Imam Sucipto
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAHAM INKAR AS-SUNNAH DAN PROPAGANDANYA TENTANG HADIS NABI SAW (STUDI KRITIS TERHADAP PANDANGAN INKAR AS-SUNNAH TENTANG KEDUDUKAN DAN KEHUJJAHAN HADIS NABI SAW) Faridi Faridi; Imam Sucipto; Engkos Kosasih
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 5, No 1 (2023): JSHN VOL 5 NO 1 JUNI 2023
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v5i1.15032

Abstract

This research aims to answer the accusations of the Inkar as-Sunnah who rejectthe hadiths of the Prophet, either in whole or in part. This study used the libraryresearch method by tracing and examining the books of scholars, journal articles,youtube etc. There are two very basic doubts argued by munkiru as-Sunnah inaccording with this problem; namely first, the inauthenticity of hadith since it hadbeen only written after the Prophet Muhammad died, so that they only adhered tothe Qur’an as a source of Islamic teachings and second, the rejection of hadithĀhād for its poorness of trustworthy. These two doubts are answered, first by thefact that some of the Prophet's companions had written hadith since he still alive.Meanwhile, the following doubts are disputed by the validity of religious teachings,even though only conveyed by one or two men.
Implementasi Kaidah Sadd al-Żarī’ah dan Ḥifẓ al-Nafs pada Hadis : Memadamkan Api Sebelum Tidur Cep Irpan Alip Mukarom; Imam Sucipto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.3213

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kaidah sadd al-żarīʿah (menutup jalan menuju mafsadat) dan prinsip maqāṣid ḥifẓ al-nafs (perlindungan jiwa) dalam penafsiran hadis anjuran memadamkan api sebelum tidur. Tujuan penelitian adalah menjelaskan apakah hadis tersebut sekadar berfungsi sebagai imbauan keselamatan yang kontekstual atau dapat diposisikan sebagai instrumen preventif yang tetap relevan dalam rumah tangga Muslim kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan yang menelaah literatur klasik dan kontemporer tentang uṣūl al-fiqih, maqāṣid al-syarīʿah, serta syarah hadis terkait keselamatan domestik dan etika tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sadd al-żarīʿah berperan sebagai metode pencegahan dengan menutup sarana mubah yang berpotensi kuat menimbulkan bahaya, sementara ḥifẓ al-nafs menjadi landasan normatif untuk memprioritaskan keselamatan jiwa di atas aspek formal-ritual. Hadis yang diteliti dinilai berderajat ṣaḥīḥ dari sisi sanad dan dipahami para pensyarah sebagai bimbingan non-ritual yang berorientasi pada pencegahan bahaya kebakaran di rumah. Dalam konteks modern dengan penggunaan listrik dan standar keselamatan baru, perintah memadamkan api sebelum tidur lebih tepat dipahami sebagai sunnah yang lentur untuk mendorong mitigasi risiko dan kualitas tidur yang sehat, bukan kewajiban yang kaku. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pendekatan maqāṣid dalam penafsiran hadis agar tuntunan kenabian tetap aktual di tengah perubahan teknologi dan sosial