Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ENERGY AND CLEAN WATER POTENTIAL IN A CLOSED SYSTEM SUGAR FACTORY Gunawan Gunawan
Journal of Agriculture Vol. 2 No. 02 (2023): Research Articles, July 2023
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v2i02.2656

Abstract

The production and demand for sugar in Indonesia increases every year. This condition has the potential to make the sugar factory a model of a closed system sugar factory, because the increase in white crystal sugar (GKP) production will increase the by-products (bagasse, filter cake, molasses and wáter). The closed system sugar factory is a GKP factory integrated with the power generation and clean water treatment industries. In this model, the raw material for sugar cane is not only used as sugar but also as a source of renewable energy and clean water. The purpose of this study was to analyze the potential utilization of by-products in the form of bagasse, filter cake, molasses and water in white crystal sugar factories. The research method is mass balance using input, process and output data at the sugar factory and secondary data. The results of this study have provided information about the potential for energy and water in closed system sugar production. The energy potential for power generation from blotong is 1 730.2 MJ/ton GKP, molasses is 5 939.0 MJ/ton GKP. The energy consumption at the power plant from blotong is 56.1 MJ/ton GKP, molasses is 408 MJ/ton GKP. The potential for clean water from water treatment for 1 ton of GKP is 4.6 tons, equivalent to 0.4 tons of clean water per ton of sugarcane.
PENERAPAN KONSEP GREEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI TERNAK SAPI DESA SEKRAK KIRI ACEH TAMIANG Gunawan Gunawan; Rahmawati Rahmawati; Amir D
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Vokasi (Maret)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4646

Abstract

Skema kegiatan ini adalah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Mitra peternak sapi Ibu Asmawati merupakan bagian dari masyarakat produktif secara ekonomi. Permasalahan prioritas adalah penanganan limbah kotoran sapi yang belum dimanfaatkan hanya diletakkan begitu saja di sekitar kandang sapi berdampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan ini memiliki urgensi yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan PKM untuk menerapkan konsep green economy usaha ternak sapi Ibu Asmawati dengan memanfaatkan potensi kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk sehingga mandiri secara ekonomi dan sosial. Dalam kegiatan PKM ini dilakukan sosialisasi kepada mitra mengenai konsep green economy, cara membuat biogas dan pakan biomass yang ramah lingkungan serta menghitung harga pokok produk (HPP). Luaran yang dicapai adalah peningkatan keberdayaan mitra meliputi bertambahnya aset mitra, peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang konsep green economy, penggunaan dan perawatan digester biogas, membuat silase dari biomass untuk pakan ternak sapi, dan menghitung HPP. Rata-rata peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam angka N-Gain score sebesar 90%, 93%, 94% dan 83%. Penambahan aset digester biogas kapasitas 5000 liter terpasang di lokasi peternakan Ibu Asmawati, silase sebanyak 25 kg, dan simulasi perhitungan harga pokok produk. Potensi dari digester biogas menghasilkan biogas 1,62 m3/hari setara dengan 0,75 kg LPG/hari, pupuk cair organik 150 liter/hari dan pupuk padat organik 9 kg/hari. Penerapan konsep green economy usaha ternak sapi menghasilkan sampak positif secara ekonomi, lingkungan dan sosial.
Manfaat Ekonomi Dan Kredit Karbon Pabrik Gula Sistem Tertutup Berbasis LCA Gunawan; Rudy Syahputra; Ismaniar Isa; Darmein; Supardin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar factories (PG) can contribute to efforts to reduce greenhouse gas (GHG) emissions in accordance with the obligations of the Kyoto Protocol and the Paris Agreement. Closed PG systems have the potential to minimise waste and reuse production residues, making them a sustainable solution for reducing environmental impacts and increasing economic benefits. This study models the yield and economic benefits of closed system PG using Life Cycle Assessment (LCA). The aim of this research is to analyse the economic benefits and carbon credits of closed-system sugar production using LCA. The research methodology is descriptive, involving the calculation of carbon credits based on the Kyoto and Paris Agreements. The LCA method is used to assess carbon emissions. The use of bagasse as cogeneration fuel produces an excess of 5 GWh/milling season of electricity, which can meet the electricity needs of 6944 households during the milling season or 3472 households per year. PG X produces 667.5 million liters of clean water during the milling season, which can meet the drinking water needs of 61,805 people throughout the year.
Implementasi Insinerator untuk Pengolahan Sampah di Desa Alue Lim Lhokseumawe Gunawan, Gunawan; Supardin, Supardin; Ruhana, Ruhana; Juhan, Nawawi
Jurnal Vokasi Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Vokasi (Maret)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i1.6527

Abstract

Sampah merupakan hasil buangan dari aktivitas domestik dan industri yang memerlukan pengelolaan yang tepat untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan. Di Kota Lhokseumawe, produksi sampah rumah tangga mencapai 98 ton per hari, tetapi hanya 38% yang terlayani dengan baik, menyebabkan penumpukan di berbagai lokasi. Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, adalah pengelolaan sampah yang tidak optimal, menyebabkan tumpukan sampah berlebih di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kurangnya kesadaran, pengetahuan, serta keterbatasan akses terhadap teknologi pengelolaan sampah seperti insinerator menjadi kendala utama. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tujuan adalah untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada pemuda desa mengenai desain, pembuatan, serta implementasi teknologi insinerator sebagai solusi pengolahan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi presentasi, diskusi, praktek langsung, serta pendampingan dalam pembuatan dan implementasi insinerator. Langkah-langkah pelaksanaannya mencakup survei kebutuhan mitra, evaluasi awal, pelatihan teori dan praktik terkait insinerator, uji coba implementasi, evaluasi hasil, serta monitoring keberlanjutan program. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta hingga 88% dengan persentase N-Gain Score sebesar 85,5%. Satu unit insinerator berhasil dibuat dan diuji dengan kapasitas pembakaran 150 kg/jam serta suhu operasional mencapai 800°C. Insinerator terbukti efisien, mampu mengurangi volume sampah hingga 96%. Luaran lainnya meliputi publikasi ilmiah di seminar nasional, jurnal nasional terindeks Sinta. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengurangi beban TPA di Kota Lhokseumawe.
PERAKITAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BAGI PEMUDA DESA ALUE LIM Gunawan, Gunawan; Syahputra, Rudi; Darmein, Darmein; Supardin, Supardin; Ruhana, Ruhana
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.5032

Abstract

Permasalahan utama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah kurangnya sumber daya manusia sehingga perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan praktek instalasi PLTS kepada Pemuda Desa Alue Lim. Pengabdian kepada masyarakat  yang dilakukan berupa pendekatan partisipatif, pendidikan, dan pelatihan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola PLTS secara mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda Desa Alue Lim dalam merakit, mengoperasikan, dan merawat PLTS sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Solusi yang diberikan adalah perakitan PLTS, instalasi, perencanaan, perancangan, perhitungan PLTS dan pengujian sistem. Metode yang digunakan adalah presentasi, diskusi dan praktek serta pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik. Melalui pencapaian dan pembelajaran yang diperoleh dari pengabdian ini, juga disajikan panduan yang dapat diadopsi dalam upaya serupa di pedesaan lainnya. Dengan demikian, pengabdian ini dapat menjadi inspirasi bagi upaya serupa dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Peningkatan kemampuan peserta kategori tinggi dengan capaian N-Gain rata-rata sebesar 85,66%. Berdasarkan capaian ini, maka metode penyampaian materi pelatihan instalasi PLTS yang diterapkan dinyatakan efektif. Dengan pelaksanaan kegiatan Tim pengabdian desa binaan PNL terkait PLTS, diharapkan Pemuda Desa Alue Lim termotivasi untuk penggunaan energi listrik murah dan ramah lingkungan. Harapan dari kegiatan ini dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam teknologi energi terbarukan bukan hanya meningkatkan akses listrik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru, mengurangi biaya energi, dan meningkatkan kesadaran lingkungan di Desa Alue Lim.
IMPLEMENTASI MESIN SENTRIFUGASI KENDALI PID PEMBUATAN VCO UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI IRT VCO-COCOK LHOKSEUMAWE Rahmawati, Rahmawati; Kurniasih, Eka; Indrawati, Indrawati; Gunawan, Gunawan
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3376

Abstract

Peluang ekspor produk olahan kelapa asal Indonesia memiliki prospek yang besar, karena permintaan pasar dunia terutama terhadap komoditas Virgin Coconut Oil (VCO) semakin meningkat. VCO dapat digunakan sebagai suplemen tambahan untuk kasus kemungkinan dan dugaan COVID-19 karena sifat anti-virus dan imunomodulatornya. Salah satu industri rumah tangga (IRT) pengolahan VCO di Lhokseumawe adalah Ibu Zainah di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat dengan nama produk “VCO COCOK”. Proses produksi VCO menggunakan metode fermentasi untuk pemisahan minyak berlangsung relatif lama. Mitra mengharapkan pemecahan masalah terhadap proses produksi dan pemasaran. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode teknologi sentrifugal untuk mengolah VCO dan digital marketing sederhana sehingga dapat meningkatkan produksi dan pemasaran. Proses sentrifugal memanfaatkan gaya gravitasi dan perbedaan massa jenis air, blondo dan minyak. Proses sentrifugal untuk memisahkan blondo dengan minyak pada kecepatan 1400rpm selama 20 menit. Materi sistem kendali meliputi penjelasan mengapa dibutuhkan sistem kendali, bagaimana cara melihat proses berperilaku (tanpa kendali), bagaimana membuat proses berperilaku seperti yang diinginkan, dan bagaimana kendali PID mempengaruhi proses. Penerapan digital marketing yang diberikan adalah materi membuat WhatsApp Bisnis. Aplikasi ini membantu banyak calon pembeli untuk berkomunikasi ke penjual. Capaian peningkatan pengetahuan tentang teknologi pembuatan dan karakteristik VCO sebesar 80%, keterampilan menggunakan alat sentrifugasi berbasis kendali PID sebesar 71%, digital marketing sebesar 76 %, maka proses transfer pengetahuan dinilai efektif. Pada akhir kegiatan TIM Pengabdian memberikan mesin sentrifugasi pembuatan VCO.
Penerapan Kendali Fuzzy dalam Pengembangan Stimulasi Listrik untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Rahmawati; Achmad Arifin; Duti Sriwati Aziz; Gunawan; Raisah Hayati; Siti Amra
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 14 No 4: November 2025
Publisher : This journal is published by the Department of Electrical and Information Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v14i4.20232

Abstract

Chronic wound healing remains a clinical challenge due to the limited capacity of conventional therapies to accelerate tissue regeneration. Electrical stimulation (ES) offers a promising therapeutic modality; however, open-loop ES cannot adaptively adjust therapy duration. This study developed a closed-loop ES system incorporating fuzzy controller to dynamically regulate stimulation duration based on wound progression. The method integrates an Atmega32-based ES platform, fuzzy controller algorithms, and preclinical testing on guinea pigs. The ES system operates at a frequency of 20 Hz, a pulse width of 250 µs, and an output voltage of 50 V. The fuzzy controller adjusts stimulation duration within a range of 15–45 minutes according to the difference between the actual and target wound areas, achieving an estimation error of 0.3%. Preclinical evaluations compared the therapeutic effectiveness of closed-loop ES, open-loop ES, and no-ES conditions. Wound-area reduction over seven days in the closed-loop group reached 64–67%, higher than the open-loop (44–50%) and no-therapy (47%) groups. Closed-loop therapy also produced the highest tissue-density outcomes (75–100%), exceeding those of the open-loop (50%) and no-therapy (25–50%) groups. The fuzzy-controlled closed-loop ES accelerated tissue regeneration by approximately 1.5–2 times compared to open-loop and no-therapy conditions. Effectiveness rankings showed the closed-loop system achieving the highest scores (0.90 and 1.00), outperforming the open-loop (0.61) and no-therapy (0.51) groups. These findings indicate that fuzzy-controlled closed-loop ES provides superior wound-healing performance compared to conventional approaches, offering a more adaptive and precise therapeutic strategy with potential for broader medical application.