%, carbohydrates 19.2% and fat 9.7%, even so the results of fat analysis using SPSS did not show significant differences between samples with different treatments. While the highest water content was found in samples with 40% moringa milk: 5% sugar treatment, with a result of 70.18%. The highest dietary fiber content with a value of 1.42%. Based on the results of the analysis of protein, carbohydrates, fat and fiber, which are balanced and all the necessary macronutrient components are available.   Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia 0-5 tahun. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk makanan super food dessert untuk balita terindikasi stunting dengan berbahan dasar daun kelor menjadi produk Panna Cotta. Pada analisis sensori parameter yang signifikan terdiri dari tekstur, warna dan after taste. Analisis kadar protein tertinggi dengan nilai 7,76%, karbohidrat 19,2% dan lemak 9,7%, meskipun begitu hasil analisis lemak menggunakan SPSS tidak menunjukan perbedaan yang signifikan antar sampel dengan perlakuan yang berbeda. Sementara kadar air tertinggi diketahui pada sampel dengan perlakuan 40% susu kelor : 5% gula, dengan hasil 70,18%. Analisis kadar serat pangan tertinggi pada perlakuan 50% susu kelor : 5% gula dengan nilai 1,42%. Berdasarkan hasil analisis protein, karbohidrat, lemak dan serat, yang seimbang serta seluruh komponen zat gizi makro yang diperlukan tersedia.
Kreasi, Kolaborasi, dan Aksi Penguatan Inovasi Produk UMKM Kuliner sukmawati, kiky navy; Adhianata, Heni; Sari, Novi Indah Permata; Andariesta, Nursita Fierdiana Dwi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pelaku UMKM di sektor kuliner memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan dan inovasi produk. Kurangnya pengetahuan tentang pencatatan keuangan sederhana dan terbatasnya kemampuan mengembangkan produk baru menyebabkan rendahnya daya saing di pasar. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan tersebut melalui pelatihan terpadu. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM kuliner dalam aspek pengelolaan keuangan usaha dan inovasi produk agar mampu mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif. Metode: pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan hands-on workshop. Kegiatan diikuti oleh 56 peserta binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya. Materi pertama diberikan oleh FEB UPN “Veteran” Jawa Timur mengenai pengelolaan keuangan, sedangkan materi kedua oleh Akademi Kuliner dan Patiseri OTTIMMO Internasional mengenai inovasi produk Crispy Green Tea Chocolate Pie. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan peserta dan observasi langsung. Hasil: menunjukkan bahwa 91% peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, sementara 94% menyatakan pelatihan inovasi produk sangat menarik dan bermanfaat. Peserta juga berhasil menciptakan produk olahan cokelat inovatif dengan nilai jual tinggi. Kesimpulan: Artinya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan manajerial dan kreatif pelaku UMKM kuliner. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra industri terbukti efektif dalam memperkuat daya saing UMKM serta memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.