Budi Antoro
Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Isbiyantoro Isbiyantoro; Endang Budiati; Budi Antoro; Aila Karyus; Sugeng Eko Irianto
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1389

Abstract

Hipertensi sebagai penyakit yang membutuhkan terapai dalam waktu yang lama, maka dibutuhkan kepatuhan minum obat untuk menurunkan risiko komplikasi dan mengendalikan tekanan darah. di Kabupaten Pringsewu prevalensi hipertensi 26,82%, kepatuhan minum obat anti hipertensi 58,15 % rutin, 29,37% tidak rutin, 12,5%  tidak minum obat. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui sejumlah faktor yang berkaitan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik menerapkan rancangan penelitian cross sectional. Instrumennya yaitu angket yang diuji reliabilitas dan validitas. Pengambilan sampel dengan metode proportional randem sampling. Analisis data yang diadakan berbentuk analisis multivarian, univarian, dan bivarian. Hasil penelitian kepatuhan minum obat pasien hipertendi di Kabupaten Pringsewu tahun 2023 dari 110 responden 61,8% kepatuhan rendah dan 38,2% kepatuhan tinggi. Dari hasil uji Chi-Square keikutsertaan peran tenaga kesehatan (p=0.004), asuransi kesehatan (p=0,013dukungan keluarga (p=0,000), ), motivasi berobat (p=0,001), keterjangkauan akses layanan medisa (p=0,019) hasil ini menunjukan adanya hubungan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di kabupaten pringsewu tahun 2023. Dari hasil uji uji regresi logistik dengan metode Backward LR farkor yang mendominan adalah dukungan keluarga dengan nilai Prevalence Ratio (PR 5,6)
Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Operasi Mastektomi di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Leni Apridawati; Budi Antoro; Sri Maryuni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.15432

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is a disease with a high mortality rate. The management of breast cancer includes surgical intervention (mastectomy), which can result in post-operative pain. Non-pharmacological pain management techniques that are easy to implement and have no side effects include autogenic relaxation techniques. The research aims to determine the effect of autogenic relaxation techniques on the pain scale of post-mastectomy patients at Dr. H. Abdul Moeloek Regional General Hospital in Lampung Province. This is a quantitative study with a quasi-experimental design using a non-equivalent control group. The population in this study consists of all post-mastectomy patients, with an average sample size of 34 mastectomy patients. Accidental sampling is used as the sampling technique. Data analysis is conducted using the independent sample t-test. The univariate analysis results show that the average pain scale in the intervention group is 6.18 ± 1.185, which decreases to 4.24 ± 1.348 after the intervention. In comparison, the average pain scale in the control group before receiving pharmacological therapy is 6.35 ± 1.057, which decreases to 5.35 ± 1.057 after receiving pharmacological therapy. The bivariate analysis results indicate a significant difference in the impact of the treatment group compared to the control group in reducing the pain scale of post-mastectomy patients (p-value= 0.011). It is recommended for nurses to implement autogenic relaxation techniques as part of the post-mastectomy patient care program in the Surgical Ward. Keywords: Autogenic Relaxation Technique, Pain Scale, CA Mamae  ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Penatalaksanaan kanker payudara salah satunya dilakukan dengan pembedahan (mastektomi), dimana akan menimbulkan nyeri pasca opeasi. Penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis yang mudah dilaksanakan dan tidak memiliki efek samping yaitu teknik relaksasi autogenik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap skala nyeri pasien post operasi mastektomi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan quasi eksperiment design dengan menggunakan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi mastektomi, rata-rata pasien operasi mastektomy dengan jumlah sampel 34 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test.  Hasil analisis univariat diperoleh bahwa rata-rata skala nyeri pada kelompok intervensi adalah 6,18 ± 1,185, sedangkan setelah dilakukan intervensi menjadi 4,24 ± 1,348. Rata-rata skala nyeri pada kelompok kontrol sebelum diberi terapi farmakologi adalah 6,35 ± 1,057, sedangkan setelah diberi terapi farmakologi menjadi 5,35 ± 1,057. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya perbedaan pengaruh kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dalam menurunkan skala nyeri pasien post operasi mastektomi (p-value= 0,011). Saran bagi perawat agar dapat mengimplementasikan teknik relaksasi autogenik sebagai bagian dari program perawatan pasien post operasi mastektomi di Ruang Bedah. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Autogenik, Skala Nyeri, CA Mamae
Pengaruh Latihan Range of Motion (ROM) untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Ruang Rawat Inap Berlian RS. Permata Hati Lampung Timur Tri Antoni; Santi Oktavia; Budi Antoro
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.15472

Abstract

ABSTRACT The prevalence of non-hemorrhagic stroke is quite high, with over 7.6 million cases of ischemic stroke worldwide, 713,783 cases in Indonesia (10.9 ‰), and 22,171 cases in Lampung Province (8.3 ‰). The most prominent clinical manifestation of stroke is the loss of motor function, which leads to a decrease in muscle strength. In the Berlian Inpatient Room at Permata Hati Hospital East Lampung 60% of stroke patients have muscle strength 1-2, and 40% have muscle strength 3-4. ROM exercises are highly useful in maintaining muscle strength and improving joint movement. This study aims to determine the influence of ROM exercises in improving muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. The study used a pre-experimental design with one group pretest-posttest. The population consisted of non-hemorrhagic stroke patients who were admitted to the Berlian Inpatient Room at Permata Hati Hospital, East Lampung. The sample size was 28 individuals, selected through accidental sampling. The independent variable was ROM exercises, while the dependent variable was muscle strength. Bivariate analysis was conducted using dependent t-test (paired sample t-test). The results of the univariate analysis showed that the average muscle strength before the passive ROM exercises was 2 ± 1.2, and after the exercises, it increased to an average of 2.85 ± 1.19. The bivariate analysis revealed a significant influence of ROM exercises in improving muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients (p-value = 0.000). Therefore, it is recommended for nurses to conduct ROM exercises according to the standard operating procedures (SOP) for stroke patients and to motivate the patients' families to continue the passive ROM exercises at home. Keywords: Range of Motion (ROM), Muscle Strength, Non-Hemorrhagic Stroke.  ABSTRAK                                                                  Prevalensi stroke non hemoragik cukup tinggi, di Dunia terdapat lebih dari 7,6 juta stroke iskemik, di Indonesia sebesar 713.783 kasus (10,9 ‰), dan di Provinsi Lampung sebanyak 22.171 kasus (8,3 ‰). Manifestasi klinis paling menonjol stroke adalah kehilangan motorik yang berdampak menurunnya kekuatan otot. Di Ruang Rawat Inap Berlian RS. Permata Hati Lampung Timur 60% pasien stroke memiliki kekuatan otot 1-2, dan 40% memiliki kekuatan otot 3-4. Latihan ROM sangat berguna untuk mempertahankan kekuatan otot dan meningkatkan gerakan sendi. Penelitian dilakukan dengan tujuan diketahuinya pengaruh latihan range of motion (ROM) untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan rancangan praeksperiment dengan one group pretest posttest. Populasi yaitu seluruh pasien stroke non hemoragik yang dirawat di Ruang Rawat Inap Berlian RS. Permata Hati Lampung Timur, dengan jumlah sampel yaitu 28 orang, menggunakan accidental sampling. Variabel independen yaitu latihan ROM, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini kekuatan otot. Analisis bivariat menggunakan analisis uji T dependent (paired sample t-test. Hasil analisis univariat diperoleh bahwa kekuatan otot sebelum dilakukan latihan ROM pasif rata-rata sebesar 2 ± 1,2, dan setelah dilakukan latihan ROM pasif rata-rata sebesar 2,85 ± 1,19. Hasil analisis bivariat diperoleh adanya pengaruh latihan range of motion (ROM)   untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik (p-value= 0,000). Oleh karena itu, disarankan bagi perawat diharapkan dapat melakukan latihan ROM sesuai SOP kepada pasien- pasien stroke dan juga memotivasi keluarga pasien untuk melakukan latihan ROM pasif saat perawatan di rumah. Kata Kunci: Range Of Motion (ROM), Kekuatan Otot , Stroke Non Hemoragik.