Shafira Nuril Hidaya
2Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN EPIDEMIOLOGI TERHADAP RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN Shafira Nuril Hidaya; Ayu Khoirotul Umaroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17260

Abstract

Indonesia  masih  memiliki  masalah  gizi. Stunting menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dalam prevalensi underweight dan stunting, Indonesia menduduki peringkat kelima dan keempat di dunia. Penelitian ini memiliki tujuan terkait gambaran epidemiologi terhadap risiko kejadian stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran epidemiologi dengan kejadian stunting di Desa Wirogunan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kejadian (prevalensi) stunting pada bayi dan balita. Metode yang digunakan adalah metode analisis data primer yang diperoleh dari kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 dengan populasi seluruh balita di Desa X, yang terdiri atas 30 responden yakni 15 tidak stunting dan 15 stunting. Penentuan sample menggunakan Teknik purposive sampling dengan analisa data deskriptif. Pada kelompok stunting sebagian besar ibu berpendidikan <SMP (60,0%), berpengetahuan kurang baik (73,3%), tidak memberikan ASI Ekslusif (80,0%), dengan status ekonomi keluarga < Rp. 2.138.247 (53,3%). Sedangkan pada kelompok stunting sebagian besar ibu berpendidikan ?SMP (73,3%), anak tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (66,7%). Pengasuhan anak diharapkan dapat memaksimalkan pemberian ASI Ekslusif, selalu rutin untuk memantau pertumbuhan anak dan lebih berhati hati dalam memberikan makanan dan minuman yang memicu terjadinya infeksi penyakit pada anak. Dalam hal ini pemberian asi eksklusif ibu dapat dijadikan acuan apabila terjadi stunting karena apabila asi yang diberikan oleh ibu berkurang atau sedikit maka resiko kejadian stunting akan terjadi.