Moch Riza Fahmi, Moch Riza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Existence of Kaharingan Within Dayak Identity in West Kalimantan Fahmi, Moch Riza; Muhyiddin, Asep
Al-Albab Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/alalbab.v12i1.2662

Abstract

Identity is a fluid and adaptive phenomenon that suits the needs of its users. Identity is often used as a tool by certain groups for certain purposes, for example as a form of resistance or as a means to show the existence of a group. In West Kalimantan, the Kaharingan religion reveals its existence in the Dayak identity. This paper aims to explore the existence of the Kaharingan religion in the Dayak community in West Kalimantan, especially when there is a rift between ethnic groups. The rifts between ethnic groups in West Kalimantan are commonly referred to as social conflicts that occurred around the 1990s. This paper was based on literature research data using historical and phenomenological approaches. The historical approach was used to describe the history of the Dayak ethnicity, the Kaharingan religion and the history of social conflicts between 1997 and 1999 in West Kalimantan, while the phenomenological approach is used to analyze the phenomenon of the existence of the Kaharingan religion when social conflicts occurred. The results showed that the existence of the Kaharingan religion was on the rise during the 1997-1999 social conflicts among the Dayaks. The emergence of the Kaharingan religion could be seen in the rituals, such as the Nyaru Tariu, Mangkok Merah, and Tiwah ceremonies. Despite the fact that some of the Dayaks at that time were already Catholics and Protestants, they performed the rituals of the Kaharingan religion. After the 1997-1999 social conflicts, the Kaharingan Religion was institutionally declared on May 16, 2019 in Bengkayang Regency under the name of the Indonesian Kaharingan Religious Council (MAKI) West Kalimantan.
Ritual Online: Praktik Keberagamaan Warga Indonesia pada Masa Pandemi Covid-19 Fahmi, Moch Riza
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i2.2181

Abstract

Ritual adalah alat yang ampuh untuk menjaga kohesi sosial. Ketika orang secara kolektif berkumpul untuk melakukan ritual, kegiatan ritual mampu menciptakan rasa identitas komunitas dan kelompok yang diperkuat berulang kali melalui pengulangan praktik ritual. Ritual online masif terjadi ketika wabah Covid-19 menyebar di Indonesia misalnya ritual-ritual keagamaan seperti tahlilan, khataman quran, upacara Misa dilaksanakan secara daring/online melalui zoom, google met, youtube dan aplikasi online lainnya. Penelitian ini menggunakan metode riset pustaka dan dokumentasi baik yang ada di jurnal-jurnal yang membahas tentang Ritual online di luar negeri dan Indonesia khususnya ketika wabah Covid-19 dan dokumentasi yang ada di Internet. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk menganalisis fenomena ritual online selama masa pandemic Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian bahwa ritual online yang terjadi di masa pandemic menyebar di Indonesia adalah praktik keberagamaan masyarakat Indonesia dengan menggunakan aplikasi online sebagai tempat ritual mereka saat ini. Praktik ritual keagamaan secara online atau daring menjadi kebiasaan baru masyarakat dan aplikasi online menjadi tempat bertemu untuk menjaga kohesi sosial antar sesama ummat beragama sembari menghindar dari wabah Covid-19. Ritual online pada masa pandemi efektif menghilangkan ketakutan dan kecemasan masyarakat beragama akan wabah Covid-19 yang banyak memakan korban jiwa.