Nurul Hidayah
Program Studi Diploma III Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Cakupan Kunjungan Bayi dan Balita di Posyandu Desa Pasar Senin Kabupaten Hulu Sungai Utara Kartika Yulandari Sasmita; Elvine Ivana Kabuhung; Nurul Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.224

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan ibu dan anak, bayi ataupun balita, dapat dideteksi secara dini dengan adanya kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Posyandu atau Puskesmas. Adanya kunjungan tersebut kesehatan ibu dan anak dapat dipantau, dan diberi pelayanan kesehatan seoptimal mungkin. Banyak faktor menjadi penyebab rendahnya cakupan kunjungan bayi dan balita terhadap tindakan Ibu dalam memanfaatkan posyandu diantaranya adalah faktor dukungan suami, peran kader kesehatan, akses ke Posyandu dan pengetahuan Ibu. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan kunjungan bayi dan balita di Posyandu Desa Pasar Senin Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: Jenis penelitian survey analitic dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah ibu yang mempunyai bayi atau balita berkunjungan ke Posyandu di Desa Pasar Senin pada bulan Januari tahun 2023 berjumlah 46 orang, menggunakan teknik quota sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar ceklist, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan antara dukungan suami (p=0,034<0,05), peran kader kesehatan (p=0,000<0,05) dan pengetahuan ibu (p=0,008<0,05) dengan cakupan kunjungan bayi dan balita di Posyandu. Tidak terdapat hubungan antara akses ke Posyandu dengan cakupan kunjungan bayi dan balita di Posyandu Desa Pasar Senin (p=0,611>0,05). Kesimpulan: Dukungan suami, peran kader kesehatan dan pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam meningkatkan cakupan kunjungan bayi dan balita di Posyandu. Oleh karena itu diharapkan bidan desa dan kader kesehatan selalu memberikan informasi tentang pentingnya posyandu dan juga menganjurkan melibatkan keluarga terutama suaminya, sehingga ibu rutin melakukan kunjungan dalam memelihara kesehatan Ibu, serta mengetahui tumbuh kembang bayi dan balita.
Hubungan Pengaruh Hormon Terhadap Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Puskesmas Tehang Ayu Widiastuti; Zulliati; Ika Avrilina Haryono; Nurul Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1017

Abstract

Pendahuluan: Masalah kependudukan merupakan salah satu masalah global yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program untuk dapat mengatasi masalah ini, yaitu program Keluarga Berencana (KB) yang dimulai sejak tahun 1968. Warga Indonesia sebanyak 61,4% memilih kontrasepsi suntik. Salah satu efek dari penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kenaikan berat badan. Tujuan: Menganalisis tentang hubungan pengaruh hormon dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Data dianalisis dengan uji statistic Fisher Extact. Hasil: Akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang mayoritas telah menggunakan selama >12 bulan sebanyak 24 orang (80%) dan mayoritas dari 30 responden sebanyak 24 (80%) akseptor KB suntik 3 bulan mengalami kenaikan berat badan. Nilai p value dengan uji fisher exact sebesar 0,007 (<0,05). Simpulan: Ada hubungan pengaruh hormon terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB Suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang sehingga diharapkan bidan dapat mengedukasi masyarakat terkait efek samping dan pencegahan dari kenaikan berat badan saat menggunakan KB suntik 3 bulan dengan mengatur pola makan.