Martien Herna Susanti
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAMPAK KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG JUJUR DAN BERINTEGRITAS DI SMA SEMESTA KOTA SEMARANG Eko Handoyo; Martien Herna Susanti
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v18i1.5721

Abstract

Hasil survei lembaga konsultan PERC yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling korup di antara 12 negara Asia. Belajar dari pengalaman negara lain yang relatif berhasil memberantas korupsi, selain aspek penegakan hukum (law enforcement) yang tidak kalah pentingnya adalah aspek pencegahan dalam bentuk Pendidikan Anti Korupsi (PAK). Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah: 1) Penguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalammewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang, 2) untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi padapenguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalam mewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang. Guna mencapai tujuan tersebut, maka dalam kegiatan ini dilakukan dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu: pertama, presentasi arti korupsi, ciriciri korupsi, bentuk-bentuk korupsi, sebab-sebab korupsi dan dampak korupsi. Kedua, penayangan film tentang korupsi. Ketiga, dialog tentang pendidikan anti korupsi dan lembaga-lembaga anti korupsi yang ada di Indonesia.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) pada Kelompok PKK Desa Maguan dalam Menyikapi Permasalahan Lingkungan Muhammad Yusuf I’thisom; Bagus Jatmika; Betty Dwi Agitarini; Martien Herna Susanti
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 2 (2023) : Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i2.47782

Abstract

Permasalahan sampah menjadi problematika yang dialami oleh berbagai daerah tidak terkecuali Desa Maguan. Masalah sampah memperparah resiko banjir di Desa Maguan karena kondisi geografi desa yang dilalui oleh aliran sungai. Selain itu, sektor pertanian yang masih bergantung pada pupuk kimia, untuk lingkungan kurang ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut memunculkan gagasan untuk melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pembekalan, kemampuan ibu-ibu PKK atau kader PKK dalam mengolah sampah rumah tangga yang ada di lingkungan menjadi pupuk organik cair (POC). Berdasarkan hasil pelatihan peserta menyatakan respon positif dilihat dari selama pelaksanaan kegiatan dan hasil angket evaluasi kegiatan.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI KOTA SEMARANG Martien Herna Susanti; Setiajid
Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif No. 1 (2023)
Publisher : Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hp.v1i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat dalam menyikapi keberagaman agama di Kota Semarang, strategi Pemerintah Kota Semarang dalam memelihara kerukunan antar umat beragama, dan kearifan lokal sebagai modal sosial dalam mengembangkan toleransi umat beragama di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, FGD, dan dokumentasi. Informan penelitian ini meliputi: ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa masyarakat memiliki kesadaran atas keberagaman masyarakat Kota Semarang yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai sebuah kearifan lokal. Persoalan intoleransi yang terjadi masih dalam batas wajar dan mampu diselesaikan melalui mediasi. Strategi pemerintah Kota semarang dalam memelihara kerukunan umat beragama dilakukan melalui pendekatan regulasi, budaya, dan memaksimalkan peran FKUB. Kearifan lokal sebagai modal sosial masyarakat meliputi dimensi kognitif atau kultural serta struktural. Modal sosial yang dimiliki masyarakat dalam kaitannya dengan toleransi tidak hanya mengikat (bonding) melainkan menjembatani (bridging). Kesimpulan penelitian, masyarakat memandang toleransi bukan semata-mata pengakuan dan penghormatan terhadap keyakinan, namun juga menuntut penghormatan terhadap individu-individu. Intoleransi yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor komunikasi dan faktor-faktor lain di luar keyakinan agama. Modal sosial berupa tradisi sebagai bentuk kearifan lokal telah terbukti menjadi pengikat rasa persaudaraan masyarakat Kota Semarang.
Menumbuhkan Spirit Toleransi Generasi Mileneal Dalam Mereduksi Isu Primordial Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kabupaten Semarang Setiajid Setiajid; Martien Herna Susanti; Slamet Sumarto; Rahel Gloria Pranoto
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2977

Abstract

In the 2024 elections, the use of social media is often used by a number of elites to spread the issue of primordialism based on ethnic, religious, and regional sentiments as a strategy to gain support. Partner problems: (1) the millennial generation's low knowledge about elections; and (2) the high potential for utilization of the millennial generation by participants in the 2024 General Election. The objectives of the service activities are: (1) to provide knowledge about the importance of the intelligent millennial generation in using their right to vote in the 2024 General Election, and (2) to provide awareness of the importance of the spirit of tolerance in reducing primordial issues in the 2024 elections. The method for implementing community education is in the form of socialization. The results of the activity showed that, after participating in the socialization, participants were able to understand the urgency of voting rights and detect hoax news and black campaign information that misled voters. The spirit of tolerance needs to continue to be developed in order to minimize primordial issues that have the potential to cause national disintegration. In conclusion, tolerance is important to ward off issues of primordialism which have a disintegrating impact.