Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP GREEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI TERNAK SAPI DESA SEKRAK KIRI ACEH TAMIANG Gunawan Gunawan; Rahmawati Rahmawati; Amir D
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Vokasi (Maret)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.4646

Abstract

Skema kegiatan ini adalah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Mitra peternak sapi Ibu Asmawati merupakan bagian dari masyarakat produktif secara ekonomi. Permasalahan prioritas adalah penanganan limbah kotoran sapi yang belum dimanfaatkan hanya diletakkan begitu saja di sekitar kandang sapi berdampak negatif terhadap lingkungan. Kegiatan ini memiliki urgensi yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan PKM untuk menerapkan konsep green economy usaha ternak sapi Ibu Asmawati dengan memanfaatkan potensi kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk sehingga mandiri secara ekonomi dan sosial. Dalam kegiatan PKM ini dilakukan sosialisasi kepada mitra mengenai konsep green economy, cara membuat biogas dan pakan biomass yang ramah lingkungan serta menghitung harga pokok produk (HPP). Luaran yang dicapai adalah peningkatan keberdayaan mitra meliputi bertambahnya aset mitra, peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang konsep green economy, penggunaan dan perawatan digester biogas, membuat silase dari biomass untuk pakan ternak sapi, dan menghitung HPP. Rata-rata peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam angka N-Gain score sebesar 90%, 93%, 94% dan 83%. Penambahan aset digester biogas kapasitas 5000 liter terpasang di lokasi peternakan Ibu Asmawati, silase sebanyak 25 kg, dan simulasi perhitungan harga pokok produk. Potensi dari digester biogas menghasilkan biogas 1,62 m3/hari setara dengan 0,75 kg LPG/hari, pupuk cair organik 150 liter/hari dan pupuk padat organik 9 kg/hari. Penerapan konsep green economy usaha ternak sapi menghasilkan sampak positif secara ekonomi, lingkungan dan sosial.
IPTEK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMKN 5 LHOKSEUMAWE DALAM MEMBUAT LAPORAN EVALUASI BELAJAR MENGGUNAKAN SPREADSHEET Amir D; Jamaluddin Jamaluddin; Naziruddin Naziruddin; Ariefin Ariefin; Indrawati Indrawati
Jurnal Vokasi Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Vokasi (Maret)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v8i1.5029

Abstract

SMKN 5 Lhokseumawe  terletak dikelurahan Meunasah Kumbang, tepatnya di Jalan Rel Kereta Api nomor 5 Meunasah Mesjid Punteut, berjarak 2km dari Politeknik Negeri Lhokseumawe. SMKN 5 didirikan pada tanggal 28 April 2013, mengasuh 4 jurusan, yaitu jurusan;  akutansi keuangan, desain pemodelan, audio-video serta teknik listrik. Jumlah siswa pada ke-4 jurusan sebanyak 277 orang, dengan rincian; siswa pria sebanyak 159 orang dan  siswi perempuan sebanyak 86 orang. Rombongan belajar sebanyak 17 orang. Guru bertugas sebagai tenaga pendidik dan tenaga administrasi. Guru sebagai pendidik, bertugas memberikan pengajaran kepada peserta didik, sebagai tenaga administrasi, guru melakukan proses administrasi. Proses administrasi berupa membuat pelaporan hasil evaluasi kehadiran, hasil pembelajaran, perangkingan peserta didik.  Permasalahannya adalah proses evaluasi menyita waktu, apalagi jika siswa yang dievaluasi jumlahnya banyak dan menggunakan cara manual. Oleh sebab itu diperlukan proses evaluasi berbasis digital. Proses ini  memerlukan kompetensi tambahan, dalam menyusun laporan evaluasi hasil pembelajaran tersebut. Sayangnya tugas ini tidak didukung oleh kemampuan guru mengolah data berbasis digital, oleh sebab itu guru perlu diberikan keterampilan untuk meningkatkan  kompetensinya dalam membuat laporan evaluasi, seperti membuat penilaian harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir  mata pelajaran, evaluasi akhir semester, perangkingan dan membuat roster anti bentrok dalam kegiatan PKM ini. Hasil pelatihan diperoleh bahwa kompetensi mitra meningkat dari hasil evaluasi pre-test dari posisi nilai sebesar 41,66 ke hasil evaluasi post-test dengan nilai sebesar 96,67. Tingkat kepuasan dengan indeks persepsi, berada pada rentang 4,0 sampai dengan 4,83 dengan kategori sangat memuaskan. Tingkat partisipasi mitra 100% diukur dari kehadiran yang menunjukkan mitra sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Analisa Perhitungan Pathloss Propagasi Gelombang Radio Outdoor Menggunakan Model Hata dan Model Cost 231 Pada Jaringan 3G Telkomsel Lhokseumawe Amir D; Naziruddin; Jamaluddin; Ariefin; Halim Saini
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem that arises in wireless communications is how to predict the transmission channel attenuation between Tx transmitters and Rx receivers that have different channel characteristics. This research explains the results of comparing the Hata empirical model with the Cost 231 model. The empirical model is a prediction model for radio wave attenuation used by engineers in the field without the use of experimental equipment. The aim of this research is to determine the accuracy of the calculation results in the two models. Three locations were used as research samples, namely Darussalam Road, Samudera Baru Road and Gudang Baru Road. The third locations have different distances and BTS. The standard deviation shows the amount of deviation from the average distribution of the predicted data group. Based on the prediction results at the three locations, the Cost 231 model produces larger predicted pathloss calculations compared to the Hata model, the average value of the pathloss prediction of the Cost 231 model is 260.47 dB and the Hata model is 196.46 dB, the difference between the two calculation results is 64.01. The empirical Cost 231 model gives a standard deviation of the mean distribution of 13.59, while the Hata model gives a standard deviation of 0.56 of the mean distribution of the calculated values.
Perbandingan Akurasi Algoritma Principal Component Analysis Dengan Algoritma Convolutional Neural Network Dalam Pengenalan Wajah indrawati; ismi amelia; Guntur Syahputra3; alfa nerfsiha; Amir D
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facial recognition technology is used in various fields such as criminal identification, security purposes, finding missing people, diagnosing diseases, forensic investigations, identifying people on social media platforms, opening mobile phones, access control of meeting rooms, bank vaults. This paper presents a performance comparison between PCA and CNN algorithms. The aim of this research is to test the classification and compare the accuracy of PCA and CNN algorithms in face recognition. The method is to test the classification of Euclidean distance weights and compare performance tests which include; precision, recall and accuracy. The results showed that the accuracy of the PCA algorithm predicted TP by 100%, while the CNN algorithm predicted TP by 82%, while FN predicted 0. The recall performance on the PCA algorithm predicted TP by 100%, while on the CNN algorithm the recall performance predicted TP by 82%. Accuracy in the PCA algorithm is known that the TP prediction result is 100%, where TN, FN and FP are 0, while the accuracy performance in the CNN algorithm, TP is 82%, FN is 18%, TN and FP are 0.