Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan Berpikir Filsafat Dalam Perkembangan Ilmu Pendidikan Pada Generasi Z Di Sekolah Berbasis Islam Di Provinsi Banten Budi Ilham Maliki; Heni Susanti; Encep Syarifudin; Anis Fauzi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5393

Abstract

Generasi Z membentuk sebagian besar populasi Indonesia, yang berjumlah 75,49 juta orang, atau 27,94 persen dari total populasi. Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang cepat, terutama dalam hal internet dan media sosial. Akibatnya, mereka sangat memahami teknologi dan mampu menggunakan alat digital dengan cepat. Studi McKinsey (2018) menyatakan bahwa Generasi Z adalah generasi yang mencari kebenaran. Generasi Z adalah orang-orang yang terbuka, inklusif, berbicara, berinteraksi, dan berdialog. Mereka juga realistis, analitik, kritis, mandiri, kreatif, dan inovatif. Menarik untuk ditanyakan apa saja kondisi, potensi, dan ciri dominan yang menjadi ciri pemikiran filsafat pada Generasi Z: Apa relevansi atau urgensinya terhadap kemampuan berpikir filosofis dalam pendidikan Generasi Z, khususnya di kalangan pembelajar di sekolah berbasis islam di provinsi Banten? Apa yang dimaksud dengan kemampuan berpikir filosofis?. Siapa Generasi Z? Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir filosofis Generasi Z di pesantren di provinsi Banten? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya kemampuan berpikir filsafat bagi Generasi Z, khususnya mereka yang belajar di sekolah berbasis Islam di provinsi Banten; makna kemampuan berpikir filsafat; makna Generasi Z; dan strategi yang dapat digunakan untuk membantu Generasi Z belajar berpikir filsafat di sekolah berbasis Islam di provinsi Banten. Studi atau kajian pustaka adalah metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan masalah tersebut di atas. Konsep dan teori yang digunakan dipelajari berdasarkan literatur yang tersedia. Studi pustaka menemukan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis, analitis, logis, rasional, koheren, korelatif, holistik, mendalam, proporsional, universal, konseptual, sistematis, solutif, dan radikal untuk menemukan kebenaran substansial, hakiki, atau sebenarnya. (2) Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 dan berusaha mencari kebenaran dengan cara yang terbuka, inklusif, komunikatif, dialogis, dan interaktif; (3) Di sekolah-sekolah Islam, generasi Z harus memiliki kemampuan berpikir filsafat karena sesuai dengan tuntutan pendidikan Islam yang menginginkan siswa menjadi generasi yang berpikir dan bertindak secara benar dan sesuai dengan Al-Quran, Hadits, serta hasil ijtihad dan ijma ulama terkemuka, bahkan menjadi generasi kamil. Mereka juga harus memiliki kualitas pemikiran kritis, analitis, logis, rasional, koheren, korelatif, mendalam, dan luas; dan (4) Generasi Z di sekolah-sekolah berbasis Islam di provinsi Banten dapat dilatih dalam berpikir filsafat melalui pendidikan karakter, pembudayaan literasi, strategi pembelajaran kontekstual, inkuiri, dan peningkatan kemampuan berpikir.
Etnosains dalam Pembelajaran IPA sebagai Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka: Suatu Systematic Literature Review Heni Yunilda Hasibuan; Encep Syarifudin; Suherman; Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4500

Abstract

The Kurikulum Merdeka policy has been implemented extensively in Indonesia since 2022, with one of its focuses being the integration of culture in teaching and learning. Several studies have been conducted on the integration of ethnosciences in science education. However, so far, there have been very few studies that attempt to review the results of the analysis of these articles. Therefore, this study aims to analyze a number of articles related to research on the topic of ethnosciences in science education as an implementation of the Kurikulum Merdeka policy, in order to classify them based on predetermined categories. This study utilizes the systematic literature review (SLR) method, which includes the stages of data search and article collection, article screening, assessment of the quality and suitability of scientific articles, and analysis and data classification. Based on these stages, six scientific articles were obtained, published in six SINTA-accredited journals with a focus on education and published between 2022 and 2023. The results of the quality assessment indicate that four out of the six articles meet the criteria for suitability. Thus, these articles can be considered as sources of information related to research on the topic of ethnosciences in science education as an implementation of the Kurikulum Merdeka policy. The classification has been conducted based on Indonesian culture integrated into science education, educational levels, subjects, and forms of integration of ethnosciences in science education.