Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERILAKU BALOK WEB CORRUGATED TERHADAP GESER Wijaya, Usman; Dewobroto, Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.723 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1524

Abstract

Alternatif lain dari balok I built-up adalah balok dengan pelat badan bergelombang atau balok web-corrugated, yang populer di Eropa. Petunjuk perencanaan balok web-corrugated dari AISC belum ada. Mengacu perilaku balok I secara umum, diprediksi balok web-corrugated hanya berbeda pada perilaku gesernya. Adapun perencanaan geser balok dari AISC (2010) ada dua, yaitu berdasarkan perilaku elastis sebelum tekuk (G2 – AISC); dan perilaku pasca tekuk memanfaatkan “tension field action” (G3 – AISC) dari pelat badannya. Variasi dari perilaku geser balok web-corrugated masuk dalam kategori pasal G2 atau G3, atau sesuatu yang baru. Perilaku Itu yang ingin diketahui dari penelitian ini. Untuk itu diperlukan simulasi numerik analisis struktur non-linier dengan metode elemen hingga. Langkah awal dimulai dengan kalibrasi prosedur, dengan cara simulasi balok I-built-up yang telah diketahui perilakunya. Setelah dipastikan bahwa prosedur simulasi numerik memenuhi syarat, yang ditunjukkan dengan penyelesaian kasus yang ada. Selanjutnya akan dilakukan cara parametrik, bagian yang akan dievaluasi diubah-ubah parameternya. Mulai dari pelat badan datar (umum) dan dijadikan bergelombang (corrugated). Parameter yang ditinjau adalah lebar, sudut dan ketebalan web corrugated. Hasil simulasi parameter menunjukkan bahwa keruntuhan geser web corrugated adalah tekuk inelastic dan dapat direncanakan sesuai ketentuan G2 – AISC. Bentuk gelombang pada pelat badan memperkecil faktor kelangsingannya, sehingga kapasitasnya meningkat. Kesimpulannya balok web corrugated lebih efektif untuk menahan tekuk geser dibandingkan dengan balok I-built up. 
PERBAIKAN TANAH LUNAK UNTUK KONSTRUKSI JALAN PADA PROYEK JALAN LINGKAR UTARA BREBES TEGAL Agus Bambang Siswanto; Usman Wijaya; Enny Widawati
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.
STUDI MECHANICAL PROPERTIES MATERIAL CARBON FIBER REINFORCED POLYMER PRODUK LOKAL Bisma Keshava; Usman Wijaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 3, Agustus 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24226

Abstract

Carbon fiber reinforced polymer (CFRP) is a material that can be used to strengthen building structures. This study aims to test two CFRP material types, CFRP-A and CFRP-B, for structural strengthening. CFRP-A is an imported product, while CFRP-B is a locally produced product with more than 40% domestic content. Using local materials in CFRP aims to reduce costs for strengthening building structures. In this study, structural strengthening of beam elements with CFRP-A and B was carried out, where there was an increase in the shear strength of the existing beam structure by 31.147% and 25.154%, respectively. In addition, flexural strength also increased from the existing beam structure, which was 35.431% and 21.515% for CFRP-A and CFRP-B, respectively. From the results of this study, it is clear that CFRP-A is superior for shear and flexural strengthening. However, CFRP-B, a local product with a difference in shear strength increase from CFRP-A of 5.993% and at a relatively cheaper cost, can be considered for shear strengthening. Therefore, CFRP strengthening is an alternative to structural strengthening because it is easy to use, does not require much labor, and does not require many connections. Abstrak Carbon fiber reinforced polymer (CFRP) merupakan material yang dapat digunakan untuk memperkuat struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dua jenis material CFRP, yaitu CFRP-A dan CFRP-B, sebagai perkuatan struktural. CFRP-A adalah produk impor yang tersedia di pasar Indonesia, sedangkan CFRP-B merupakan produk yang diproduksi secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri lebih dari 40%. Penggunaan bahan lokal dalam CFRP bertujuan untuk mengurangi biaya dalam memperkuat struktur bangunan. Dalam penelitian ini, dilakukan perkuatan struktural pada elemen balok dengan CFRP-A dan B, dimana terjadi peningkatan kuat geser dari struktur balok existing masing-masing sebesar 31,147% dan 25,154%. Selain itu, kuat lentur juga meningkat dari struktur balok existing yaitu sebesar 35,431% dan 21,515% untuk CFRP-A dan CFRP-B. Dari hasil penelitian ini terlihat jelas bahwa CFRP-A lebih unggul untuk perkuatan geser dan lentur. Namun CFRP-B yang merupakan produk lokal dengan perbedaan peningkatan geser dari CFRP-A sebesar 5,993% dan dengan biaya yang relatif lebih murah, CFRP-B dapat dipertimbangkan untuk perkuatan geser. Oleh karena itu, secara keseluruhan perkuatan CFRP dapat dipertimbangkan sebagai alternatif perkuatan struktur karena mudah digunakan, tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, dan tidak memerlukan banyak sambungan.
PERBAIKAN TANAH LUNAK UNTUK KONSTRUKSI JALAN PADA PROYEK JALAN LINGKAR UTARA BREBES TEGAL Agus Bambang Siswanto; Usman Wijaya; Enny Widawati
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v2i1.1018

Abstract

Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal merupakan jalan arteri primer yang terletak di koridor Pantai Utara Jawa (Pantura) Jawa Tengah yang melintasi Kabupaten Brebes (12,385 km) dan Kota Tegal (4,715 km), jalan ini dibangun dengan tujuan untuk memecah kepadatan lalu lintas yang terjadi di Pusat Kota Brebes dan Kota Tegal. Pada tahun 2010, pembangunan Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal mulai dilaksanakan. Namun pada tahun 2013 kegiatan pembangunan untuk sementara berhenti karena adanya beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi tanah pada sebagian lokasi pembangunan berupa rawa-rawa dan tambak sehingga daya dukung tanah rendah yang mempengaruhi konsstruksi jalan diatasnya. Kondisi ini dimulai dari STA. 8+800 sampai dengan STA.17+377 dari arah Brebes ke arah Tegal. Oleh karena itu, pada desember 2019 proyek dilanjutkan kembali dengan perubahan design adanya perbaikan tanah dasar agar dapat menahan beban konstruksi jalan dan lalu lintas yang melintas. Perbaikan tanah yang dilakukan dengan menggunakan geotekstil, PVD dan PHD dalam proses pekerjaan timbunan tanah pilihan sehingga mampu meningkatkan nilai CBR pada subgrade menjadi lebih baik (CBR lebih tinggi). Selain itu dalam pekerjaan konstruksi jembatan perlu menggunakan pile slab untuk mencegah kegagalan timbunan yang tinggi.