Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

JAMUR ENDOSIOMBION SI BINTANG LAUT (Asterias forbesi ) SEBAGAI ALTERNATIF ANTIBAKTERI BARU PADA BAKTERI PENYEBAB INFEKSI SALURAN PENCERNAAN Rusli, Rusli; Fajri, Muh Danial; Sari, A. Sri Nila; Asmasari, Nur
Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 8, No 2 (2016): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.858 KB) | DOI: 10.33096/jifa.v8i2.199

Abstract

Search of new antibacterial compounds, continuously carried out in line with the increasing number of new diseases emerging, ranging from infectious diseases, cancer and other dangerous diseases. Bioactive compounds can be obtained from several sources, including from plants, animals, microbes and marine organisms, one of which is a starfish, including the endosymbiont. The research of activity fungal isolates endosymbiont on the starfish Asterias forbesi types have been carried out in order to get a fungal isolates that have activity eradicate pathogenic bacteria, especially in the gastrointestinal tract. This research method is isolation of fungal endosymbionts on the sample starfish with Potato Dextrose Agar Chloramfenikol (PDAC) medium at room temperature for 3x24 hours. Endosymbiont fungal isolates was purified by the quadrant method, until pure fungal isolates obtained, then do the fermentation with Yeast Maltose Broth (MYB) medium on shaker at a speed of 200 rpm for 14x24 hours. The Results of fermentat continued antibacterial activity using agar diffusion method. The Results isolation of fungal endosymbiont on Starfish Asterias forbesi types obtained five (5) pure fungal isolates endosymbiont. From the results of fermentation obtained test results that indicate the antibacterial activity of fungal isolates endosymbiont on Starfish (Asterias forbesi) provide activity against Pseudomonas aeruginosa,  Eschericia coli, Salmonella thypi,  Shigella dysentriae, Staphylococcus auerus, and Vibrio cholerea bacterial. The conclusions in this study was isolate fungal endosymbionts IJBL FF-UMI 04 the most active inhibits all the bacterial test. Isolates with the greatest inhibit zone is isolate IJBL FF-UMI 03 on the test bacteria Salmonella thypi of 21.3 mm.
EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI MADU (Apis dorsata) DAN SARI BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) Rerung, Lola’ Tulak; Marhamah, Marhamah; Fajri, Muh Danial
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.324

Abstract

Pendahuluan: Lip balm merupakan produk kosmetik yang berfungsi melembabkan dan melindungi bibir dari polusi serta paparan sinar UV. Madu (Apis dorsata) mengandung flavonoid seperti flavanon, flavon, dan khalkon yang berperan sebagai antioksidan. Buah naga merah (Hylocereus costaricensis) mengandung antosianin, vitamin C, flavonoid, betasianin, dan karotenoid yang memberi warna sekaligus bersifat antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui mutu fisik lip balm dari kombinasi madu dan sari buah naga merah dengan variasi konsentrasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Sampel adalah 3 formula lip balm yang diuji dalam 3 replika. Sampel diperoleh melalui purposive sampling dari pasar tradisional di Ternate. Variabel bebas adalah kombinasi konsentrasi (3%:2%, 3%:3%, dan 3%:4%), sedangkan variabel terikat mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Instrumen adalah pH meter, gelas objek, beban standar dan stopwatch. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat  dan daya sebar pada F1 (3%:2%)  dan F2 (3%:3%) telah memenuhi persyaratan sedangkan hasil pengujian daya lekat pada F3 (3%:4%) belum memenuhi persyaratan. Kesimpulan: Kombinasi F1 dan F2 layak dikembangkan lebih lanjut sebagai produk lip balm karena telah memenuhi seluruh parameter. Saran: Disarankan untuk dilakukan uji hedonik serta pengembangan bentuk sediaan lain seperti lip cream.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Inovasi Mie Sehat Berbahan Kangkung Sebagai Alternatif Pangan Bergizi dan Ekonomis di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate Muhammad Subhan A. Sibadu; Fajri, Muh Danial; Sqaputra, Jeri Cahyadi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.762

Abstract

Kelurahan Gambesi, Kota Ternate, merupakan salah satu pusat produksi kangkung (Ipomoea aquatica) dengan hasil panen yang melimpah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai sayuran segar dengan daya simpan singkat sehingga nilai ekonominya rendah. Kondisi ini sering membuat harga jual menurun saat panen raya. Di sisi lain, anemia masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi 20,11% pada remaja putri di Kota Ternate, sehingga diperlukan inovasi pangan bergizi berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan Tim PKK Kelurahan Gambesi melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan mie kangkung sebagai pangan sehat sekaligus produk bernilai tambah. Metode meliputi penyuluhan, praktik pembuatan mie, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<0,05). Pada materi nilai tambah ekonomi, rata-rata skor meningkat dari 46 (pre-test) menjadi 85 (post-test), sedangkan pada materi gizi kangkung dan pencegahan anemia skor naik dari 49 menjadi 88. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, aktif berdiskusi, serta menilai produk mie kangkung memiliki cita rasa enak, tekstur kenyal, dan lebih sehat dibandingkan mie instan. Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi mie kangkung mampu meningkatkan pengetahuan gizi, memberikan alternatif pangan sehat, serta membuka peluang usaha rumah tangga.