Asmirayanti Asmirayanti, Asmirayanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PUTUSAN HAKIM NOMOR: 284/Pdt.G/2015/PA.Prg TENTANG AHLI WARIS PENGGANTI Rukiah, Rukiah; Saidah, Saidah; Asmirayanti, Asmirayanti
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 2 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.565 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i2.434

Abstract

Abstrak: Ahli waris pengganti atau biasa disebut mawali adalah ahli waris yang meninggal terlebih dahulu dari pewaris maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 185 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pokok masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana putusan hakim Nomor: 284/Pdt.G/2015/PA.Prg dalam menetapkan bagian masing-masing ahli waris pengganti. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedudukan ahli waris pengganti dalam sistem kewarisan Islam dan sistem kewarisan adat di Kabupaten Pinrang, ialah tidak dikenal adanya sistem pergantian bagi ahli waris yang meninggal terlebih dahulu dari pewaris. (2) Kedudukan ahli waris pengganti dalam sistem kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam yaitu ahli waris yang meninggal terlebih dahulu dari si pewaris, kedudukannya hanya dapat di gantikan oleh anaknya atau cucu dari si pewaris berdasarkan pasal 185 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam (KHI) pergantian tempat dalam kewarisan hanya berlaku pada garis keturunan lencang ke bawah dan seterusnya. (3) Terdapat kekeliruan majelis hakim dalam memutuskan bagian ahli waris dan ahli waris pengganti dalam perkara Nomor: 284/Pdt.G/2015/PA.Prg.
ANALISIS PUTUSAN HAKIM NOMOR: 284/Pdt.G/2015/PA.Prg TENTANG AHLI WARIS PENGGANTI Rukiah, Rukiah; Saidah, Saidah; Asmirayanti, Asmirayanti
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 2 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.565 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v15i2.434

Abstract

Abstract: The heir of the successor or commonly called mawali is the heir who died first from the heir so his position can be replaced by his son. This is as regulated in Article 185 of the Compilation of Islamic Law (KHI). The subject matter in this paper is how the judge's verdict Number: 284 / Pdt.G / 2015 / PA. Prg in determining the respective part of the successor heirs. The findings of the study indicate that (1) The position of the surrogate heirs in the Islamic inheritance system and the customary inheritance system in Pinrang Regency is no known change of system for the heirs who died prior to the heir. (2) The position of the replacement heirs in the inheritance system according to the Compilation of Islamic Law of the heirs who died prior to the heir, his position can only be replaced by his son or grandson of the heir under Article 185 paragraph (1) Compilation of Islamic Law (KHI) a change of place in inheritance applies only to a downward line of descent and so on. (3) There is a mistake by the panel of judges in deciding on the part of the heirs and the surrogate heirs in the case Number 284 / Pdt.G / 2015 / PA.Prg.