Martien Herna Susanti
Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

DAMPAK KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG JUJUR DAN BERINTEGRITAS DI SMA SEMESTA KOTA SEMARANG Eko Handoyo; Martien Herna Susanti
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v18i1.5721

Abstract

Hasil survei lembaga konsultan PERC yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling korup di antara 12 negara Asia. Belajar dari pengalaman negara lain yang relatif berhasil memberantas korupsi, selain aspek penegakan hukum (law enforcement) yang tidak kalah pentingnya adalah aspek pencegahan dalam bentuk Pendidikan Anti Korupsi (PAK). Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah: 1) Penguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalammewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang, 2) untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi padapenguatan kesadaran kolektif dampak korupsi melalui pendidikan anti korupsi dalam mewujudkan generasi muda yang jujur dan berintegritas di SMA Semesta Kota Semarang. Guna mencapai tujuan tersebut, maka dalam kegiatan ini dilakukan dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu: pertama, presentasi arti korupsi, ciriciri korupsi, bentuk-bentuk korupsi, sebab-sebab korupsi dan dampak korupsi. Kedua, penayangan film tentang korupsi. Ketiga, dialog tentang pendidikan anti korupsi dan lembaga-lembaga anti korupsi yang ada di Indonesia.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) pada Kelompok PKK Desa Maguan dalam Menyikapi Permasalahan Lingkungan Muhammad Yusuf I’thisom; Bagus Jatmika; Betty Dwi Agitarini; Martien Herna Susanti
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 2 (2023) : Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i2.47782

Abstract

Permasalahan sampah menjadi problematika yang dialami oleh berbagai daerah tidak terkecuali Desa Maguan. Masalah sampah memperparah resiko banjir di Desa Maguan karena kondisi geografi desa yang dilalui oleh aliran sungai. Selain itu, sektor pertanian yang masih bergantung pada pupuk kimia, untuk lingkungan kurang ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut memunculkan gagasan untuk melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pembekalan, kemampuan ibu-ibu PKK atau kader PKK dalam mengolah sampah rumah tangga yang ada di lingkungan menjadi pupuk organik cair (POC). Berdasarkan hasil pelatihan peserta menyatakan respon positif dilihat dari selama pelaksanaan kegiatan dan hasil angket evaluasi kegiatan.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI KOTA SEMARANG Martien Herna Susanti; Setiajid
Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif No. 1 (2023)
Publisher : Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hp.v1i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat dalam menyikapi keberagaman agama di Kota Semarang, strategi Pemerintah Kota Semarang dalam memelihara kerukunan antar umat beragama, dan kearifan lokal sebagai modal sosial dalam mengembangkan toleransi umat beragama di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, FGD, dan dokumentasi. Informan penelitian ini meliputi: ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa masyarakat memiliki kesadaran atas keberagaman masyarakat Kota Semarang yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai sebuah kearifan lokal. Persoalan intoleransi yang terjadi masih dalam batas wajar dan mampu diselesaikan melalui mediasi. Strategi pemerintah Kota semarang dalam memelihara kerukunan umat beragama dilakukan melalui pendekatan regulasi, budaya, dan memaksimalkan peran FKUB. Kearifan lokal sebagai modal sosial masyarakat meliputi dimensi kognitif atau kultural serta struktural. Modal sosial yang dimiliki masyarakat dalam kaitannya dengan toleransi tidak hanya mengikat (bonding) melainkan menjembatani (bridging). Kesimpulan penelitian, masyarakat memandang toleransi bukan semata-mata pengakuan dan penghormatan terhadap keyakinan, namun juga menuntut penghormatan terhadap individu-individu. Intoleransi yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor komunikasi dan faktor-faktor lain di luar keyakinan agama. Modal sosial berupa tradisi sebagai bentuk kearifan lokal telah terbukti menjadi pengikat rasa persaudaraan masyarakat Kota Semarang.
Pendampingan PIRT sebagai Penguatan UMKM Kuliner di Dusun Eduwisata Kalipucung Kabupaten Semarang Martien Herna Susanti; Anandha Anandha; Niken Diah Paramita; Ihza Satria Mandala; Ilhan Satria Wirayudha; Anjelina Dwi Widiastuti
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6387

Abstract

This community service program aims to provide assistance in managing Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) as an effort to strengthen culinary Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) in Kalipucung Educational Tourism Hamlet, Semarang Regency. Kalipucung Hamlet is a fostered village that produces local products made from palm sugar, ginger, and various mushroom products. Most of these products do not yet have distribution permits and their marketing is still limited to the village area and Jambu District. Field analysis revealed two main problems: the lack of understanding among UMKM regarding the function of PIRT as a food safety guarantee and the lack of knowledge regarding PIRT governance. The community service program was implemented in two stages: increasing UMKM knowledge about the importance of PIRT and assistance in the process of managing food safety permits. The methods used included socialization of traditional culinary conservation and understanding of PIRT regulations. Work procedures included team formation, goal formulation, needs identification, solution prioritization, preparation, implementation, mentoring, and evaluation. The results of the activity showed that low interest in traditional culinary, especially among the younger generation, was influenced by unattractive packaging, limited flavor variations, and minimal promotion. Therefore, local culinary conservation needs to be strengthened through PIRT assistance to improve security, legality, and business opportunities, while also supporting the development of tourist villages.
Menumbuhkan Spirit Toleransi Generasi Mileneal Dalam Mereduksi Isu Primordial Pada Pemilu Tahun 2024 Di Kabupaten Semarang Setiajid Setiajid; Martien Herna Susanti; Slamet Sumarto; Rahel Gloria Pranoto
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2977

Abstract

In the 2024 elections, the use of social media is often used by a number of elites to spread the issue of primordialism based on ethnic, religious, and regional sentiments as a strategy to gain support. Partner problems: (1) the millennial generation's low knowledge about elections; and (2) the high potential for utilization of the millennial generation by participants in the 2024 General Election. The objectives of the service activities are: (1) to provide knowledge about the importance of the intelligent millennial generation in using their right to vote in the 2024 General Election, and (2) to provide awareness of the importance of the spirit of tolerance in reducing primordial issues in the 2024 elections. The method for implementing community education is in the form of socialization. The results of the activity showed that, after participating in the socialization, participants were able to understand the urgency of voting rights and detect hoax news and black campaign information that misled voters. The spirit of tolerance needs to continue to be developed in order to minimize primordial issues that have the potential to cause national disintegration. In conclusion, tolerance is important to ward off issues of primordialism which have a disintegrating impact.
Development of Social Interaction Teaching Modules to Improve Student Discipline at Community Learning Centers Misbahudin Azhar; Dewi Liesnoor Setyowati; Hartati Sulistyo Rini; Martien Herna Susanti; Hamdan Tri Atmaja
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol. 15 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v15i1.39915

Abstract

This study responds to the persistent challenge of low learning discipline in non-formal social studies programs by developing and testing a module. This study aims to (1) analyze the implementation of the teaching module on social interaction that has been used so far, (2) develop a teaching module on social interaction based on the character value of discipline and assess the feasibility of the module, and (3) analyze the effectiveness of the module in improving student discipline. This study uses the Research and Development method with the ADDIE model. The research begins with a needs analysis through observation, interviews, and focus group discussions. The design and development stage produces a module based on the value of Discipline. The validity of the content and practicality are evaluated by two experts. The results show that the module is in the feasible to highly feasible category, requiring only minor technical revisions. The module was implemented for students. Effectiveness was tested through a single-group pretest-posttest design involving 30 students, using a Discipline questionnaire. The average discipline score increased from 25.00 (62.5% of the maximum score) to 30.33 (75.8%), and the difference was statistically significant at p = 0.001 (p < 0.05) with a moderate to large effect size. The study concluded that the module was effective in strengthening student discipline and contributed as a context-based character education resource for Community Learning Centers.
Inovasi Model Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kota Semarang dalam Mereduksi Pelanggaran Pemilu Tahun 2024 Aprilia Rizki Saputri; Martien Herna Susanti
Unnes Civic Education Journal Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v9i4.732

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peran penting pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat untuk ikut serta mengawasi terselenggaranya Pemilu. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data meliputi sumber data dan sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pengawasan partisipatif Bawaslu Kota Semarang menjadi program unggulan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi terselenggaranya Pemilu sehingga malapraktik atau pelanggaran dalam  Pemilu dapat diminimalisir. Inovasi model pengawasan partisipatif Bawaslu Kota Semarang dilaksanakan melalui enam program antara lain Pendidikan Pengawas Partisipatif, Forum Warga Pengawasan Partisipatif, Pojok Pengawasan, Kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Kampung Pengawasan Partisipatif, dan Komunitas Digital Pengawasan Partisipatif. Model pengawasan partisipatif Bawaslu Kota Semarang mencakup model meluas dan terbatas.
Implementasi Dimensi Kreatif Profil Pelajar Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP N 16 Semarang Melia Dwi Utami; Martien Herna Susanti
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i2.15510

Abstract

Profil pelajar Pancasila adalah bagian untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Terjadinya perubahan kehidupan dinamis mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia, permasalahan penerapan pembelajaran salah satunya profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka menarik diteliti untuk mengetahui bagaimana penerapan profil pelajar Pancasila dimensi kreatif pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII di SMP N 16 Semarang. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII di SMP N 16 Semarang, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta didik dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan project. Terdapat enam klasifikasi taksonomi Bloom dalam menciptakan kreativitas peserta didik dan dua alur perkembangan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila: peserta didik mampu menghasilkan ide atau gagasan orisinal dan menghasilkan karya atau tindakan yang orisinal.
Strategi Marketing Politik Digita Arena Kontestasi Pilkada Jepara 2024 Niswa Adlina Labiba; Martien Herna Susanti; Sunarto Sunarto
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.8374

Abstract

The transformation of political communication in the digital platform era has encouraged local candidates to adapt social media-based political marketing strategies. In the context of the 2024 Pilkada Jepara, Instagram has become a strategic platform for the Wiwit-Hajar ticket to build its image, expand its message reach, and increase public engagement. This study analyzes the use of Instagram as a digital political marketing tool to shape candidate positioning and build rapport with citizens. Through a qualitative approach using case studies, analysis of Instagram post content, digital documentation, and interpretation of narrative patterns, visuals, and engagement levels, this study demonstrates that Instagram is not merely used as a medium for publishing campaign activities but also as a contestation arena that integrates political message substance with adaptive visual strategies. The use of humanistic narratives, consistent personal branding, and adoption of AI-based digital trends strengthen candidate differentiation and enhance political strategy in the digital space. These practices reflect a shift in political marketing from conventional approaches to a digital model oriented toward political engagement. Instagram serves as a strategic space for shaping the narrative, building legitimacy, and expanding public participation in local democracy.Transformasi komunikasi politik di era platform digital telah mendorong kandidat lokal untuk mengadaptasi strategi marketing politik berbasis media sosial. Dalam konteks Pilkada Kabupaten Jepara 2024, Instagram menjadi media strategis yang dimanfaatkan pasangan Wiwit–Hajar untuk membangun citra, memperluas jangkauan pesan, dan meningkatkan keterlibatan publik. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan Instagram sebagai instrumen marketing politik digital dalam membentuk positioning kandidat dan membangun kedekatan dengan warga. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, analisis konten unggahan Instagram, dokumentasi digital, serta interpretasi terhadap pola narasi, visual, dan tingkat engagement, penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram tidak sekadar digunakan sebagai media publikasi kegiatan kampanye, melainkan sebagai arena kontestasi yang mengintegrasikan substansi pesan politik dengan strategi visual yang adaptif. Pemanfaatan narasi humanis, konsistensi personal branding, serta adopsi tren digital berbasis AI memperkuat diferensiasi kandidat sekaligus meningkatkan strategi politik di ruang digital. Praktik ini mencerminkan pergeseran marketing politik dari pendekatan konvensional menuju model digital yang berorientasi pada engagement politik. Instagram berperan sebagai ruang strategis untuk mengontrol narasi, membangun legitimasi, dan memperluas partisipasi publik dalam dinamika demokrasi lokal.