Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU BK DALAM MENGATASI KETIDAKDISIPLINAN SISWA DALAM BELAJAR STRATEGI DAN TAKTIK EFEKTIF Dedi Defriansyah; Lisnawati Aprilia; M. Defriansyah Angga Putra; Ifnaldi Nurmal; Edi Wahyudi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i5.2023.2361-2365

Abstract

Peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) memainkan peran yang sangat penting dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa dalam belajar. Guru BK bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa agar mereka dapat mengembangkan keterampilan belajar yang efektif. Dalam menghadapi masalah ketidak disiplinan siswa, guru BK harus menerapkan strategi dan taktik yang efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru BK dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa dalam belajar, serta strategi dan taktik efektif yang dapat mereka gunakan. Melalui literature, ditemukan bahwa peran guru BK mencakup mengidentifikasi masalah perilaku siswa, memberikan konseling individu atau kelompok, memberikan bimbingan akademik, dan berkolaborasi dengan guru dan orang tua. Strategi yang efektif yang dapat digunakan oleh guru BK antara lain mengimplementasikan program bimbingan dan konseling yang hilistik, menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran, mengembangkan program pengembangan keterampilan sosial, dan menggunakan pendekatan yang menghargai siswa. Taktik yang efektif mencakup mendengarkan dengan empati, memberikan umpan balik yang konstruktif, menerapkan aturan dan konsekuensi yang jelas, membangun hubungan yang positif dengan siswa. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang guru BK dalam mengatasi ketidakdisiplinan siswa dalam belajar dan memberikan strategi dan taktik efektif yang dapat digunakan oleh guru BK. Diharapkan informasi ini dapat memberikan panduan praktis bagi guru BK untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa mengatasi masalah ketidakdisiplinan dalam belajar.
ANALISIS PERMASALAHAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH Monica Arlita; Lusia Januarti; Nadila Farahita; Ifnaldi; Edi Wahyudi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15166

Abstract

Home visits are one of the supporting services in guidance and counseling aimed at obtaining direct information regarding students’ family and environmental conditions as a basis for understanding and addressing the problems they experience. The implementation of home visits plays an important role in establishing collaboration between schools and families to support students' optimal development. However, in practice, guidance and counseling teachers often encounter various obstacles that hinder the effective implementation of this service. This study aims to analyze the problems faced by guidance and counseling teachers in conducting home visits. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research participants consisted of guidance and counseling teachers as the main informants, while school principals, homeroom teachers, and parents served as supporting informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that guidance and counseling teachers faced several challenges in implementing home visits, including limited time due to heavy workloads and counseling responsibilities, excessive work demands, low levels of parental understanding and participation in guidance and counseling services, limited operational funding and supporting facilities, geographical barriers that complicated access to students’ residences, and insufficient institutional support from schools. The study also found that these challenges were influenced not only by individual factors related to the counselors but also by family, school, and broader social environmental factors that interact with one another. Therefore, strengthening school policies, enhancing the professional competencies of guidance and counseling teachers, providing adequate operational support, and improving collaboration between schools and families are essential to optimize the implementation of home visit services and support students’ overall development.