p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Semarang Law Review
Endang Setyowati
Fakultas Hukum Universitas Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENANGANAN PERDAGANGAN GELAP NARKOTIKA DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL DAN NASIONAL Freniarma Lestari Cahyani; Helen Intania Surayda; Endang Setyowati
Semarang Law Review (SLR) Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slr.v4i2.7715

Abstract

Perdagangan Internasional juga dapat terjadi karena perbedaan preferensi negara negara terhadap barang dan jasa tertentu. Dalam hal ini tak luput dalam ranah perdangangan Narkoba yang masuk ke Indonesia yang saat ini menjadi permasalahan nasional. Metode penelitian yang dipergunakan diantaranya jenis adalah yuridis normative, dengan menggunakan pendekatan konseptual dan analisis. Pendekatan konseptual karena untuk menganalisis masalah dalam berkembang pesatnya perdangangan internasional; pendekatan analisis dilakukan dengan menganalisa bahan hukum untuk mengetahui makna yang dikandung oleh istilah-istilah yang digunakan dalam peraturan perundang-undangan secara konsepsional yaitu mengenai penangangan perdangangan gelap narkotika internasional. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis, dengan analisa data secara kualitatif yang dinyatakan dengan kata kata atau simbol. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam hal perspektif Hukum Internasional dan Nasional yaitu pihak Indonesia dalam hal ini (BNN) menjalin kerja sama dengan lembaga internasional yang bernama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kedua belah pihak dan tentunya membantu memaksimalkan kinerja serta penanganan BNN dalam memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkotika di Indonesia.Dalam penelitian ini berusaha mengkaji mengenai bagaimana cara Penanganan Perdangangan Gelap Narkotika Dalam Perspektif Hukum Internasional Dan Nasional sehingga meminimalisir terjadinya peredaran gelap Narkotika Internasional yang masuk di Indonesia.
PELAKSANAAN DAN TANGGUNG JAWAB PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM PENDAFTARAN HAK TANGGUNGANDI KOTA SEMARANG Diah Ayu Permata Sari; Yudhitiya Dyah Sukmadewi; Supriyadi Supriyadi; Endang Setyowati
Semarang Law Review (SLR) Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slr.v5i1.9078

Abstract

Recent developments in the property sector have increased the demand for financing, with regards to land that will be used as collateral for credit, this is done through the binding of a Deed of Granting Mortgage Rights. In this binding, the Land Deed Official has a very important role until the Mortgage Rights Certificate is issued. The implementation and responsibilities of Land Deed Making Officials in the City of Semarang are carried out in 3 offices, namely the Office of the Notary-Land Deed Making Official (PPAT) Jatmiko Nugroho, SH., M.Si, the Notary-PPAT Office Sasmito Raharjo, SH., MH, and the Office Notary Dr, Muhammad Hafidh, SH., M.Kn in this research will discuss the Implementation and Responsibilities of Land Deed Officials in Registration of Mortgage Rights, obstacles and how to resolve them. The method used is a sociological juridical research method, with research specifications namely analytical descriptive. The data used in this research are primary data and secondary data through qualitative analysis. The research results show that the implementation and responsibilities of the Land Deed Official in registering mortgage rights in Semarang City are as follows, namely the implementation and responsibilities of the Official include checking certificates, making land deeds, explaining to the parties involved, verifying documents, signing land deeds, registration at the land office until receipt of the Mortgage Rights Certificate. The obstacles in this research are an unstable network, writing errors in the deed, time constraints, banks/creditors who don't understand the application, changing creditor staff with solutions namely improving the internet network system, data correction efforts, application training and thoroughness from various parties.AbstrakAdanya perkembangan zaman mengenai sektor properti meningkatkan  permintaan pembiayaan, berkaitan dengan tanah yang akan digunakan sebagai jaminan kredit dilakukan melalui pengikatan Akta Pemberian Hak Tanggungan. Dalam pengikatan tersebut Pejabat Pembuat Akta Tanah memiliki peran yang sangat penting hingga terbitnya Sertifikat Hak Tanggungan. Pelaksanaan dan Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kota Semarang dilakukan di 3 Kantor yaitu Kantor Notaris- Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Jatmiko Nugroho, SH., M.Si, Kantor Notaris-PPAT Sasmito Raharjo, SH., MH, dan Kantor Notaris Dr, Muhammad Hafidh, SH., M.Kn dalam penelitian ini akan membahas mengenai Pelaksanaan dan Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Pendaftaran Hak Tanggungan, hambatan dan bagaimana penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian yaitu deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder melalui analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam pendaftaran hak tanggungan di Kota Semarang adalah sebagai berikut yaitu sebagaimana pelaksanaan dan tanggung jawab Pejabat mencakup pengecekan sertipikat, pembuatan akta tanah, penjelasan kepada pihak yang terlibat, verifikasi dokumen, penandatanganan akta tanah, pendaftaran ke kantor pertanahan hingga penerimaan Sertifikat Hak tanggungan.  Adapun hambatan dalam penelitian ini yaitu jaringan yang kurang stabil, kesalahan penulisan pada akta, keterbatasan waktu, pihak bank/kreditur yang kurang memahami aplikasi, pergantian staff kreditur dengan penyelesaian yaitu peningkatan sistem jaringan internet, upaya pengkoreksian data, pelatihan aplikasi dan ketelitian dari berbagai pihak.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN CRYPTOCURRENCY DI INDONESIA (STUDI KASUS TOKEN ASIX MILIK ANANG HIRMASNYAH) Lucky Faisal Ardanu; Endang Setyowati; Dhian Indah Astanti
Semarang Law Review (SLR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slr.v6i2.12391

Abstract

This scientific article discusses the legality and impact of cryptocurrency by companies in Indonesia with a case study of Anang Hermansyah's ASIX Token. The widespread use of cryptocurrency as a digital asset encourages the need for legal certainty, especially when companies make crypto assets part of their investment portfolio. This study aims to analyze the legal aspects of cryptocurrency based on laws and regulations in Indonesia and to see the impact of regulatory changes on ASIX PLUS Token investors. The research method used is a normative legal approach with descriptive-analytical specifications. The data used are secondary data, in the form of laws and regulations, legal literature, and relevant scientific journals. The research findings show that although cryptocurrency has been recognized as a commodity and can be traded on the Futures Exchange, regulations in Indonesia are still partial and do not specifically regulate the use of cryptocurrency by companies. Changes in regulations from Bappebti to OJK through the P2SK Law provide hope for more comprehensive supervision, but need to be followed by firm and transparent technical policies to protect investors. This study suggests the need for the formation of integrated regulations regarding crypto assets as company assets and increasing public legal literacy regarding the risks and legality of cryptocurrency in Indonesia.   Abstrak Artikel ilmiah ini membahas tentang legalitas serta dampak cryptocurrency oleh perusahaan di Indonesia dengan studi kasus Token ASIX milik Anang Hermansyah. Maraknya penggunaan cryptocurrency sebagai aset digital mendorong perlunya kepastian hukum, terutama ketika perusahaan menjadikan aset crypto sebagai bagian dari portofolio investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek yuridis cryptocurrency berdasarkan peraturan perundang-undangan diIndonesia serta melihat dampak perubahan regulasi terhadap investor Token ASIX PLUS. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data yang digunakan merupakan data sekunder, berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun cryptocurrency telah diakui sebagai komoditas dan dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka, regulasi diIndonesia masih bersifat parsial dan belum mengatur secara khusus penggunaan cryptocurrency oleh perusahaan. Perubahan regulasi dari Bappebti ke OJK melalui Undang-Undang P2SK memberikan harapan akan pengawasan yang lebih menyeluruh, namun perlu diikuti dengan kebijakan teknis yang tegas dan transparan untuk melindungi investor. Penelitian ini menyarankan perlunya pembentukan regulasi terpadu mengenai aset crypto sebagai aset perusahaan serta peningkatan literasi hukum masyarakat terhadap risiko dan legalitas cryptocurrency di Indonesia.