Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Collaborative Learning Terhadap Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Simanindo Kabupaten Samosir Tahun Pembelajaran 2025/2026 Anggun Krisneria Manullang; Masniar H. Sitorus; Dorlan Naibaho; Lasmaria Lumban Tobing; Goklas J. Manalu
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4883

Abstract

Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran yang tepat, seperti collaborative learning, dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran Collaborative learning terhadap keaktifan belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Simanindo, Kabupaten Samosir Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Simanindo Tahun Pembelajaran 2025/2026 sebanyak 150 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu siswa kelas XI Perhotelan 1 sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian berupa angket sebanyak 36 butir, terdiri atas 20 butir untuk variabel X dan 16 butir untuk variabel Y. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran collaborative learning terhadap keaktifan belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui uji korelasi yang menunjukkan nilai r_xy = 0,351 lebih besar dari r_tabel = 0,349 dan uji signifikansi yang menunjukkan nilai t_hitung = 2,053 lebih besar dari t_tabel = 2,042. Uji regresi menghasilkan persamaan Ŷ = 27,67 + 0,28X dengan koefisien determinasi sebesar 12,3%. Selanjutnya, uji hipotesis menggunakan uji F menunjukkan nilai F_hitung = 4,11 lebih besar dari F_tabel = 3,32. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara model pembelajaran collaborative learning terhadap keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Simanindo Tahun Pembelajaran 2025/2026, sehingga hipotesis penelitian diterima dan H0 ditolak.
Analisis Tradisi Pemberian Nama (Famatörö Töi) Anak Pertama Bagi Masyarakat Nias di Kecamatan Botomuzöi, Kabupaten Nias Citra Ningsih Mardalena Lase; Sudirman Lase; Masniar H. Sitorus; Jupalman W. Simbolon; Wensdy Sitindaon
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Research and Development
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i2.2415

Abstract

Famatörö Töi is a tradition of naming the first child in the Nias community that is passed down from generation to generation and contains cultural, social, and religious values. Previous studies generally discuss the practice of naming from the perspective of customary law, social identity, and social status, but studies on the Famatörö Töi tradition for the first child in the context of social change are still limited. The novelty of this research lies in the analysis of the symbolic meaning, implementation process, and changes in the Famatörö Töi tradition using George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory. This study aims to analyze the meaning, implementation, changes, and functions of the Famatörö Töi tradition in the lives of the Nias community in Botomuzöi District. The results show that Famatörö Töi is interpreted as a symbol of prayer, hope, respect for ancestors, and family identity. Its implementation includes family preparation (Mangowuloi Talifusö), name determination, naming procession, and expression of gratitude. Despite changes due to modernization, education, economic conditions, technological developments, and religion, this tradition remains intact and plays a role in strengthening kinship ties and strengthening the community's socio-religious identity. The method used was descriptive qualitative research, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing.