Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PELAYANAN PROMOTIF PREVENTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA PUSKESMAS DI KOTA BUKITTINGGI Arnetty, Arnetty
Menara Ilmu Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 74, Januari 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i74.1287

Abstract

Depkes RI menetapkan bahwa salah satu upaya pencapaian derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi masyarakat adalah dengan menekan prevalensi kasus kesehatan gigi dan mulut. Target nasional kunjungan poli gigi 4% dan jumlah penduduk. Puskesmas Kota Bukittinggi pada tahun 2015 jumlah kunjungan baru kesehatan gigi dan mulut berkisar 3,7 % dari jumlah penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut pada Puskesmas di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam dan melakukan triangulasi sumber dan metoda serta melakukan telaah dokumen. Infomen dalam penelitian ini adalah dokter gigi dan perawat gigi dari 7 Puskesmas yang ada di Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas dan petugas Puskesmas lainnya serta masyarakat sebagai pasien penerima pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan komponen input proses dan output Hasil penelitian menyatakan bahwa pada aspek Input untuk SDM Puskesmas telah memiliki kompetensi dan jumlah yang cukup, sarana prasarana masih belum memadai karena beberapa alat yang rusak dan gedung masih belum memenuhi standar,dana operasional kesehatan lancar namun dana belum mengkoordinir semua kegiatan, dana pelatihan SDM Puskesmas belum tersedia. Aspek Proses untuk pelayanan promotif preventif kurang terlaksana, preventif dalam gedung dengan adanya retribusi untuk pelayana, Aspek Output menyatakan ada beberapa masyarakat yang mengeluhkan pelayanan preventif di poli gigi Puskesmas Kota Bukittinggi. Kesimpulan pada penelitian ini belum ada pemegang program kesehatan gigi dan mulut pada Dinas Kesehatan yang rnenyebabkan belum terlaksana monitoring dan evaluasi. Saran dipandang perlunya perbaikan perencanaan dan pengorganisasian, pembangunan sarana dan peralatan penyediaan ketenagaan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaksana program untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Daftar Kepustakaan : 32 (1980-20 12) Keywords : Program Kesehatan Gigi dan Mulut, Mulut Pelayanan , Pelayanan Promotif Preventif
PENGARUH BERKUMUR DENGAN LARUTAN MADU TERHADAP pH SALIVA PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI BUKITTINGGI Anses Warman; Arnetty Arnetty; Nova Herawati
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 4 (2019): Vol 1 No 4 Edisi 1 Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.303 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i4.179

Abstract

Saliva is biological layer that covers the entire surface of the tissues in oral cavity, the functionof saliva is to keep balance the oral cavity especially for the cause decaying teeth. Honey is important in health science specially in dental and mouth health. High mineral in honey can balancing the pH which potentially become alkali. The purpose of this research is to know the effect of gargling by honey liquid towards students saliva ofdental nursing department of Bukittinggi.This is experiment research, the number of sampel 50 participant from students dental nursing department in third semester. This research use random sampling technique. The data were obtained by observing and direct checking towards students dental nursing department. Result of this study showed that from 50 students in third semester sample 26 students ( 52 % ) have pH alkali saliva, 12 sample ( 24 % ) have pH acid and neutral. From the data above, the research did “ paired test ” and probably score 0.000 it mean it lower 0,05 ( p < 0,005 ). Conclusion of this study show there is effect of gargling by honey with pH saliva, so the people is recommended to consume honey to keep teeth and mouth
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS DALAM PLAK SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR AIR KELAPA HIJAU PADA PEROKOK DEWASA Anses Warman; Eriyati Eriyati; Ika Ifitri; Arnetty Arnetty
HUMAN CARE JOURNAL Vol 8, No 1 (2023): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v8i1.2381

Abstract

Dental and oral health problems that most people suffer from are dental caries, one of which can affect dental caries is plaque which is an ideal place for the growth of bacteria that can produce acid. The nicotine content in cigarettes can increase the growth of Streptococcus mutans bacteria in cavities. mouth, Green Coconut Water has antimicrobial properties so it can be used as an alternative mouthwash for adult smokers. This study aims to determine the differences in the growth of Streptococcus Mutans bacteria in plaque before and after gargling with green coconut water in adult smokers. The research design used was a quasy experiment, that is, giving the experimental group the treatment of gargling using green coconut water. The way of taking the sample is by random sampling. Statistical analysis of the Paired t test. α = 0.05. Conclusions from this study There is a significant difference in the growth of Streptococcus mutans bacteria in plaque before and after gargling green coconut water in adult smokers.
INDEKS DMF-T BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS V DAN VI SD Anses Warman; Eriyati Eriyati; Ika Ifitri; Arnetty Arnetty
Menara Medika Vol 6, No 1 (2023): VOL 6 NO 1 SEPTEMBER 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i1.4516

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum diseluruh dunia yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum). Indikator karies gigi adalah penentu keadaan gigi geligi permanen seseorang yang pernah mengalami kerusakan, hilang, perbaikan yang disebabkan oleh karies gigi, indikator ini bisa menggunakan Indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Tooth). Menurut teori perempuan memiliki resiko karies yang lebih tinggi daripada laki-laki. Tujuan: untuk mengetahui rata-rata Indeks DMF-T berdasarkan jenis kelamin. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling yang mengambil populasi tertentu. Hasil: di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek berdasarkan jenis kelamin pada murid kelas V dan VI didapatkan rata-rata Indeks DMF-T Perempuan 3,1 (kriteria sedang), rata-rata  Indeks DMF-T laki-laki 1,8 (kriteria rendah), Sedangkan rata-rata Indeks DMF-T Murid Kelas V dan VI adalah 2,3 (kriteria rendah). Kesimpulan dan Saran: Setiap anak perempuan memiliki 0-3 gigi mengalami karies dan anak laki-laki memiliki 0-2 gigi mengalami karies. Setiap Murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah memiliki 0-2 gigi mengalami karies, Disarankan kepada murid Kelas V dan VI SDN 01 Tangah untuk melakukan perawatan gigi berlubang ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi makanan manis dan melekat, menyikat gigi 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Menerapkan kebiasaan berkumur-kumur setelah mengkonsumsi makanan manis dan melekat serta memeriksakan kesehatan gigi dan mulut minimal 1 x 6 bulan.
PEMANFAATAN BUAH STROBERI SEBAGAI SERAT ALAMI DAN BERSIFAT SELF CLEANSING DALAM UPAYA PENGENDALIAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTAN UNTUK MENGURANGI TERBENTUKNYA PLAK GIGI PADA SDN DI KANAGARIAN AMPANG GADANG KABUPATEN AGAM Arnetty, Arnetty; Fitri, Ika
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.5053

Abstract

Berbagai program upaya kesehatan telah dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya adalah program pelayanan kesehatan gigi. Plak merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik intraseluler  . Salah satu jenis buah-buah yang digunakan sebagai pengobatan adalah buah stroberi Stroberi merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat untuk menghilangkan bau mulut, memutihkan gigi, mencegah karies dan sebagai antibakteri Katekin dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans melalui dua cara yaitu sebagai bakterisida dan menghambat proses glikosilasi bakteri Stroberi merupakan makanan yang bersifat tidak merangsang pemukaan plak melainkan sebagai pengendali debris alami atau sebagai pembersih alami pada permukaan gigi. Pembersih alami membantu menyingkirkan partikel-partikel makanan dan gula selama proses pengunyahan. Mengunyah buah stroberi mempunyai banyak keuntungan salah satunya secara mekanis, pada saat mengunyah buah stroberi terjadi gesekan antara permukaan gigi dengan serat yang terdapat dalam buah stroberi sehingga dapat menghilangkan debris pada permukaan gigi, kemudian aktivitas gigi dalam mengunyah buah stroberi akan merangsang sekresi saliva sehingga dapat membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan secara alami. Dengan mengadakan pengabdian kepada mitra pengabdian  yaitu murid SDN 15 Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam dengan tujuan menambah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, serta penggunaan buah stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demostrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar serta pelaksanaan mengunyah stroberi. Adapun hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitramengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut, manfaat stroberi untuk mencegah terjadinya karies gigi. Kata kunci : Plak Gigi, Stroberi, Mengunyah
UPAYA MENETRALISIR KEASAMAN pH SALIVA MELALUI TINDAKAN BERKUMUR AIR KELAPA HIJAU DALAM MENCEGAH TERJADINYA KARIES GIGI ANAK SEKOLAH DASAR Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Zulfikri, Zulfikri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i1.4918

Abstract

Karies gigi menjadi masalah besar dalam bidang kedokteran gigi dan harus diberikan perhatian yang lebih dalam praktik keseharian. Usia 6-12 tahun merupakan kelompok usia sekolah yang kritis bagi kesehatan gigi anak karena pada masa ini memasuki periode gigi bercampur. Gigi banyak mengalami masalah, misalnya gigi berlubang dan terjadi peradangan di sekitar gigi permanen yang akan erupsi. Air kelapa hijau mengandung tannin atau antidotum (anti racun) lebih banyak dibandingkan dengan jenis kelapa lainnya. Tannin bersifat antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri. Saat ini banyak sekali obat kumur yang beredar dipasaran dengan kandungan bahan kimia yang bersifat antibakteri. Obat kumur jenis ini banyak tersedia secara komersial untuk mengurangi bakteri penyebab karies dan penyakit periodontal, namun terkadang memiliki efek samping yang kurang menguntungkan.Tujuan berkumur adalah mempertahankan kebersihan rongga mulut, lidah dan gigi dari semua kotoran serta sisa makanan agar tetap sehat dan tidak berbau, salah satunya yaitu berkumur dengan air kelapa hijau untuk mencegah terjadinya pembentukan plak, karies dan penyakit periodontal. Perlu mengadakan pengabdian kepada mitra pengabdian  yaitu murid SDN 15 Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam dengan tujuan menambah pengetahuan tentang karies, cara sikat gigi yang baik dan benar serta penggunaan bahan herbal untuk mencegah terjadinya karies gigi. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demostrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar serta pelaksanaan berkumur air kelapa hijau. Adapun hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan mitra mengenai karies gigi, dapat melakukan sikat gigi yang baik dan benar serta  manfaat air kelapa sebagai bahan alami untuk berkumur-kumur. Kata kunci : Karies gigi, Air kelapa hijau, Berkumur
Oral Dental Health and Hygiene Maintenance for Pregnant Women at Taram Public Health Center in Lima Puluh Kota Regency Minarni Minarni; Zulfikri Zulfikri; Muhammad Faisal; Arnetty Arnetty
International Journal Of Health Science Vol. 2 No. 3 (2022): November: International Journal of Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v2i3.956

Abstract

Oral Health and Hygiene Maintenance for Pregnant Women at Taram Public Health Center in Lima Puluh Kota Regency. Hormonal changes in pregnant women cause various complaints, such as cravings, nausea, vomiting, including toothache as a result of neglecting oral hygiene. Changes in diet and habits of not maintaining oral hygiene due to fatigue, nausea and vomiting in some pregnant women can increase the risk of dental and oral diseases, which will affect the condition of their pregnancy. This type of research is descriptive with a sample size of 124 people taken by simple random sampling. The research was conducted at Taram Public Health Center in Lima Puluh Kota Regency. The data was collected by distributing questionnaires to determine the actions of pregnant women in maintaining oral hygiene, as well as conducting dental and oral hygiene checks based on the Oral Hygiene Index (OHIS-S). The results showed that oral health and hygiene maintenance for pregnant women in the work area of the Taram Public Health Center was good, but the oral hygiene are moderate. Based on research on 124 pregnant women in the working area of the Taram Public Health Center, it can be concluded that the oral dental and hygiene maintenance actions of pregnant women are mostly in the good category.
Differences In Teeth And Mouth Hygiene By Brushing Teeth Using A Mirror And Without A Mirror In Class V And VI Students Of SDN 12 Koto Tinggi Anses Warman; Arnetty Arnetty; Ika Ifitri
International Journal Of Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): March: International Journal of Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v4i1.3461

Abstract

Dental and oral diseases that are commonly found in Indonesia are dental caries and swollen gums. Children aged 10-14 years in West Sumatra experienced dental caries by 41.47% and swollen gums by 11.30% caused by plaque. Plaque prevention is done by brushing your teeth thoroughly and regularly. Mirror As a tool for brushing teeth can see the entire surface of the teeth so that maximum accuracy and cleanliness are obtained. This study aims to determine the difference between brushing teeth using mirror aids and without mirror aids in grade V and VI students of SDN 12 Koto Tinggi. Research method "quasi-experiment". The sample of this study was 36 people with inclusion criteria. The results showed dental and oral hygiene, brushing teeth using mirror aids amounted to 22.2% bad criteria and 77.7% good criteria, while without using a mirror 77.2% bad criteria and 22.7% good criteria. The result of the statistical test p value = 0.01 (P value < 0.05) means that there is a significant difference between brushing your teeth using a mirror and mirrorless aids. The conclusion in this study is that it helps reduce plaque numbers compared to without using mirror aids.
Hubungan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Karies Gigi pada Siswa SMPN 2 Bukittinggi Kecamatan Guguk Panjang Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Ifitri, Ika; Doni, Alsri Windra; Ponda, Aprizal; Susanti, Dewi; Zurianti, Renita Eka
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1871

Abstract

Dental caries is a disease that damages hard tooth tissue due to bacterial activity in the oral cavity which breaks down carbohydrates into acids, resulting in demineralization of hard tooth tissue which causes cavities. There are many factors that cause the process of dental caries, one of which is poor dental and oral hygiene because dental and oral hygiene is directly related to the occurrence of dental caries. The aim of the research was to determine the relationship between dental and oral hygiene and dental caries in students at SMPN 2 Bukittinggi. The research method is quantitative with an analytical research design and a cross sectional approach. The research population of all SMPN 2 Bukittinggi students was 920 students and the research sample was 240 students from class VII and VIII using a sampling technique, namely simple random sampling. The research results obtained from the Chi-square test show a p-value of 0.048, so the p-value is smaller than the alpha value (0.05). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between dental and oral hygiene and dental caries in students. It is recommended for students at SMPN 2 Bukittinggi to maintain oral hygiene by brushing their teeth twice a day, reducing consumption of sticky sweet foods and carrying out routine dental and oral examinations once every six months to avoid dental caries and other dental and oral diseases.
Effectiveness of storytelling and roleplay in improving oral hygiene knowledge and supporting nutritional health among elementary school students: A quasy experimental study Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Ifitri, Ika; Dinanti, Fadila Rahmat; Amiruddin, Amiruddin; Zurianti, Renita Eka
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 3 (2025): September
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i3.2657

Abstract

Poor oral hygiene among school-aged children can compromise food intake and contribute to nutritional problems including stunting, wasting, and underweight. However, few studies have explored active learning methods that integrate oral health education with its nutritional implications. This study evaluated the effectiveness of storytelling and roleplay in improving oral hygiene knowledge and their potential relevance to nutritional health promotion. A true experimental study with a pretest-posttest design on two intervention groups was conducted in December 2024 at State Elementary School 23, Kubang Putiah, Agam Regency, West Sumatra. Thirty-six students in grades III and IV were randomly assigned to either the storytelling or roleplay groups. Both groups received one week of structured counseling. Instrument validity and reliability were confirmed through expert review and Cronbach’s alpha testing (α > 0,80). Paired and independent t-tests were used at the 95% confidence level. Results indicated significant post-intervention knowledge gains in both groups (p < 0,001), with the roleplay group achieving a greater mean improvement (27,8 ± 1,77) than the storytelling group (19,5 ± 2,60; p < 0,001). Roleplay demonstrated superior effectiveness in enhancing children’s oral health literacy, which is essential for supporting school-based malnutrition prevention initiatives such as the School Health Unit (SHU) program and curriculum integration. Longitudinal studies are recommended to examine behavioral changes and their measurable impact on nutritional status.