Ali Yusuf
Pendidikan Luar Sekolah, Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Komunikasi Positif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Gunarti Dwi Lestari; Widodo Widodo; Ali Yusuf; Monica Widyaswari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4896

Abstract

Komunikasi menjadi bagian dari edukasi, termasuk pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Efektivitas pembelajaran PAUD salah satunya dipengaruhi oleh komunikasi yang terjadi pada saat proses. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis temuan penelitian tentang meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui komunikasi positif dalam proses pembelajaran PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan kepada guru-guru PAUD melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan angket. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalimat yang tepat memiliki pengaruh yang baik pada motivasi belajar anak. Ragam sifat kalimat positif yang mampu menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini, yakni: kalimat ajakan, kalimat ajakan disertai penghargaan, kalimat ajakan disertai penegasan, kalimat pembimbingan, kalimat analitik, kalimat kompetitif, dan kalimat perintah. Semua kalimat positif tersebut dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar.
Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Membangun Pembelajaran Bermakna dan Reflektif Nuratmila Rosada Janah; Aswading Aswading; Gunarti Dwi Lestari; Ali Yusuf
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dalam membangun pembelajaran bermakna dan reflektif di TK Negeri Pembina Mawasangka. Masalah yang diangkat berfokus pada proses dan langkah-langkah guru dalam menerapkan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman, refleksi, dan keterlibatan aktif anak dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di TK Negeri Pembina Mawasangka memahami pembelajaran mendalam sebagai proses membangun makna melalui pengalaman nyata, bukan sekadar hafalan. Penerapan prinsip deep learning tampak dalam kegiatan yang menumbuhkan berpikir kritis, kolaborasi, dan refleksi, sepertiĀ  pada kegiatan menanam tanaman, proyek tematik, dan penilaian autentik. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar menyenangkan dan kontekstual. Keterlibatan orang tua dan kolaborasi antarguru juga berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran mendalam berperan penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan kemampuan reflektif anak usia dini.
Partisipasi Guru PAUD dalam Komunitas Belajar untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Dwi Setyarini; Gunarti Dwi Lestari; Ali Yusuf
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi guru PAUD dalam komunitas belajar sebagai strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan di Kecamatan Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga lembaga PAUD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar menjadi wadah yang efektif bagi guru untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta memperkuat kolaborasi profesional. Namun, terdapat kendala seperti rendahnya kemampuan teknologi informasi dan minimnya dukungan institusi. Penelitian ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dan penguatan komunitas belajar melalui kebijakan yang mendukung serta adaptif terhadap kebutuhan guru.