Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rancang Bangun Dielektrik Meter untuk Proses Pencucian Biodiesel Rahmawati Rahmawati
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 01 (2023): Artikel Riset April 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v13i01.2617

Abstract

Sebagai bahan bakar alternatif, biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi trigliserida (minyak nabati) dengan metanol (reaktan) untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME). Proses pemurnian meliputi pencucian dan evaporasi. Pengamatan proses pemisahan dilakukan secara manual melalui visual. Pengamatan visual oleh operator dapat digantikan dengan sensor kapasitif berdasarkan perbedaan nilai dielektrik bahan. Hal ini dapat dilakukan karena adanya perbedaan yang besar antara dielektrik air (80) dan dielektrik biodiesel (3-5). Tujuan utama dari penelitian ini menghasilkan dielektrik meter yang diaplikasikan pada proses pencucian biodiesel. Metode yang diterapkan adalah membuat rangkaian real time monitoring berbasis sensor dielektrik dan mikrokontroler untuk proses pemisahan air dari biodiesel. Sensor menghasilkan tegangan keluaran berbanding linear dengan kapasitansi dengan persamaan S=-0.26s + Dielektrik meter menggunakan sensor kapasitif untuk mengukur nilai kapasitansi dan mikrokontroler Arduino Mega digunakan sebagai pengolah data masukan dari sensor. Konstanta dielektrik (?r) biodiesel murni sebesar 4.42. Biodiesel yang dicampur air kemudian didiamkan memiliki nilai ?r sebesar 17.3 pada menit ke nol dan 9.6 pada menit ke enam puluh. Dielektrik meter diaplikasikan untuk pengukuran konstanta dielektrik biodiesel pada proses pemurnian biodiesel. Hasil pengukuran prototipe telah divalidasi dengan LCR meter menunjukkan alat memiliki akurasi pengukuran yang tingi yaitu sebesar 98 %.
PENERAPAN KONSEP GREEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI TERNAK SAPI DESA SEKRAK KIRI ACEH TAMIANG Gunawan Gunawan; Rahmawati Rahmawati; Amir D
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Vokasi (Maret)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4646

Abstract

Skema kegiatan ini adalah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Mitra peternak sapi Ibu Asmawati merupakan bagian dari masyarakat produktif secara ekonomi. Permasalahan prioritas adalah penanganan limbah kotoran sapi yang belum dimanfaatkan hanya diletakkan begitu saja di sekitar kandang sapi berdampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan ini memiliki urgensi yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan PKM untuk menerapkan konsep green economy usaha ternak sapi Ibu Asmawati dengan memanfaatkan potensi kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk sehingga mandiri secara ekonomi dan sosial. Dalam kegiatan PKM ini dilakukan sosialisasi kepada mitra mengenai konsep green economy, cara membuat biogas dan pakan biomass yang ramah lingkungan serta menghitung harga pokok produk (HPP). Luaran yang dicapai adalah peningkatan keberdayaan mitra meliputi bertambahnya aset mitra, peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang konsep green economy, penggunaan dan perawatan digester biogas, membuat silase dari biomass untuk pakan ternak sapi, dan menghitung HPP. Rata-rata peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam angka N-Gain score sebesar 90%, 93%, 94% dan 83%. Penambahan aset digester biogas kapasitas 5000 liter terpasang di lokasi peternakan Ibu Asmawati, silase sebanyak 25 kg, dan simulasi perhitungan harga pokok produk. Potensi dari digester biogas menghasilkan biogas 1,62 m3/hari setara dengan 0,75 kg LPG/hari, pupuk cair organik 150 liter/hari dan pupuk padat organik 9 kg/hari. Penerapan konsep green economy usaha ternak sapi menghasilkan sampak positif secara ekonomi, lingkungan dan sosial.
Desain dan Simulasi Kendali PID Kecepatan Motor Mesin Sentrifugasi Rahmawati; Arief Mardiyanto; Siti Amra3; Muhammad Kamal; Jenne Syarif
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centrifugal machines perform centrifugation by rapidly spinning materials using a motor. This study aims to identify the optimal control parameters (kp, ki, kd) for maintaining the stability of centrifugal machine operations using PID control. The transfer function of the centrifugation motor was obtained using the System Identification Tool (SIT) in Matlab. The transfer function was obtained by measuring several variations in the input and output of the centrifuge machine motor. The PID parameters were determined using the Ziegler-Nichols method, resulting in the following values: kp=18, kd=12, ki=6.3. The performance of the PID control system was tested and the results were as expected: overshoot = 9%, rise time = 3.87 seconds, and steady-state error = 2%. The system identification approach successfully determined the PID parameters and control performance to meet the desired motor requirements.
Implementasi Mesin Filling untuk Efisiensi Waktu Pengemasan VCO Rahmawati, Rahmawati; Amra, Siti; Yusnar, Cut; Ismaniar, Ismaniar; Syarif, Jenne
Jurnal Vokasi Vol 9, No 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i1.6484

Abstract

Provinsi Aceh merupakan satu daerah penghasil kelapa sangat potensial untuk pengembangan usaha minyak kelapa murni (VCO). IRT VCO Cocok Ibu Zainah di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat merupakan mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif. Proses produksi VCO melibatkan beberapa tahap, seperti penyaringan santan, pendiaman, pemisahan, penyaringan minyak, dan pengemasan. Masalah yang dihadapi usaha ini adalah proses pengemasan VCO secara manual yang memakan waktu dan kurang efisien. Solusi yang ditawarkan oleh Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah memberikan mesin filling otomatis untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi pengemasan. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing IRT VCO Cocok melalui penggunaan teknologi yang tepat guna. Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi, praktek, dan pendampingan langsung. Tahapan kegiatan mencakup survei, evaluasi awal, implementasi solusi, dan monitoring. Mesin filling memiliki kinerja yang baik dengan tingkat akurasi sebesar 99,7 % dan tingkat presisi 97,7 % dinyatakan memenuhi Standar Internasional. Transfer pengetahuan prosedur pengemasan yang higienis dan keterampilan penggunaan mesin filling dalam produksi VCO ini dinilai efektif ditunjukkan dengan N-Gain score 91 %. Kemanfaatan mesin filling mampu meningkatkan kecepatan proses pengisian VCO ke botol kemasan dengan efisiensi waktu meningkat 81,8 %. Kegiatan PKM ini memenuhi spesifiksi renstra pengabdian PNL pada implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Mesin filling yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pada IRT VCO Cocok.
IMPLEMENTASI MESIN SENTRIFUGASI KENDALI PID PEMBUATAN VCO UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI IRT VCO-COCOK LHOKSEUMAWE Rahmawati, Rahmawati; Kurniasih, Eka; Indrawati, Indrawati; Gunawan, Gunawan
Jurnal Vokasi Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v7i1.3376

Abstract

Peluang ekspor produk olahan kelapa asal Indonesia memiliki prospek yang besar, karena permintaan pasar dunia terutama terhadap komoditas Virgin Coconut Oil (VCO) semakin meningkat. VCO dapat digunakan sebagai suplemen tambahan untuk kasus kemungkinan dan dugaan COVID-19 karena sifat anti-virus dan imunomodulatornya. Salah satu industri rumah tangga (IRT) pengolahan VCO di Lhokseumawe adalah Ibu Zainah di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat dengan nama produk “VCO COCOK”. Proses produksi VCO menggunakan metode fermentasi untuk pemisahan minyak berlangsung relatif lama. Mitra mengharapkan pemecahan masalah terhadap proses produksi dan pemasaran. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode teknologi sentrifugal untuk mengolah VCO dan digital marketing sederhana sehingga dapat meningkatkan produksi dan pemasaran. Proses sentrifugal memanfaatkan gaya gravitasi dan perbedaan massa jenis air, blondo dan minyak. Proses sentrifugal untuk memisahkan blondo dengan minyak pada kecepatan 1400rpm selama 20 menit. Materi sistem kendali meliputi penjelasan mengapa dibutuhkan sistem kendali, bagaimana cara melihat proses berperilaku (tanpa kendali), bagaimana membuat proses berperilaku seperti yang diinginkan, dan bagaimana kendali PID mempengaruhi proses. Penerapan digital marketing yang diberikan adalah materi membuat WhatsApp Bisnis. Aplikasi ini membantu banyak calon pembeli untuk berkomunikasi ke penjual. Capaian peningkatan pengetahuan tentang teknologi pembuatan dan karakteristik VCO sebesar 80%, keterampilan menggunakan alat sentrifugasi berbasis kendali PID sebesar 71%, digital marketing sebesar 76 %, maka proses transfer pengetahuan dinilai efektif. Pada akhir kegiatan TIM Pengabdian memberikan mesin sentrifugasi pembuatan VCO.
Analisis Konstanta Dielektrik menggunakan Sensor Kapasitif untuk Pemurnian Biodiesel Rahmawati, Rahmawati; Mardiyanto, Arief; Amra, Siti; Hanafi, Hanafi; Gunawan, Gunawan; Mawardi, Al
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 20 No. 2 (2023): Jurnal Litek, September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/litek.v20i2.25

Abstract

Biodiesel pengganti solar diproduksi melalui reaksi transesterifikasi atau alkoholisis antara trigliserida (minyak nabati) dengan metanol (reaktan) untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME) yang dikenal dengan nama biodiesel dan gliserol. Biodisel dan gliserol dipisahkan menghasilkan biodiesel yang disebut dengan biodiesel kotor. Pemurnian biodiesel untuk menghilangkan pengotor yang tidak diinginkan sangat penting dan merupakan teknologi kritis yang sangat dibutuhkan. Proses pemurnian dilakukan dengan proses pencucian dan evaporasi. Proses pencucian biodiesel bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran yang tertinggal atau pengotor lainnya yang tidak ikut bereaksi selama reaksi transesterifikasi. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana sensor dielektrik dapat digunakan untuk monitoring proses pencucian biodiesel secara real time. Untuk itu terlebih dahulu dilakukan pengukuran konstanta dielektrik menggunakan sensor dielektrik berupa sensor kapasitif. Biodiesel hasil transesterifikasi masih mengandung pengotor antara lain sisa air, gliserol dan metanol. Sifat dielektrik memiliki korelasi kuat dengan sifat umum dan kimia biodiesel. Untuk mengukur kualitas selama proses pemurnian dapat menggunakan sensor dielektrik, karena sifat dielektrik memiliki korelasi terhadap sifat fisik dan kimia biodiesel. Pelaksanaan penelitian meliputi pengukuran konstanta dielektrik masing-masing komponen biodiesel, air, gliserol dan methanol serta biodiesel pada berbagai persentase kandungan air. Tujuan utama penelitian adalah menghasilkan pengukuran konstanta dielektrik biodiesel dan sisa pengotor pada proses pencucian biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menyajikan hasil pengamatan konstanta dielektrik dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dibahas secara deskriptif. Pengukuran konstanta dielektrik biodiesel, air, gliserol dan methanol menggunakan LCR meter. Hasil pengukuran konstanta dielektrik biodiesel, metanol, gliserol dan air adalah 4.53, 32.02, 42.28 dan 77.03 berturut-turut pada frekuensi pengukuran 100 kHz. Konstanta dielektrik biodiesel meningkat dengan meningkatnya kandungan pengotor pada biodiesel. Ditentukan persamaan regresi linier di mana variabel x sebagai kandungan pengotor dan variabel y sebagai nilai dielektrik. Nilai dielektrik biodiesel untuk kandungan pengotor adalah y=0,01x2+0,021x+4,1 (metanol), y=-002x2+0,3x+4,3 (gliserol), y=0,005x2+0,05x+4,5 (air). Konstanta dielektrik biodiesel meningkat dengan meningkatnya kandungan pengotor dalam biodiesel.
Implementasi Kontrol Temperatur Evaporator pada IRT VCO-Cocok Desa Jambo Timu Kota Lhokseumawe Rahmawati, Rahmawati; Kurniasih, Eka; Indrawati, Indrawati; Gunawan, Gunawan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i4.2315

Abstract

Kadar air Virgin Coconut Oil (VCO) industri rumah tangga (IRT) VCO-Cocok Ibu Zainah di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat belum memenuhi Standar Nasional Indonesia SNI: 7381-2008. VCO mengalami perubahan aroma pada masa simpan ± 3 bulan pada ruangan temperatur kamar, hal ini dikarenakan adanya kandungan air. Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan edukasi kepada mitra untuk meng-upgrade kualitas produk dengan mengimplementasikan teknologi penghilangan kadar air menggunakan vacum evaporator. Namun demikian, sistem pemanasan dengan temperatur terlalu tinggi pada mesin evaporator dapat menyebabkan kualitas VCO menurun seperti menjadi berbau tidak sedap, warna dan kejernihan yang buruk serta kehilangan nutrisi. Oleh karena itu diperlukan sistem kontrol otomatis untuk mencapai temperatur pada nilai yang diinginkan. Tujuan kegiatan PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha VCO-Cocok dalam penerapan teknologi vacum evaporator berbasis sistem kontrol otomatis. Proses evaporator VCO dilakukan selama 3 jam untuk kapasitas bahan 25 liter. Waktu yang dibutuhkan adalah 50 menit untuk mencapai temperatur stabil pada 50oC. Luaran yang diperoleh: 1) peningkatan level keberdayaan mitra dalam konsep dan metode pengurangan kadar air (91%), penerapan teknologi vacum evaporator berbasis sistem kontrol otomatis (85%); 2) mesin vacuum evaporator 1 set. Pentingnya hasil pengabdian adalah untuk menjaga konsistensi kualitas produk VCO karena sistem kontrol temperatur otomatis pada mesin vacum evaporator dapat meningkatkan akurasi dan kestabilan temperatur pemanasan. Kegiatan PKM telah berhasil dilaksanakan, dengan harapan produksi VCO IRT VCO-Cocok dapat meningkatkan kualitas produk sehingga mandiri secara ekonomi.
Penerapan Kendali Fuzzy dalam Pengembangan Stimulasi Listrik untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Rahmawati; Achmad Arifin; Duti Sriwati Aziz; Gunawan; Raisah Hayati; Siti Amra
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 14 No 4: November 2025
Publisher : This journal is published by the Department of Electrical and Information Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v14i4.20232

Abstract

Chronic wound healing remains a clinical challenge due to the limited capacity of conventional therapies to accelerate tissue regeneration. Electrical stimulation (ES) offers a promising therapeutic modality; however, open-loop ES cannot adaptively adjust therapy duration. This study developed a closed-loop ES system incorporating fuzzy controller to dynamically regulate stimulation duration based on wound progression. The method integrates an Atmega32-based ES platform, fuzzy controller algorithms, and preclinical testing on guinea pigs. The ES system operates at a frequency of 20 Hz, a pulse width of 250 µs, and an output voltage of 50 V. The fuzzy controller adjusts stimulation duration within a range of 15–45 minutes according to the difference between the actual and target wound areas, achieving an estimation error of 0.3%. Preclinical evaluations compared the therapeutic effectiveness of closed-loop ES, open-loop ES, and no-ES conditions. Wound-area reduction over seven days in the closed-loop group reached 64–67%, higher than the open-loop (44–50%) and no-therapy (47%) groups. Closed-loop therapy also produced the highest tissue-density outcomes (75–100%), exceeding those of the open-loop (50%) and no-therapy (25–50%) groups. The fuzzy-controlled closed-loop ES accelerated tissue regeneration by approximately 1.5–2 times compared to open-loop and no-therapy conditions. Effectiveness rankings showed the closed-loop system achieving the highest scores (0.90 and 1.00), outperforming the open-loop (0.61) and no-therapy (0.51) groups. These findings indicate that fuzzy-controlled closed-loop ES provides superior wound-healing performance compared to conventional approaches, offering a more adaptive and precise therapeutic strategy with potential for broader medical application.