Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tipe Proses Pada Lirik Sutra Kematian Suku Tionghoa Penganut Buddha Mahayana Nike Ardila Ndruru; T. Kasa Rullah Adha; Jessy
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4238

Abstract

Lirik sutra kematian dalam tradisi masyarakat Tionghoa penganut Buddha Mahayana merupakan bentuk teks religius yang tidak hanya berfungsi sebagai media ritual, tetapi juga merepresentasikan nilai spiritual, keyakinan, dan pandangan filosofis mengenai kematian serta pembebasan. Kajian terhadap struktur kebahasaan dalam teks sutra penting dilakukan untuk memahami bagaimana pengalaman spiritual dikonstruksi melalui bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe proses yang terdapat dalam lirik sutra kematian suku Tionghoa penganut Buddha Mahayana berdasarkan perspektif Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) Halliday. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa tiga teks lirik sutra kematian, yaitu Hui Siang Chi, Can Fo Cie, dan Ta Ah Mi Tho Can, yang dianalisis berdasarkan sistem transitivitas dalam teori LSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima tipe proses, yaitu proses material, relational, existential, behavioral, dan mental dengan total 26 data. Proses material menjadi tipe yang paling dominan sebanyak 13 data (50%), diikuti proses relational sebanyak 5 data (19%), existential sebanyak 4 data (15%), behavioral sebanyak 3 data (12%), dan mental sebanyak 1 data (4%). Dominasi proses material menunjukkan bahwa lirik sutra banyak menggambarkan tindakan spiritual seperti penyelamatan, pembimbingan arwah, dan perjalanan menuju alam suci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik sutra kematian Buddha Mahayana merupakan teks religius yang mengonstruksi pengalaman spiritual melalui berbagai proses kebahasaan serta menjadi media penyampaian ajaran, refleksi batin, dan pemaknaan terhadap kehidupan serta kematian.