Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan antara pola asuh demokratis dengan kemandirian pada anak prasekolah Alia Nanda Rumekti; Eka Oktavia; Erin Rizkiana
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan kebutuhan asih yang hendaknya dimiliki oleh anak usia prasekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian adalah pola asuh. Pola Asuh Demokratis membantu orang tua memperlakukan anak sesuai tingkat perkembangannya, memahami keinginan anak, memiliki harga diri tinggi, kematangan psikologi sosial, kemandirian, dan mampu bergaul dengan teman. Kemandirian mempengaruhi kinerja, pencapaian tujuan hidup, prestasi, kesuksesan, dan penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan kemandirian pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini orang tua anak berusia 3-6 tahun yang bersekolah di KB-TKIT Anak Sholeh Bantul Yogyakarta sejumlah 196 orang dan sampel sebanyak 132 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 125 responden dalam penelitian ini menerapkan pola asuh demokratis dan sebanyak 7 responden tidak menerapkan pola asuh demokratis. sebanyak 126 anak dari responden dalam penelitian ini memiliki kemandirian dan sebanyak 6 anak dari responden cenderung tidak memiliki kemandirian. Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh demokratis dengan kemandirian pada anak prasekolah di KB-TKIT Anak Sholeh Bantul Yogyakarta.
Hubungan lama penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial anak usia prasekolah di TK Masyithoh Ngasem Bantul Tahun 2023 Nova Galih Saputri; Anggit Eka Ratnawati; Eka Oktavia
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan penggunaan smartphone terbanyak. Rasa takut anak usia prasekolah untuk berinteraksi dengan teman sebaya dapat membuat mereka menjadi kurang percaya diri dan cenderung menutup diri, serta menghindari pergaulan sehingga dapat menyebabkan dampak negatif dalam perkembangan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial anak usia prasekolah. Metode jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi anak usia prasekolah usia 5-6 tahun di TK Masyitoh Ngasem Bantul 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling didapat sampel 66 orang. Instrumen yang di gunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan chi square. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, kemampuan interaksi sosial anak usia prasekolah di TK Masyitoh ngasem kategori baik sebanyak sembilan orang (13,6%), kategori cukup sebanyak 19 orang (28,8%), dan kategiri kurang sebanyak 38 orang (57,6%). Hasil analisis menggunakan chi squre di peroeh 0,002< α 0,05. Sehingga ada hubungan lama penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial anak usia prasekolah di TK Masyithoh Ngasem Bantul tahun 2023.
Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Tahun 2023 Yesi Oktavia; Eka Oktavia; Margiyati Margiyati
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 6 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu nifas mengalami 3 adaptasi, yaitu fase taking in, taking hold dan letting go. Fase taking hold membuat ibu lalai merawat tali pusat secara benar. Survey yang dilakukan di PMB Appi Ammelia dengan 10 ibu nifas, ada 2 ibu nifas merawat tali pusat dengan di tambahkan bedak, dengan kassa diberi alkohol dan bedak 4 orang, dan 4 orang ibu nifas sudah mengetahui perawatan tali pusat pada bayinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia tahun 2023. Metode : Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi berjumlah 60 ibu nifas, sampel 52 ibu nifas, teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan menggunakan instrumen kuisioner. Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia katagori baik 42 (80,8%), katagori cukup 5 (9,6%), dan katagori kurang 5 (9,6%). Sehingga terdapat tiga tingkatan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi di PMB Appi Ammelia yaitu baik, cukup, dan kurang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KUNJUNGAN K4 ANC DI PUSKESMAS SEWON II TAHUN 2022 Gensri Handayani; Arlina Azka; Eka Oktavia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i11.700

Abstract

Kunjungan K4 merupakan pelayanan antenatal care selama kehamilan pada periode trimester III. Pelayanan K4 bertujuan mendeteksi gangguan ataupun kelainan semasa kehamilan guna meminimalisir risiko kematian ibu dan bayi. Di tahun 2021 Puskesmas Sewon II memiliki capaian K4 terendah sebesar (74,6%). Rendahnya kunjungan ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kunjungan Antenatal Care diantaranya umur, paritas, pendidikan, pekerjaan dan kepemiikan Jaminan Kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian kunjungan K4 Antenatal care ibu hamil di Puskesmas Sewon II tahun 2022. Penelitian menggunakan metode Kuantitatif analitik observasional desain case control dengan populasi 592 responden. Teknik simple random sampling dan sample sebesar 48 responden, 24 kasus dan 24 kontrol, instrument berupa form pengumpulan data dan dianalisis menggunakan Uji Chi-square dan Uji Fisher. Hasil penelitian terdapat hubungan antara kunjungan K4 dengan umur (p=0,048) dan paritas (p=0,000), dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,701), pekerjaan (p=0,079) dan kepemilikan JKN (p= 0,701). Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara umur dan paritas dengan kunjungan K4, namun tidak ada hubungan antara Pendidikan, pekerjaan dan kepemilikan JKN dengan kunjungan K4.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Lama Persalinan Kala Ii Di Klinik Widuri Sleman Tahun 2023 Dinik Novia Dewi; Desi Darmawati; Eka Oktavia
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 07 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i07.1036

Abstract

Persalinan lama dapat menyebabkan infeksi,kehabisan tenaga,dehidrasi, dan perdarahan post partum yang dapat menyebabkan kematian ibu. Kala II merupakan tahap yang membutuhkan energi yang besar dalam suatu persalinan. Seorang ibu berusaha mengeluarkan bayinya dengan mengikuti kontraksi yang kuat sehingga memungkinkan ikut berperan aktif. Perasaan positif dan partisipasi aktif ibu bersalin, membuat kondisi kejiwaan ibu lebih tenang, yang sangat mendukung kelancaran persalinan dan tidak menyebabkan stres pada bayi. Hal ini dapat difasilitasi melalui dukungan dari suami saat proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk engetahui Hubungan Dukungan Suami Terhadap Lama Persalinan Kala II di Klinik Bersalin Pratama Widuri Sleman Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Klinik bersalin pratama widuri yang didampingi oleh suaminya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 24 responden. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar partograf.Hasil penelitian dianalisa melalui Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menggunakan Uji Rank Spearman yang diperoleh yaitu p value = 0,001 hal ini berarti p<0,05, maka Ho ditolak yang berarti Terdapat Hubungan antara Dukungan Suami dengan Lama Persalinan Kala II. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Dukungan Suami berpengaruh Terhadap Lama Persalinan Kala II.
Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 Isne Susanti; Nesya Meylita Salva Putri; Eka Oktavia
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i2.947

Abstract

Breast milk is a natural food for newborns that can influence their growth and development. Breast milk is given without any additives to babies from zero to six months of age. The WHO recommends exclusive breastfeeding from zero to six months of age, but implementation remains uneven in some regions. According to the Indonesian Ministry of Health, national exclusive breastfeeding coverage in 2022 was 67.96%, below the RPJMN target of 70%. In the Special Region of Yogyakarta (DIY) Province, the figure reached 76.8% in 2022, with Yogyakarta City having the lowest achievement compared to other regencies. This results in suboptimal breast milk production. To increase breast milk production in mothers, oxytocin massage techniques can be used.. This method was chosen because it is non-pharmacological, easy to do and proven to be able to stimulate the hormone oxytocin. easy to do and proven to be able to stimulate the hormone oxytocin. This study aims to determine the effectiveness of oxytocin massage in influencing breast milk production in postpartum mothers at Nur Hidayah Hospital. Quantitative research method with quasi-experimental design, Respondents were 30 people obtained through accidental sampling. Data collection used a directed observation sheet and measuring cup (cc). The results of the Independent Sample T Test analysis showed a significance value of 0.001 (p <0.05) meaning that there is effectiveness of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers on days 1-3. The conclusion of the study is that there is effectiveness of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers on days 1-3.
Kegiatan sekolah pranikah adaptif untuk mempersiapkan calon ibu sehat fisik dan mental dalam menghadapi transisi kehamilan Sarif Febriandi; Eka Oktavia; Elsa Adawiyah Siregar; Nasa Sintia
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i4.3638

Abstract

Background: The transition toward pregnancy is a sensitive phase for prospective brides, requiring thorough preparation to prevent risks such as stunting, birth defects, and maternal or infant mortality. However, conditions in the field reveal a gap in understanding and low awareness among prospective brides in Karang Hamlet regarding self-screening and meeting preconception nutritional needs. Purpose: To enhance the physical and mental readiness of prospective brides for pregnancy through adaptive pre-marital education. Method: The activity was conducted in Karang Hamlet, Singosarean Village, on Saturday, November 18, 2025, at 13:00 WIB. The aim of this community service initiative was to educate prospective brides on pregnancy readiness. The activity involved 40 participants and utilized an interactive counseling approach. Education focused on mental strengthening through stress management training, building confidence in fetal care, and emphasizing the importance of emotional support from family. Questionnaires assessing preconception readiness and perceptions of the counseling session were administered before (pre-test) and after (post-test) the educational activity. Evaluation was carried out by comparing pre-test and post-test scores to provide a descriptive overview of the activity's outcomes. Results: The study showed that the mean age of respondents was 25.10 years (SD ±5.70 years), with the largest proportion (60.0%) falling within the 21–35 age range. Most respondents were unmarried (70.0%), held a high school education as their highest qualification (75.0%), and were self-employed (37.5%); the majority (55.0%) had previously received pre-marital education. Evaluation results demonstrated the intervention's success, evidenced by a significant increase in the mean preconception readiness score from 2.37 to 2.83 points. Conclusion: The Adaptive Pre-marital School program proved highly effective in enhancing the physical and mental readiness, as well as the positive clinical perceptions, of prospective mothers. Increased preconception readiness, coupled with high motivation to receive education, yielded positive outcomes and created opportunities to integrate stunting prevention and the promotion of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) within the community. Suggestion: Future community service programs should implement a longitudinal monitoring scheme to ensure long-term behavioral consistency. Furthermore, educational approaches must be designed to be highly personalized to accommodate the diverse backgrounds and unique characteristics of the respondents. Keywords: Adaptive pre-marital school; Mental readiness; Preconception readiness; Pregnancy; Prospective mothers Pendahuluan: Masa transisi menuju kehamilan merupakan fase sensitif bagi calon pengantin wanita yang memerlukan persiapan matang guna mencegah risiko stunting, cacat lahir, hingga kematian ibu dan anak. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman dan rendahnya kesadaran calon pengantin di Padukuhan Karang mengenai skrining mandiri serta pemenuhan gizi prakonsepsi. Tujuan: Untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon pengantin wanita melalui edukasi pranikah adaptif dalam menghadapi kehamilan. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Padukuhan Karang, Kalurahan Singosarean pada hari Sabtu, 18 November 2025 pukul 13:00 WIB. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesiapan calon pengantin wanita dalam menghadapi kehamilan. Kegiatan ini melibatkan 40 orang sebagai responden yang dilakukan dengan pendekatan konseling interaktif. Edukasi berfokus pada penguatan mental melalui pelatihan manajemen stres, membangun kepercayaan diri dalam merawat janin, serta menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga. Kuesioner kesiapan prakonsepsi dan persepsi terhadap kegiatan penyuluhan, diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan nilai kuesioner antara pre-test terhadap post-test untuk menggambarkan secara deskriptif dari hasil kegiatan. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 25.10 tahun dengan standar deviasi ±5.70 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 21–35 tahun yaitu sebesar 60.0%. sebagian besar responden belum menikah yaitu sebesar 70.0%, mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 75.0%, sebagian besar responden memiliki profesi sebagai wiraswasta yaitu sebesar 37.5% dan mayoritas responden pernah mendapatkan edukasi pranikah yaitu sebesar 55.0%. Hasil evaluasi menunjukkan adanya keberhasilan intervensi yang ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai kesiapan prakonsepsi secara signifikan dari 2.37 poin menjadi 2.83 poin. Simpulan: Program Sekolah Pranikah Adaptif terbukti sangat efektif meningkatkan kesiapan fisik, mental, serta persepsi klinis positif calon ibu. Peningkatan kesiapan prakonsepsi dengan motivasi tinggi dalam menerima edukasi juga memberikan dampak positif serta membuka peluang integrasi pencegahan stunting dan penguatan PHBS di masyarakat. Saran: Pelaksanaan program pengabdian berikutnya perlu menerapkan skema pemantauan longitudinal guna memastikan konsistensi perilaku jangka panjang. Selain itu, pendekatan edukasi wajib dirancang jauh lebih personal untuk merespons tingginya variasi latar belakang serta karakteristik unik para responden