Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PKM TANJUNGHARJO Ferawati; Yuzita Nurfitriani
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA - Suplement
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i1.275

Abstract

Abstrak Diabetes Mellitus (DM) adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting, salah satu dari empat penyakit tidak menular prioritas yang ditargetkan untuk tindakan oleh para pemimpin dunia, jumlah kasus, dan prevalensi DM terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. DM tidak hanya diderita oleh lansia, dewasa, dan remaja pun ternyata juga dapat diserang oleh penyakit gula ini. Menurut data International Diabetes Federation terdapat 463 juta penduduk di dunia yang menderita DM. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka secara tidak langsung perilaku mereka juga akan terpengaruh. Self Management sangat mempengaruhi dalam keberhasilan diit DM dan menstabilkan kadar gula darah. Lama durasi DM yang diderita diimbangi dengan pola hidup yang sehat maka akan menciptakan kualitas hidup yang baik, sehingga dapat mencegah atau menunda komplikasi jangka panjang. Kualitas hidup lansia sangat dipengaruhi oleh status kesehatannya, berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain adalah lama menderita penyakit dan komplikasi yang timbul. Penelitian ini mengunakan desain analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menerangkan pada waktu pengukuran/ observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Populasi dalam penelitian ini adalah Responden lansia Penderita DM di wilayah kerja PKM Tanjungharjo sejumlah 285 jiwa. Sampel pada penelitian ini adalah peserta prolanis di puskesmas Tanjungharjo sejumlah 35 jiwa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan perilaku dengan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Mellitus , ditunjukkan dengan hasi uji Spearman’s rho bahwa hasil nilai p-value pada kolom sig (2-tailed) didapatkan nilai 0.073 lebih kecil dari level of significant α 0,05 ( 0,073 < 0,05 ).
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Pencegahan Risiko Hipertensi pada Remaja di Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Nanda Deva Sasmita; Ahmad Zainal Abidin; Yuzita Nurfitriani
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i4.92

Abstract

ABSTRAK               Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dicegah sejak dini. Risiko hipertensi dapat muncul sejak usia remaja akibat gaya hidup tidak sehat seperti pola makan kurang baik, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu upaya pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin melalui penerapan perilaku hidup sehat dengan dukungan keluarga sebagai lingkungan terdekat remaja.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan risiko hipertensi pada remaja di Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak empat puluh satu orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner upaya pencegahan risiko hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value kurang dari 0,001 yang menandakan adanya hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan upaya pencegahan risiko hipertensi pada remaja. Nilai koefisien korelasi sebesar r sama dengan 0.606 menunjukkan hubungan kuat dan positif dimana semakin baik dukungan keluarga yang diterima maka semakin baik pula upaya pencegahan yang dilakukan remaja. Dukungan keluarga yang optimal dapat mendorong remaja lebih peduli terhadap kesehatan serta konsisten menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan hipertensi sejak dini secara berkelanjutan dan efektif berkesinambungan. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Upaya Pencegahan, Risiko Hipertensi, Remaja
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Kesehatan Mental Mahasiswa Dalam Penyusunan Skripsi Di Fakultas Kesehatan Istek Icsada Bojonegoro Yuzita Nurfitriani; Errix Kristian Julianto; Luluk Faizatur Rofi&#039;ah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/p6dz8272

Abstract

Undang-undang nomor 18 tahun 2014 tentang kesehatan mental atau menjelaskan kesehatan mental atau jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mau memberikn konstribusi untuk komunitasnya (Pemerintah pusat, 2014). Tujuan umum pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kesehatan mental mahasiswa di ISTeK ICsada Bojonegoro. Sejumlah penelitian menyoroti peran protektif dukungan sosial dalam kesehatan mental. Pada penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode kuantitatif, penelitian yang menggunakan penekanan statistika, salah satu fungsinya menyederhanakan data penelitian yang berjumlah sangat besar menjaddi informasi lebih sederhana ((Nursalam, 2015). Dukungan sosial untuk mencegah dampak negative pada meningkatnya kesehatan mental yaitu seperti dukungan sosial dapat membantu mengurangi stress, kecemasan, dan depresi. Dan meningkatkan kualitas hidup yang meliputi dukungan sosia yang dapat membantu eningkatkan kualitas hidup dengan memberikan rasa aman, nyaman dan di dukung. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yaitu meliputi kesehatan mental memiliki dampak yang sama besar pada kualitas hidup seperti kesehatan fisik, terdapat hubungan negatif antara Dukungan Sosial dengan kesehatan mental pada mahasiswa akhir di Fakultas Kesehatan ISTeK ICsada Bojonegoro yaitu nilai p-value sebesar 0.050 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0.047 dengan makna korelasi sedang diantara nilai 0,50- 0,47.
Pengaruh Pemberian Terapi Kompres Air Dingin Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Pada Remaja Yang Mengalami Nyeri Dysmenorrhea Di Pondok Pesantren Assalafiyah Bojonegoro Yuzita Nurfitriani; Mohamad Roni Alfaqih; Nadilla Putri Nuzurur Rohmah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/3h6vnq77

Abstract

Kompres dingin merupakan pemberian rasa dingin pada daerah yang diinginkan dengan Menggunakan kain yang dicelupkan pada air es, kompres dingin membuat area tertentu terasa dingin. Kompres dingin digunakan untuk mengurangi aliran darah ke area tertentu, mengurangi pendarahan, dan mengurangi edema dan nyeri yang disebabkan oleh trauma atau edema. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest with control grub. Desain ini menggunakan kelompok control, dan kelompok intervensi design ini menggunakan dua kelompok. penelitian ini dilakuakan selama 1 bulan populasi penelitian ini sebanyak 56 respponden dengan 28 responden kelompok intervensi dan 28 responden kelompok kontrol. Uji Mann whitney test digunakan untuk menganalisis perbedaan sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pre test pada kelompok intervensi 13 (23,3%) mengalami nyeri ringan, Posttest pada kelompok intervensi 28 (50,0%) mengalami nyeri ringan. Pretest pada kellompok kontrol Sebagian responden mengalami nyeri sedang 18 (32,1%). Post test pada kelompok kontrol Sebagian responden mengalami nyeri ringan sebanyak 22(39,3%). Kesimpulan dari hasil uji Man whitney di dapatkan nilai P 0.001 lebih kecil dari alpha(0,05),maka H1 di terima. ada Pengaruh pemberian terapi kompres air dingin terhadap nyeri dysmenorrhea pada Remaja Putri di pondok pesantren Assalafiyah Bojonegoro pada kelompok intervensi.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMK Negeri 1 Kanor Errix Kristian Julianto; Yuzita Nurfitriani; Titik Nurhayati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/ky9n9b30

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa yang mana akan mengalami perkembangan fisik, kognitif, maupun psikososial yang cepat. Hal ini dapat mempengaruhi mereka berpikir, membuat keputusan, dan berinterkasi dengan lingkungan di sekitarnya. Sehingga masalah kesehatan mental paling banyak dialami oleh remaja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja adalah pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental pada remaja di SMK Negeri 1 Kanor. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendengkatan cross sectional. Populasi terdiri dari kelas X di SMK Negeri 1 Kanor berjumlah 234 siswa. Sampel pada penelitian ini diambil dengan cara simple random sampling 47 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square didapatkan ?-value 0,031 yang mana ? value < ? 0,05. Artinya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental pada remaja di SMK Negeri 1 Kanor. Dan diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan kemungkinan terjadi secara kebetulan relatif rendah, yaitu > 5%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin baik pola asuh orang tua, maka semakin baik juga kesehatan mental pada remaja, begitu sebaliknya.
SAHABAT PUBER "A Great Way for Kids to Learn About Puberty" Yuzita Nurfitriani; Angger Anugerah Hadi Sulistyo; Ikha Ardianti; Niken Yuli A; Fitria Rizky K; Rining Sulistya Rahayu
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puberty is a crucial transitional phase marked by biological, psychological, and social changes, yet it is often considered taboo to discuss, especially in rural areas. This situation results in a low understanding of the changes experienced by elementary and junior high school children, as well as limited communication between children, parents, and the school environment. This Community Service Program aims to improve children's knowledge, attitudes, and readiness to face puberty through a door-to-door personal education approach supported by child-friendly digital media. The activity, titled SAHABAT PUBER (Great Facilities for Children to Learn About Puberty Based on Digital), was carried out in Pagerwesi Village, Trucuk District, Bojonegoro Regency, targeting 30 children aged 9–15 years. The methods used included individual and small group education, the use of animated videos, interactive infographics, simple quizzes, and active parental involvement in the educational process. Evaluation was carried out through pre- and post-tests to measure knowledge gains. The results of the activity showed a significant increase in children's understanding of puberty, changes in attitudes to be more positive and confident, and increased openness of communication between children and parents. This program has proven effective as a contextual, inclusive, and sustainable model of reproductive health education, and has the potential to be replicated in other regions with similar characteristics.