Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Fisik dan Kimia Serta Uji Organoleptik Serbuk Instan Kecombrang (Etlingera elatior) Astri Febrianni; Vika Yudistina; Diah Mustika Lukitasari
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i1.7567

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tumbuhan yang tersebar cukup luas di Indonesia. Tumbuhan ini digunakan sebagai bahan pangan dan juga digunakan untuk pengobatan. Saat ini, pemanfaatan sumber daya hayati tumbuhan sebagai obat-obatan alami banyak dikembangkan. Kecombrang bagi sebagian orang mungkin kurang dikenal. Tanaman ini mirip bunga hias dan beraroma harum segar. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: bagaimana sifat fisik dan kimia  tanaman kecombrang dalam pembuatan serbuk instan, dan bagaimana hasil uji organoleptik serbuk instan kecombrang. Produk pangan instan adalah salah satu produk pangan yang mudah untuk disajikan atau dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat, contohnya seperti minuman serbuk instan. Minuman serbuk instan memiliki beberapa kriteria untuk menghasilkan mutu yang baik., antara lain memiliki rasa, aroma, warna, dan kenampakan yang sebanding dengan produk segar, memiliki karakteristik nutrisiserta stabilitas penyimpanan yang baik. penelitian ini bertujuan: Melakukan pembuatan minuman serbuk dari berbagai bagian tanaman kecombrang, Ingin mengetahui karakteristrik fisik serbuk instan kecombrang dan Ingin mengetahui hasil uji organoleptik serbuk instan kecombrang. Penelitian ini dilaksanakan di workshop dan laboratorium  teknologi pengolahan hasil perkebunan PDD POLNEP Kapuas Hulu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan september- Desember 2018. Pengujian yang dilakukan terhadap serbuk instan kecombrang meliputi analisis pH, analisis kadar air, analisis rendemen, analisis kadar abu, analisis warna (Kecerahan), analisis kecepatan larut, dan analisis organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur).
Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang Sethyo Vieni Sari; Marselus Hendro; Vika Yudistina; Yulius Beni
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.25336

Abstract

Tanaman pangan merupakan tanaman sub sektor pertanian yang menghasilkan produk untuk dikonsumsi baik yang dikonsumsi secara langsung maupun yang diolah terlebih dahulu hingga menjadi produk makanan. Pemanfaatan tanaman pangan menjadi produk makanan juga akan membantu meningkatkan diversifikasi pangan, dimana menyediakan berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi. Usaha dalam memanfaatkan pangan ini akan memberikan andil dalam penyediaan sumber bahan yang akan dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui indeks pemanfataan tanaman pangan di Kota Singkawang yang dilakukan oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berbasis olahan tanaman pangan, serta merancang indeks yang kontekstual dan multidimensi. Manfaat penelitian memberikan gambaran akan manfaat tanaman pangan yang digunakan oleh UMKM untuk produk yang dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan produksi jenis tanaman pangan yang diminati olehh masyarakat. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber yaitu UMKM olahan tanaman pangan di Kota Singkawang menggunakan metode survey eksploratif melalui pendekatan Participatory Rural Apraisal (PRA). Analisis data dilakukan dengan indeks kepentingan budaya (Index of Cultural Significance/ICS). Indeks pemanfaatan tanaman pangan di Kota Singkawang dapat dilihat dari nilai ICS yang mencerminkan tingkat kepentingan suatu tanaman pangan di masyarakat. Nilai ICS berkisar antara 4 hingga 7, dengan 4 jenis tanaman pangan terendah yaitu papaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera), sagu (Metroxylon sagu), dan kakao (Theobroma cacao), sedangkan tertinggi 3 jenis yaitu ubi kayu (Manihot esculenta), nanas (Ananas comosus), dan pisang kapok (Musa paradisiaca).