Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi Larutan dan Voltase terhadap Nilai Kuat Geser, CBR, dan Potensi Pengembangan pada Proses Perbaikan Tanah Lempung dengan Metode Injeksi Larutan Kalsium Klorida (CaCl2) Mahendra Wiyono, Yusry Anas; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan insfrastuktur di Indonesia dalam beberapa tahun kebelakang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan terbatasnya ketersediaan lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang ideal. Tanah yang stabil akan menghasilkan kualitas bangunan yang baik dan aman, Sebaliknya tanah yang kurang stabil dapat menghasilkan kualitas bangunan yang tidak sesuai dengan rencana. Jenis tanah yang kurang stabil tersebut salah satunya adalah tanah ekspansif. Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, Penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan tegangan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh waktu injeksi dan pemeraman terhadap nilai kuat geser, CBR, dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia.Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia kalsium klorida (CaCl2) dengan variasi konsentrasi larutan sebesar 5%, 10%, 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt,18 volt, dan 24 volt. Proses injeksi dilakukan selama 6 hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan masa pemeraman selama 14 hari. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan adanya variasi konsentrasi larutan dan voltase diperoleh bahwa nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel X34 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 15% dan variasi voltase sebesar 15 volt dengan nilai kuat geser sebelumnya adalah 3.07 kN/m­2 menjadi sebesar 5.11 kN/m2. Lalu nilai CBR kondisi terendam tertinggi terjadi pada sampel X33 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 10% dan variasi voltase sebesar 24 volt dengan nilai sebelumnya 0.093% menjadi 2.60% pada penetrasi 0.1” dan pada penetrasi 0.2” dengan nilai awal sebesar 0.186% menjadi 3.25%. Sedangkan nilai penurunan potensi pengembangan tertinggi terjadi pada sampel X33 dengan variasi konsentrasi larutan kalsium klorida (CaCl2) sebesar 10% dan variasi voltase sebesar 24 volt, dengan nilai potensi pengembangan sebelumnya 6.48% menjadi 0.02 %.   Kata kunci : injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, CBR, potensi pengembangan.
Optimasi Konfigurasi Kolom Deep Soil Mixing terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Lempung Lunak: Studi Model Fisik dan Numerik Rafly, Naufal; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi efektivitas metode Deep Soil Mixing (DSM) berbasis semen untuk meningkatkan perkuatan dan memitigasi risiko penurunan berlebih pada tanah lempung lunak. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui pengujian sifat fisik-mekanik, uji beban pelat (plate load test) dengan variasi jumlah serta spasi kolom, dan validasi numerik menggunakan PLAXIS 3D. Hasil studi menunjukkan peningkatan performa tanah yang signifikan, dengan nilai Bearing Capacity Improvement (BCI) maksimum mencapai 195% dibandingkan kondisi tanah asli. Daya dukung tertinggi tercatat pada konfigurasi spasi 1,5D, yang menghasilkan nilai beban puncak 0,634 kg/cm² untuk pelat 6 cm dan 0,647 kg/cm² untuk pelat 10 cm. Analisis menyimpulkan bahwa konfigurasi optimum tercapai pada penggunaan empat kolom untuk pelat 6 cm dan enam kolom untuk pelat 10 cm berdasarkan parameter penurunan dan daya dukung.