Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Buku Aktivitas Anak berbasis Augmented Reality (AR) pada Buku Digital Cerdas Indonesia 2 Ruliana Fajriati
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v4i2.3854

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Teknologi telah mermbah berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Guru dan orang tua harus melek terhadap perkembangan teknologi agar dapat mendampingi anak-anak belajar. Salah satu teknologi yang dikembangkan dalam bidang pendidikan yaitu buku berbasis Augmented Reality (AR). Saat ini KB Nasyithatun Nisa mencoba memanfaatkan buku aktivitas Digital Cerdas Indonesia 2 berbasis AR. Namun karena keterbatasan informasi, guru merasa kesulitan dalam penggunaanya. Untuk itu penulis melakukan pelatihan dan pendampingan agar dapat memanfaatkan teknologi AR pada buku aktivitas Digital Cerdas Indonesia di sekolah dan orang tua dapat mendampingi anak mengulang pelajaran di rumah. Pelatihan ini diikuti oleh kepala KB Nasyithatun Nisa, 5 guru dan 15 orang tua/wali. Teknologi AR yang menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata secara langsung diharapkan dapat meningkatkan imajinasi anak dan meningkatkan minat dalam belajar.
Implementasi Desain Interior dan Eksterior dalam Mendukung Perkembangan Fisik Motorik Anak Ruliana Fajriati; Rilla Tussuhada; Wafid Sara Aziazah
Hamka Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 01 (2026): edisi july 2026
Publisher : Hamka Ilmu Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fisik motorik menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu didukung melalui lingkungan belajar yang sesuai. Lingkungan belajar tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga membantu anak mengembangkan kemampuan bergerak , koordinasi tubuh, kemandirian, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi prinsip lingkungan belajar melalui desain interior dan eksterior dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak di TK Melayu Fathrizk Kids. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan ruang kelas, meja belajar, rak penyimpanan, serta area bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk bergerak, melakukan aktivitas secara mandiri, dan mengembangkan motorik halus maupun motorik kasar. Dengan demikian, desain interior dan eksterior di lingkungan sekolah berperan dalam mendukung perkembangan fisik motorik anak usia dini.
Implementasi Video Animasi “Belajar Jujur” dari Nussa dan Rara dalam Pendidikan Nilai Antikorupsi pada Anak Usia Dini Ruliana Fajriati; Reni Amiliya; Bunga Monica Harvira; Tri Elsi Ramadani
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i1.1339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan inovasi pembelajaran nilai antikorupsi melalui cerita interaktif berjudul “Belajar Jujur” pada anak usia dini. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak, yaitu melalui dongeng, diskusi ringan, dan permainan simbolik. Penelitian dilakukan di TK Islam Annur Bastari, dengan subjek lima orang anak usia 5 tahun yang dipilih secara purposive dari kelas B yang berjumlah 15 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi, dan catatan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan cerita interaktif mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap perilaku baik dan buruk, terutama dalam konteks kejujuran saat mengerjakan tugas. Data observasi juga menunjukkan bahwa anak-anak terlibat aktif dalam diskusi dan mampu merespons pernyataan guru dengan jawaban yang tepat secara moral. Anak-anak menunjukkan pemahaman yang berkembang melalui simbol, ekspresi verbal, dan tanggapan reflektif. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengembangkan aspek sosial dan emosional anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis cerita interaktif efektif sebagai media penanaman nilai antikorupsi sejak dini dan layak untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan PAUD.