Andi Alimuddin Unde
Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komunikasi Politik dalam Proses Pemenangan Prabowo-Sandi di Kota Makassar pada Tahun 2019 Eva Wahyningsih; Andi Alimuddin Unde; Muh. Akbar
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2850

Abstract

Fenomena relasi Patron dan Klien di Kota Makassar merupakan aspek historis dan kultural yang terbentuk dalam kepercayaan masyarakat dan menjadi pola kehidupan sehari-hari. Bangsawan (patron) dianggap memiliki kekuatan yang dibutuhkan oleh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, sehingga mereka dianggap pantas menjadi pemimpin. Pada Pilpres 2019, kemenangan Prabowo-Sandi di Kota Makassar didukung oleh patron-patron di sana, yang memanfaatkan pola relasi patron-klien untuk memenangkan pasangan tersebut. Meskipun beberapa tokoh politik nasional mendukung Jokowi-Amin di Kota Makassar, mereka belum memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk mempengaruhi pilihan politik masyarakat. Penelitian ini melihat bahwa ada faktor lain yang membuat pilihan politik masyarakat dapat dimobilisasi oleh elit yang berkuasa. Penelitian ini menggunakan teori Elit Lokal Pareto yang menjelaskan lapisan dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data dari wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa relasi patron-klien dalam kemenangan Prabowo-Sandi di Kota Makassar dipengaruhi oleh tiga faktor dominan, yaitu jaringan dan kapabilitas dari kelompok-kelompok yang memiliki kekuasaan, investasi ekonomi, dan jabatan struktural dalam birokrasi. Kemenangan Prabowo-Sandi menggunakan kekuatan relasi patron-klien yang terbentuk dari tiga kelompok besar, dengan memanfaatkan faktor terbentuknya patron-klien, faktor kultural berupa budaya Ajjoareng dan Joa' yang masih dipegang kuat oleh masyarakat Kota Makassar secara historis, faktor ekonomi yang mempengaruhi pilihan politik masyarakat, dan faktor organisasi Islam yang menguatkan relasi patron-klien dengan ideologi ketuhanan.
Media Mainstream Sebagai Sarana Komunikasi Politik Ahmad Majdy Guntur; Andi Alimuddin Unde; Hasrullah Hasrullah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 9 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i9.2853

Abstract

Di era globalisasi, media mainstream memegang peranan penting dalam komunikasi politik yang didukung oleh adanya digitalisasi dalam pemberitaan tokoh politik. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana media mainstream memiliki peranan penting terkait aktivitas-aktivitas komunikasi politik yang dijalankan oleh politisi? Metode penelitian adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Media seperti Harian Fajar, Riauterkini.com, JawaPos.com, Tempo.co, Tribunnews, Portalmedia, Tribun Timur, Portal Media dan Pedoman media sebagai sarana komunikasi politik mengkonstruksi berita-berita tentang politisi dipengaruhi kekuatan elit, partai dan kelompok penguasa dan posisi pesaing dalam berita. Media lokal biasanya bercirikan partisan yang berpihak pada kelompok penguasa secara halus melalui manipulasi teks secara interdiskursif. Redaktur berita memiliki kuasa untuk menentukan arah pemberitaan. Namun, mereka masih mendapat tekanan dari kepentingan politik dan ekonomi. Sehingga pemberitaan yang berbeda hanya bertujuan untuk mempromosikan kepentingan politik dan ekonomi dari kelompok-kelompok tertentu. Terdapat skema pemberitaan melihat strategi perpolitikan dan tuturan si politisi, dengan menggunakan kalimat yang saling berkesinambungan antar paragraf dan fakta disampaikan menggunakan grafis dan foto mengenai kegiatan masing-masing kandidat yang juga bermanfaat sebagai personal branding politisi itu sendiri.
Komunikasi Politik Anggota DPRD Provinsi Sul-Sel pada Pemilu 2019 (Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Kampanye Politik) Muh. Rezky Z; Andi Alimuddin Unde; Muliadi Mau
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.3093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam kampanye politik anggota DPRD Provinsi Sul-Sel pada PEMILU 2019. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Secara spesifik, penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian riset lapangan. Pendekataan ini digunakan untuk mendapakatkan hasil riset yang bersifat deskriptif. Dalam hal ini dimaksudkan ialah berupaya mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat komunikasi politik dan hal-hal yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung ialah hadirnya media sosial sebagai instrument penyampaian pesan dan posisinya yang berstatus petahana (incumbent). Adapun faktor penghambat ialah para pemilih yang sangat pragmatis dan stigma negatif yang dilekatkan Masyarakat kepada para politisi.