Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : HIMMAH

Pola Keberagaman Mahasiswi Pemakai Hijab (Studi Kasus Tentang Pemakai Hijab di Kalangan Mahasiswi Universitas Nasional) Maulidah, Syafrida; Saragih, Hendra Maujana; Lestari, Dewi
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v7i1.2652

Abstract

Pola Keberagamaan Mahasiswi Pemakai Hijab (Studi Kasus tentang Pemakai Hijab di Kalangan Mahasiswi Universitas Nasional). Skripsi Program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta. Pola keberagamaan merupakan pola keyakinan, pelaksanaan, pengetahuan, pengalaman, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari seseorang atas agama yang dianutnya. Hijab bermakna pakaian, seperti tirai dan pelindung, yang kebanyakan digunakan untuk menutup yang dilindungi dan sebagai penghalang serta hijab merupakan perintah agama Islam dan kewajiban perempuan muslimah untuk menggunakannya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui bagaimana pola keberagamaan pemakai hijab di kalangan mahasiswi Universitas Nasional. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif untuk menjelaskan secara teliti dan dalam serta menggambarkan bagaimana pola keberagamaan pemakai hijab di kalangan mahasiswi Universitas Nasional. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori dimensi pola keberagamaan oleh Charles Y. Glock dan Rodney Stark, lima dimensi keagamaan yaitu dimensi keyakinan, dimensi praktik, dimensi pengetahuan, dimensi pengalaman, dan dimensi pengamalan sehari-hari. Hasil penelitian dan kesimpulan dalam skripsi ini adalah dari dimensi keagamaan seluruhnya meyakinin tentang ajaran Islam, dari segi dimensi praktik yang wajib rajin dikerjakan serta konsisten tetapi praktik yang sunnah tidak konsisten dikerjakan, dari segi dimensi pengetahuan masih kurang memahami ajaran agama Islam, karena hanya mengetahui dari sekolah, dari segi dimensi pengalaman biasa saja karena tidak ada yang unik, dan dari segi dimensi pengamalan untuk hal yang bersifat interaksi dengan tetangga masih kurang sedangkan pertemanan dengan orang yang berbeda agama, berbeda jenis kelamin maupun yang tidak memakai hijab, mempunyai toleransi yang tinggi.Kata Kunci: Pola keberagamaan, Hijab, Islam
Respon Anak Punk Terhadap Stigma Sosial Masyarakat Melalui Komunitas Tasawuf Underground Agustiani, Nella; Lestari, Dewi; Saragih, Hendra Maujana
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v7i2.2970

Abstract

Abstrak Respon Anak Punk Stigma Sosial Masyarakat Melalui Komunitas Tasawuf Underground. Skripsi Program studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta. Penelitian ini didasarkan atas sebuah maraknya fenomena sosial dimana adanya keberadaan punk yang semakin berkembang di masyarakat. Pandangan negatif sudah melekat pada diri punk terutama punk yang berada di jalanan yang biasa disebut punk street. Bagi masyarakat luas punk dianggap sebagai perilaku yang menyimpang yang identik dengan sebuah hidup bebas, seks bebas, narkoba, minum-minuman beralkohol yang mengakibatkan anak punk ini membuat kekacauan di lingkungan masyarakat pada kenyataannya juga punk tidak sepenuhnya dapat diterima masyarakat luas hal tersebut dipengaruhi oleh citra yang dibangun media dan yang mereka yang bergaya punk tetapi tidak mengetahui arti makna punk yang sebenarnya. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui bagaimana bentuk respon anak punk terhadap stigma sosial dari masyarakat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di komunitas Tasawuf Underground. Adapun hasil penelitian ini menggunakan metodologi penelitian metode kualitatif deskriptif untuk menjelaskan secara teliti dan dalam serta menggambarkan bagaimana bentuk respon anak punk terhadap stigma sosial dari masyarakat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di komunitas Tasawuf Underground, dari hasil penelitian ini dapat menjawab dari permasalahan yang ada mengacu pada teori Peter L Berger dan Thomas Luckman bahwa konstruksi sosial terbentuk melalui dialektika momen eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi maka dapat dianalisis bahwa konstruksi sosial pada masyarakat luas dibentuk oleh dialektika tersebut, bagi pihak-pihak komunitas punk terkhususnya anak punk jalanan, mereka mengalami proses eksternalisasi berupa perolehan kebudayaan dan norma sosial. Dengan hadirnya Komunitas Tasawuf Underground dengan tujuan untuk memberdayakan anak punk jalanan sendiri itu karena ingin mengikis stigma negatif yang terlanjur disematkan oleh masyarakat dengan memperdalam agama dan juga melakukan kegiatan-kegiatan positif lainya, dan memberikan inspirasi untuk masyarakat umum dan pemerintah untuk sama-sama memperbaiki permasalahan sosial ini dengan cara yang lebih manusiawi lagi, dengan menjadi kan mereka sahabat dan dibina dengan baik, yang sejatinya mereka ingin lagi kembali masuk kedalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Respon; Anak Punk ; Stigma Sosial ; Masyarakat
One China Policy and Its Implications for The Resolution of The Taiwan Strait Conflict in 2024 Saragih, Hendra Maujana; Salsabila, Jaisy Khailisah
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4252

Abstract

This study discusses the impact of the One China Policy on efforts to resolve the conflict in the Taiwan Strait in 2024. The main issue is the increasing tension between China and Taiwan, and how this policy affects the process of resolving the conflict. The purpose of this study is to analyze the role of the One China Policy in hindering or creating space for diplomacy. This study uses a qualitative approach by combining realism and constructivism theories. The results show that this policy strengthens China's position and limits the options for peaceful negotiations, but also encourages the involvement of international actors carefully. The main contribution of this study is to provide a critical understanding of the influence of foreign policy on regional conflicts, as well as enriching the study of international relations in East Asia. Keywords: One China Policy, Taiwan Strait, conflict, diplomacy, international relations.