Monalisa Arsely
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus (Anak Tunanetra) Dilingkungan Masyarakat Dusun Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil Dara Atika; Monalisa Arsely; Rendi Caniago; Wega Julisti; Nova Asvio
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v4i2.655

Abstract

Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan masih mempunyai sisa penglihatan (low vision). Metode ini menggunakan Metode Wawancara, dokumentasi. tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya tidak dapat digunakan sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari. Jenis tunanetra dapat dibagi menjadi dua, yaitu buta total dengan kondisi tidak dapat melihat sama sekali dan low vision dengan kondisi masih bisa melihat meskipun terbatas. Faktor penyebab ketunanetraan diantara lain: 1) faktor prenatal, pada masa pre-natal sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan; UU2) faktror natal, yaitu kerusakan saraf mata akibat terkena benturan alat-alat atau benda keras; 3) faktor postnatal, penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir. Karakteristik anak tunanetra antara lain yaitu: 1) karakteristik dari segi fisik; 2) segi motorik; 3) segi perilaku; 4) segi akademik; 5) segi pribadi dan sosial. Pembelajaran bagi anak tunanetra cukup berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Beberapa diantaranya yaitu: 1) metode individual; 2) metode pengalaman penginderaan; 3) metode totalitas; 4) huruf Braille; 5) kamera touch sight; 6) regret stylus; 7) optacon; 8) papan hitung dan sempoa; 9) metode self activity; 10) alat perekam suara
Implementing the Independent Curriculum in Indonesian Language Learning: A Qualitative Case Study of Fourth-Grade Students in Bengkulu Primary School Monalisa Arsely; Irwan Satria; Adi Saputra
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v4i1.1264

Abstract

This study investigates the implementation of the Independent Curriculum in Bahasa Indonesia instruction for fourth-grade students at SD Negeri 20 Kota Bengkulu. Drawing on the urgent need to recover learning losses and adapt to post-pandemic educational reforms, the research employed a qualitative field-based design to capture teacher and school leader perspectives through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation analysis. The results indicate that the curriculum was implemented through three main stages planning, classroom practice, and assessment supported by the Merdeka Belajar digital platform, collaborative teacher working groups, and strong teacher motivation, but challenged by limited experience and insufficient training in adapting to a new subject-based structure. The discussion situates these findings within broader literature, highlighting how teacher autonomy, professional collaboration, and digital resources facilitate reform, while underscoring the persistent challenges of readiness and capacity-building in Indonesian primary schools. This study contributes novelty by providing localized empirical evidence from Bengkulu, an underrepresented region, thereby expanding understanding of how national policies are enacted in diverse contexts. The findings imply that strengthening teacher professional development, enhancing collaborative learning communities, and tailoring digital resources are essential strategies for ensuring the success of curriculum reform and its translation into meaningful student learning outcomes.