ABSTRACT Profit growth is an important indicator in assessing a company's financial performance and is influenced by various internal and external factors. This study aims to analyze the effect of Debt to Equity Ratio (DER) and Return on Assets (ROA) on profit growth in health sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2025 period. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained from annual financial statements. The sampling technique used was purposive sampling, resulting in 12 companies with a total of 48 observations after the outlier process. Data analysis was performed using descriptive statistical analysis, classical assumption tests, multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination using SPSS version 26. The results show that DER has a positive and significant effect on profit growth, and ROA has a positive and significant effect on profit growth. Simultaneously, DER and ROA have a significant effect on profit growth. The coefficient of determination (R²) is 0.192, indicating that 19.2% of the variation in profit growth can be explained by DER and ROA, while the remaining 80.8% is explained by other factors. ABSTRAK Pertumbuhan laba merupakan salah satu indikator yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya struktur modal yang diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DER dan ROA terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 12 perusahaan dengan total 48 data observasi setelah dilakukan outlier. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R2) dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER dan ROA secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Secara simultan, DER dan ROA juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,192 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 19,2% variasi pertumbuhan laba, sedangkan 80,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.