Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Presiden Jokowi Berdasarkan Filsafat Astabratha Dalam Cerita Pewayangan Wahyu Makutharama Sajian Ki Gatot Wicaksono Moch. Ilham Noer Sunan; Primahesti Gitri Zuhudia; Muhammad Rofih Akbar
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 09 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i09.653

Abstract

Gaya kepemimpinan tiap presidan memiliki model yang berbeda-beda, filsafat Astabratha yang memuat ajaran-ajaran yang baik dan bijak sebagai seorang pemimpin, sering dipentaskan dalam pementasan wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutharama. Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang telah berkuasa selama dua periode di Indonesia banyak menerapkan ajaran filsafat Astabratha dalam setiap tindakan, pembuatan program dan perumusan kebijakan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan objektif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa tulisan yang menganalisa penerapan dan keterikatan Presiden Jokowi selama memimpin Indonesia dengan ajaran filsafat Astabratha, Berdasarkan literatur dan sajian pewayangan Ki Gatot Wicaksono mengenai delapan unsur alam yang ada dalam ajaran filsafat Astabratha, yaitu matahari, rembulan, bintang, mendung, angin, api, samudera, dan bumi. Presiden Jokowi telah menerapkan delapan unsur tersebut dari setiap tindakan dan kebijakan yang telah diimplementasikan.
Proses Pemberdayaan Masyarakat Pada Home Industry Kain Sablon di Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi Moch. Ilham Noer Sunan; Vivin Dian Kartikasari; Budhy Santoso; Evi Wulandari; Nina Safitri; Primahesti Gitri Zuhudia
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 04 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi merupakan kabupaten di Jawa Timur yang memiliki ketahanan pembangunan ekonomi masyarakat. Selain itu, Banyuwangi mengalami masalah sosial ekonomi akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yakni pengangguran. Pengangguran tersebar di berbagai desa, salah satunya Desa Temuasri Kecamatan Sempu. Usaha Home Industry Kain Sablon menjadi pilihan media pemberdayaan yang dibentuk masyarakat Desa Temuasri atas inisiatif inisiator untuk meningkatkan keberfungsian sosial, menumbuhkan kemandirian, dan memperbaiki ketidakstabilan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pelaku Home Industry Kain Sablon. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik pengumpulan data observasi non-partisipasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis datanya dimulai dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pelaku Home Industry Kain Sablon dilakukan dengan menerapkan pelatihan-pelatihan kegiatan produksi secara internal seperti pelatihan menyablon, membatik, dan menjahit. Selain itu diterapkan sistem kerja yang menciptakan lapangan pekerjaan, memperbaiki kondisi ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulannya, proses pemberdayaan masyarakat Desa Temuasri pada Home Industry Kain Sablon berjalan efektif dan berdampak pada tercapainya keberdayaan serta kesejahteraan masyarakat pelakunya.
Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak Dalam Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2018 di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember Moch. Ilham Noer Sunan; Meilina Ulfa; Arif Arif; Debby Andrean Ady Mahardika; Primahesti Gitri Zuhudia
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.4268

Abstract

Implementasi Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Perlindungan Anak merupakan salah satu ketetapan perintah Desa Panduman sebagai upaya dalam mencegah, menekan, dan mengatasi fenomena pelanggaran anak yang terjadi di Desa Panduman seperti banyaknya anak yang putus sekolah, pernikahan dini, kekerasan terhadap anak, pekerja anak, dan juga stunting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun ketiga program tersebut diantaranya ialah Program Sanggar Merdeka, Program Forum Anak, dan Program Rumah Desa Sehat. Selanjutnya, adapun dalam pengumpulan data penelitian di lapangan peneliti menggunakan tiga teknik kualitatif yakni observasi secara langsung, wawancara semi tertsruktur, dan juga studi dokumentasi. Fokus pada ranah analisis dalam mengkaji implementasi peraturan desa, disini peneliti penggunakan teori model implementasi menurut Van Matter and Van Horn(2016) mengemukakan bahwasanya dalam menganalisis sebuah implementasi kebijakan peraturan desa dapat dilihat melalui enam indikator yakni ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya yang terlibat, para pelaksana kebijakan, responsifitas para pelaksana dan masyarakat, pola komunikasi, kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan juga politik. Secara garis besar, analisa kebijakan yang dilakukan melalui ketiga program menggambarkan bahwasanya ketiga program mampu memenuhi beberapa indikator capaain keberhasilan kebijakan sehingga dapat memberikan perubahan peningkatan kesejahteraan anak terutama dalam ranah pemenuhan hak dan kebutuhan mereka.