Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDEKS DMF-T BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS V DAN VI SD Anses Warman; Eriyati Eriyati; Ika Ifitri; Arnetty Arnetty
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4516

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum diseluruh dunia yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum). Indikator karies gigi adalah penentu keadaan gigi geligi permanen seseorang yang pernah mengalami kerusakan, hilang, perbaikan yang disebabkan oleh karies gigi, indikator ini bisa menggunakan Indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Tooth). Menurut teori perempuan memiliki resiko karies yang lebih tinggi daripada laki-laki. Tujuan: untuk mengetahui rata-rata Indeks DMF-T berdasarkan jenis kelamin. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling yang mengambil populasi tertentu. Hasil: di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek berdasarkan jenis kelamin pada murid kelas V dan VI didapatkan rata-rata Indeks DMF-T Perempuan 3,1 (kriteria sedang), rata-rata  Indeks DMF-T laki-laki 1,8 (kriteria rendah), Sedangkan rata-rata Indeks DMF-T Murid Kelas V dan VI adalah 2,3 (kriteria rendah). Kesimpulan dan Saran: Setiap anak perempuan memiliki 0-3 gigi mengalami karies dan anak laki-laki memiliki 0-2 gigi mengalami karies. Setiap Murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah memiliki 0-2 gigi mengalami karies, Disarankan kepada murid Kelas V dan VI SDN 01 Tangah untuk melakukan perawatan gigi berlubang ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi makanan manis dan melekat, menyikat gigi 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Menerapkan kebiasaan berkumur-kumur setelah mengkonsumsi makanan manis dan melekat serta memeriksakan kesehatan gigi dan mulut minimal 1 x 6 bulan.
Hubungan Kebersihan Gigi Dan Mulut Dengan Status Gingiva Pada Siswa Umur 15 Tahun Di Sman 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan Eriyati Eriyati; Yustina Sriani; Aflinda Yenti; Aljufri Aljufri; Aliya Nafiah Putri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.7118

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut harus dijaga agar terhindar dari berbagai macam penyakit gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya inflamasi gingiva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebersihan gigi dan mulut dengan status gingiva pada siswa umur 15 tahun SMAN 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswa umur 15 tahun SMAN 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan berjumlah 169 orang dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Cara Pengumpulan data dengan pemeriksaan indeks PHP dan indeks gingiva. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan angka kebersihan gigi dan mulut pada kriteria sedang 43,8%, baik 40,1%, buruk 13,6% dan sangat baik 2,5%. Status Gingiva berkriteria Peradangan ringan 53,1%, sedang 40,1%, sehat 4,3% dan pada peradangan berat 2,5%. Hasil uji chi-square didapatkan nilai sig 0.0000.05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan gigi dan mulut dengan status gingiva pada siswa umur 15 tahun SMAN 1 Pancung Soal. Disarankan kepada siswa untuk menyikat gigi 2x sehari pada waktu pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur, mengurangi mengkonsumsi makanan manis dan melekat, serta siswa yang mengalami peradangan berat datang ke fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk melakukan pembersihan karang gigi. Kata kunci: Kebersihan Gigi dan Mulut, Status Gingiva, Indeks PHP, Gingiva Indeks, Remaja