Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam membangun pembelajaran bermakna dan reflektif di TK Negeri Pembina Mawasangka. Masalah yang diangkat berfokus pada proses dan langkah-langkah guru dalam menerapkan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman, refleksi, dan keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Negeri Pembina Mawasangka memahami pembelajaran mendalam sebagai proses membangun makna melalui pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan. Penerapan prinsip deep learning tampak dalam kegiatan yang menumbuhkan berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi, sepertiĀ pada kegiatan menanam tanaman, proyek tematik, dan penilaian autentik. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar menyenangkan dan kontekstual. Keterlibatan orang tua dan kolaborasi antarguru juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran mendalam berperan penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kemampuan reflektif anak usia dini.