Nini Niatullah Aliyati
Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsumsi gula pasir dan konsumsi serat terhadap kejadian Diabetes Melitus Rima January Putri Ridwan Gani; Rahmah Rahmah; Nini Niatullah Aliyati; Juandri Seprianto Tusi; Priyo Sasmito
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i3.10289

Abstract

Background: The incidence of diabetes in Bandung City was 43,761 cases. The high number of cases can be caused by an unhealthy lifestyle, one of which is a bad diet.Purpose: To determine the effect of sugar consumption and fiber consumption on the incidence of diabetes mellitus.Method: A case-control research design with the population of cases was people with diabetes mellitus, while the control population was people with other non-communicable diseases. The number of samples in this study was 50 case groups and 50 control groups. The sampling technique used is systematic random sampling. The data collection instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi-square test.Results: The study respondents were excessive in consuming sugar at 58%, and more than half of respondents were consuming enough fiber at 53%. There is an effect of sugar consumption on the incidence of diabetes mellitus (p = 0.008). And there is an effect of fiber consumption on the incidence of diabetes mellitus (p = 0.005).Conclusion: The incidence of diabetes mellitus can be influenced by excessive sugar consumption and low fiber consumption.Suggestion: It is recommended to health workers to further increase education about the importance of a healthy diet.Keywords: Diabetes Mellitus; Diet; Sugar Consumption; Fiber Consumption.Pendahuluan: Kejadian diabetes di Kota Bandung sebanyak 43.761 kasus. Tingginya jumlah kasus dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah pola makan yang tidak baik.Tujuan: Untuk mengetahui kebiasaan konsumsi gula pasir berlebih dan konsumsi serat terhadap kejadian diabetes melitus.Metode: Penelitian case control. Populasi kasus adalah penderita diabetes melitus, sedangkan populasi kontrolnya adalah penderita penyakit tidak menular lainnya. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 kelompok kasus dan 50 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Sebagian besar responden penelitian berlebih dalam mengkonsumsi gula yaitu 58%, dan lebih dari setengah responden yang cukup konsumsi serat yaitu 53%. Kebiasaan konsumsi gula berlebih dengan kejadian diabetes melitus (p=0,008). Dan ada konsumsi serat dengan kejadian diabetes melitus (p=0,005).Simpulan: Kejadian diabetes melitus dapat dipengaruhi oleh konsumsi gula yang berlebih dan konsumsi rendah serat.Saran: Kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat.
SCREENING STATUS NUTRISI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN KUMBE KEC. RASANAE TIMUR KOTA BIMA NUSA TENGGARA BARAT Zahratul Hayati; Nini Niatullah Aliyati; Susanti Susanti; Ratu Julianti; Putri Wahyuningsih; Sri Muliati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40308

Abstract

Status gizi anak  sangat berkaitan erat dengan masalah kesehatan anak. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta pengukuran proses tubuh. Perilaku pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar. Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami gizi kurang. Permasalahan gizi pada anak merupakan salah satu dampak dari ketidakseimbangan status gizi kesehatan di beberapa negara berkembang di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui studi literatur review menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab gizi buruk pada anak yaitu status ekonomi, status pendidikan dan pola asuh. Anak sekolah dengan pola makan seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Status gizi merupakan faktor penting dalam menjamin perkembangan dan pertumbuhan seorang anak yang optimal. Penilaian status gizi berkala merupakan upaya dalam deteksi dini malnutrisi sehingga dapat dilakukan tindakan yang semestinya. Upaya deteksi dini status gizi anak sekolah melalui tim dosen pengabdian kepada masyarakat prodi DIII Kebidanan Akademi Kebidanan Surya Mandiri Bima melakukan screening status gizi pada anak sekolah sekolah dasar di SD Negeri 48 Kota Bima. Adapun kegiatan screening dengan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, di dapatkan dari 40 orang anak yang hadir pada saat pengukuran kemudian hasil pengukuran dihitung berdasarkan IMT dalam umur. Kegiatan ini sangat penting untuk mendeteksi secara dini tenang stautus gizi pada anak usia sekolah..
Sosialisasi Cara Pencegahan Stunting Di Kelurahan Dodu Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima Nini Niatullah Aliyati; Erni Faturahmah
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v2i4.523

Abstract

Stunting is a state of stunted growth experienced by children from the first 1000 days of life of life. It can also be explained as a growth problem that occurs in children under five years of age caused by chronic malnutrition, resulting in delays in the growth process. (under 5 years of age) caused by chronic malnutrition, which results in delays in the growth process. The purpose of this community service is to provide education to the community, youth, and village government on how to prevent and reduce the level of stunting effectively through health socialization efforts. effectively through health socialization efforts. The method used in this research is a qualitative descriptive approach. The results and objectives to be achieved from this activity are the residents of Dodu Village who have high enthusiasm, so that counseling activities run and the residents of Dodu Village became more aware of the ways to prevent stunting.