Dadang Purnama
Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja: Self-Efficacy, Perceived Benefits dan Behavioral Intentions Witdiawati Witdiawati; Nisa Humaerotul Jannah; Umar Sumarna; Dadang Purnama
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i9.11132

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS cases in Indonesia continue to increase every year. Adolescent groups have a high risk of spreading and transmitting HIV/AIDS. The purpose of this study was to identify the behavioral features of adolescents in the prevention of HIV/AIDS. This research used quantitative descriptive method with cross sectional approach on 94 respondents of adolescents in Pangandaran Village. The behavioral instrument for HIV/AIDS prevention uses the Sexual Behavioral Abstine HIV/AIDS Questionnaire (SBAHAQ). The average age of respondents was 16.37 (SD=0.77). The highest response was women (62.8%). Most respondents already have positive behavior in HIV/AIDS prevention (76.6%), based on self-efficacy sub-variables mostly positive behavior (97.9%), perceived benefit mostly positive (97.9%) and behavior intention mostly positive (93.6%). HIV/AIDS prevention behavior is mostly good. But there are still some adolescent  who behave negatively. It is important to integrate and socialize HIV/AIDS prevention in adolescent activity programs. Further research on factors influencing adolescent behavior in HIV/AIDS prevention is needed with a larger sample size.  Keywords : Adolescent, Self Efficacy, Behavior, HIV/AIDS  ABSTRAK Kasus HIV/AIDS di Indonesia terus menerus meningkat pada setiap tahunnya. Kelompok remaja memiliki resiko yang cukup tinggi dalam penyebaran serta penularannya HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran perilaku remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 94 responden remaja di Desa Pangandaran. Instrumen perilaku pencegahan HIV/AIDS mengunakan Sexual Behavioral Abstine HIV/AIDS Questionnaire (SBAHAQ). Rata-rata usia responden adalah 16.37 (SD=0,77). Respon terbanyak adalah perempuan (62.8%). Sebagian besar responden sudah memilki perilaku positif dalam pencegahan HIV/AIDS sebesar (76.6%), berdasarkan sub variabel self efficacy sebagian besar berperilaku positif (97.9%), perceived benefit sebagian besar positif (97.9%) dan behavior intention sebagian besar positif (93.6%). Perilaku pencegahan HIV/AIDS sebagian besar sudah baik. Namun masih ada beberapa remaja yang berperilaku negatif. Penting adanya integrasi dan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS pada program kegiatan remaja. Penelitian lanjutan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dalam pencegahan HIV/AIDS diperlukan dengan jumlah sampel yang lebih besar.  Kata Kunci : Remaja, Self Efficacy, Perilaku, HIV/AIDS
Peningkatan Literasi Gizi Ibu Balita melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Balita di RW 05 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Dadang Purnama; Gina Utami; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26613

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat karena dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup anak. Ibu memiliki peran utama dalam pemenuhan gizi balita, sehingga peningkatan literasi gizi menjadi salah satu strategi penting untuk memperbaiki pemahaman dan praktik pemberian makan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi ibu balita melalui edukasi pemenuhan gizi balita. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan materi mengenai kebutuhan gizi balita, prinsip gizi seimbang, variasi makanan, pencegahan masalah gizi, serta praktik pemberian makan yang sesuai usia anak. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita sebesar 34,6% setelah diberikan edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang diberikan secara terarah, sederhana, dan sesuai dengan kebutuhan ibu balita dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan gizi anak. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi ibu balita sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi pada balita. Program edukasi serupa perlu dilakukan secara rutin dengan melibatkan kader, tenaga kesehatan, dan keluarga agar perubahan pengetahuan dapat berlanjut menjadi praktik pemberian makan yang lebih baik. Kata Kunci: Balita, Edukasi Gizi, Ibu Balita, Literasi Gizi, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Nutritional problems among children under five remain an important public health issue because they may affect children’s growth, development, immunity, and quality of life. Mothers play a central role in fulfilling children’s nutritional needs; therefore, improving maternal nutrition literacy is an important strategy to strengthen knowledge and feeding practices. This community service activity aimed to improve mothers’ nutrition literacy through education on fulfilling the nutritional needs of children under five. The activity was conducted through health education covering nutritional requirements for toddlers, balanced nutrition principles, food variety, prevention of nutritional problems, and age-appropriate feeding practices. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ knowledge before and after the education. The results showed a 34.6% increase in mothers’ knowledge after the educational intervention. This improvement indicates that structured, simple, and needs-based nutrition education can enhance mothers’ understanding of child nutrition fulfillment. This activity highlights the importance of continuous education for mothers of children under five as a promotive and preventive effort to support optimal growth and development and prevent nutritional problems. Similar educational programs should be implemented regularly by involving cadres, health workers, and families so that improved knowledge can be translated into better feeding practices. Keywords: Children Under Five, Community Service, Mothers of Toddlers, Nutrition Education, Nutrition Literacy.
Gema Ptm: Intervensi Promotif dan Preventif Penyakit Tidak Menular melalui Edukasi Kesehatan dan Skrining Witdiawati Witdiawati; Anisa Kamilia; Ismi Raihani; Dadang Purnama; Rida Fadilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26650

Abstract

ABSTRAK PTM bukan hanya persoalan klinis, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara berkelanjutan. Beban PTM tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan Masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat Gema PTM ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular seperti hipertensi dan DM, termasuk faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaannya. Metode kegiatan dilakukan melalui rangkaian kegiatan diawali dengan senam hipertensi, dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan/penyuluhan, dan diakhiri dengan skrining PTM yang meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan ≥80% peserta mengalami peningkatan nilai minimal 20% dari pretest ke post-test.  Selain peningkatan skor, hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa ≥80% peserta mencapai nilai post-test ≥75 dan 100% peserta mengikuti kegiatan skrining. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa GEMA PTM memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan literasi kesehatan dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan PTM. Integrasi kegiatan dengan Posbindu PTM, kader kesehatan, dan puskesmas akan memperkuat keberlanjutan program Kata Kunci: Skrining PTM, Promotif, Preventif, Penyakit Tidak Menular, Edukasi Kesehatan.   ABSTRACT NCDs are not only a clinical problem, but also a public health problem that requires a promotive, preventive, curative, and rehabilitative approach in a sustainable manner. The burden of NCDs does not only have an impact on individuals, but also on families and communities. This community service activity aims to increase public awareness and knowledge about non-communicable diseases such as hypertension and DM, including risk factors, prevention, and management. The method of activity is carried out through a series of activities starting with hypertension gymnastics, followed by health education/counseling, and ending with NCD screening which includes blood sugar, cholesterol, and uric acid checks. Evaluation of activities was carried out using pre-test and post-test to assess changes in participants' knowledge before and after education. The results of the evaluation showed an increase of ≥80% of participants experienced a minimum 20% increase in scores from pretest to post-test.  In addition to the increase in scores, the results of the activity also showed that ≥80% of participants achieved a post-test score of ≥75 and 100% of participants participated in screening activities. The results of the activity show that GEMA PTM make a positive contribution to increasing health literacy and community participation in NCD prevention efforts. The integration of activities with PTM Posbindu, health cadres, and health centers will strengthen the sustainability of the program Keywords: NCD Screening, Promotive, Preventive, Non-Communicable Diseases, Health Education.