Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hak Upah Pemain Profesional Game Online: Analisis Peraturan Perundang-Undangan Ketenagakerjaan Muzhaffar Manaaf; Holyness N Singadimedja; Rafan Darodjat
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i4.935

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi membawa banyak perubahan dalam berbagai sektor industri,Pemain Profesional Game Online atau Professional Player adalah orang yang bekerja di bidang esports dengan menggunakan keahliannya dalam bermain Game Online serta memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan berdasarkan pada perjanjian antara Professional Player dengan pihak Perusahaan esports atau Manajemen tim. Professional Player memiliki hubungan kerja sebagaimana yang diatur pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan terpenuhinya tiga unsur adanya pekerjaan, perintah, dan upah. penulisan ini menggunakan Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normativ yakni dengan mencari, meninjau, dan menganalisis data sekunder yang berhubungan dengan materi penelitian meliputi hukum primer, bahan hukum sekunder, serta bahan hukum tersier. Penelitian ini melakukan pengumpulan data kualitatif melalui metode wawancara (interview) dengan para pelaku esports melalui komunikasi satu arah secara verbal kemudian dituangkan dalam bentuk kalimat agar dapat menjadi kumpulan data yang berkualitas untuk membantu peneliti dalam melakukan analisis data. Penelitian ini melakukan pengumpulan data kualitatif melalui metode wawancara (interview) dengan para pelaku esports. Berdasarkan hasil penulisan menunjukan bahwa pelaksanaan esports di Indonesia masih berkembang dan belum terdapat peraturan-peraturan hukum yang mengatur dengan jelas.
Pendekatan Consumer Centric pada Usaha Mikro Makanan Ringan dalam Perspektif Hukum Perlindungan Konsumen Rafan Darodjat; Nun Harrieti
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i4.6650

Abstract

Consumers are key determinants of business success, as the success of a food product is closely linked to its sales volume. This community engagement program was carried out through mentoring activities that emphasized the implementation of a customer-centric approach in small snack enterprises. In this approach, consumers are placed at the core of product planning, development, and marketing processes. Business actors who apply this principle are more capable of formulating strategies that correspond to customer needs, which in turn strengthens customer loyalty and increases sales performance. The training component also provided practical guidance on licensing procedures for food enterprises, grounded in the protection of consumer rights as regulated under Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. The program was implemented through direct mentoring and training for micro-enterprise actors. The results indicate that the customer-centric approach enhances entrepreneurs’ understanding of the importance of consumer research through segmentation analysis and product adaptation. Micro-enterprises in the food sector that adopted this approach demonstrated greater ability to design relevant business strategies aligned with customer expectations. The activity, which engaged 30 packaged-snack micro-entrepreneurs. The number of participants holding a NIB increased from 16 to 26, and several subsequently advanced to register for the SPP-IRT.