Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Bumdes Dalam Menopang Modal Usaha Kecil Menengah (UKM) Desa Tebaban Mijahamuddin Alwi; I Nengah Suastika; I Wayan Lasmawan
Jurnal Istiqro Vol. 9 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/istiqro.v9i2.1818

Abstract

This study examines the role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in supporting the capital of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Tebaban village. SMEs have an essential role in the economy in Indonesia, especially for the village-level government. However, the existence of SMEs is often ignored and does not receive the support of the local government. Therefore, the government must involve BUMDes to support the existence of SMEs, so that the community can increase the village's potential.
The Role of Multicultural-Based Civic Education Learning in Developing Tolerance among Elementary School Students: A Systematic Literature Review Gede Riyan Sedana Putra; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i6.2480

Abstract

This study analyzes the role of multicultural-based Civic Education in developing tolerance among elementary school students through a Systematic Literature Review. The topic is relevant because Indonesia’s ethnic, religious, cultural, and linguistic diversity requires education that builds mutual respect from an early age. This review synthesized 15 selected journal articles related to multicultural education, Civic Education, tolerance, diversity, and multicultural awareness in elementary school contexts. The data were analyzed using thematic synthesis. The findings show that multicultural-based Civic Education supports tolerance development in three main ways. First, multicultural values are integrated through lesson planning, diversity materials, discussion, simulation, and contextual learning activities. Second, participatory, dialogical, and collaborative learning strategies encourage empathy, tolerance, and respect for differences. Third, implementation success depends on teacher competence, school support, learning resources, and family and community involvement. The review also found that previous studies remain fragmented across multicultural awareness, character education, and learning strategies. Therefore, multicultural-based Civic Education is a relevant and contextual approach to strengthening tolerance among elementary school students in diverse learning environments.
Analysis of Audio Visual Learning Media on Students' Critical Thinking Skills Hawa Hasan; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i1.50274

Abstract

In meeting the challenges of the 21st century with extraordinary technological developments, educators must be able to create something new to improve students' critical thinking skills. The purpose of this study was to determine whether audio-visual learning media can improve students' critical thinking skills. The method in this research is qualitative method. The method of data collection in this study is by reviewing several journals and scientific literature or what is known as literature study. The results in this study indicate that audio visual learning media is one alternative that can be used to improve students' critical thinking skills.
Implementasi Pembelajaran PKN Dalam Menumbuhkan Kesadaran Hak dan Kewajiban Warga Negara Pada Siswa Sekolah Dasar Ni Putu Eka Dewi Rahma Yanti; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i3.6559

Abstract

Civic Education (PKn) plays a strategic role in developing students’ understanding of citizens’ rights and obligations at the elementary-school level. This study aims to synthesize literature on how PKn learning contributes to students’ civic awareness, with attention to contextual learning, habituation, active learning, and the roles of teachers, schools, and families. The study employed library research using content analysis. The analytical corpus consisted of 12 cited sources in the manuscript, comprising 10 journal articles published between 2021 and 2025 and 2 methodological books. The sources were selected based on their relevance to PKn learning, civic awareness, rights and obligations, and elementary education. The synthesis indicates that contextual and participatory learning, habituation of positive behavior, active learning models, and teacher role modelling are recurring approaches associated with the development of students’ civic awareness. School culture and family support also appear as important reinforcing factors. Because the study synthesizes secondary literature and does not collect primary data, these findings should be interpreted as patterns reported in previous studies rather than as direct evidence of causal effects. The contribution of this review is to integrate pedagogical, behavioral, and environmental factors into a single framework for understanding the development of rights-and-obligations awareness through PKn in elementary schools.
Internalisasi Nilai-Nilai Bhineka Tunggal Ika untuk Mewujudkan Integrasi Nasional : Studi Kasus di Sekolah Dasar Ni Made Nitha Balistha; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i8.3318

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran, peran guru dalam menginternalisasikannya untuk mewujudkan integrasi nasional, serta faktor pendukung dan penghambat pada siswa kelas III SDN Hindu 1 Bukian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru PPKn, serta wali murid yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai toleransi, persatuan, gotong royong, penghargaan terhadap keberagaman, musyawarah, dan penyelesaian konflik secara damai diintegrasikan melalui pembelajaran PPKn dan budaya sekolah. Guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan fasilitator. Internalisasi didukung oleh komitmen guru, lingkungan sekolah inklusif, perangkat pembelajaran berbasis karakter, dan partisipasi warga sekolah, sedangkan hambatannya meliputi perbedaan karakteristik siswa, dukungan keluarga yang belum optimal, pengaruh media sosial, dan keterbatasan waktu pembelajaran.
Pengaruh Model Think Pair Share Berbantuan Padlet terhadap Kompetensi Kewarganegaraan Siswa Sekolah Dasar pada Materi Hak dan Kewajiban Warga Negara I Made Adi Jaya Wibawa; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.1893

Abstract

Rendahnya kompetensi siswa sekolah dasar dalam memahami hak dan kewajiban warga negara menunjukkan perlunya pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif, kerja sama, dan pemahaman konseptual. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kompetensi kewarganegaraan antara siswa yang mengikuti pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan Padlet dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 64 siswa kelas V yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi kewarganegaraan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, Independent Samples t-test, dan Cohen's d dengan IBM SPSS Statistics 27 pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen (M = 84,38; SD = 7,24) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M = 75,16; SD = 8,11). Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(62) = 4,812; p < 0,001, dengan Cohen's d = 1,20 yang termasuk kategori efek besar. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam konteks sampel dan desain penelitian ini, penerapan TPS berbantuan Padlet berkaitan dengan capaian kompetensi kewarganegaraan yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional. Integrasi struktur kooperatif TPS dan ruang kolaboratif Padlet berpotensi mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih partisipatif dan berpusat pada siswa