Sofyan Harahap
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan di Lembaga pendidikan Islam: Peran, Tantangan, dan Kontribusi terhadap Mutu Layanan Pendidikan Sofyan Harahap
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 13 No. 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v13i1.1332

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan perempuan dalam lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, serta mengidentifikasi tantangan dan kontribusi strategis yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan perempuan berperan signifikan dalam penguatan manajemen layanan pendidikan, peningkatan kualitas akademik dan non-akademik, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang inklusif dan responsif. Namun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi tantangan struktural, kultural, dan persepsi gender yang memengaruhi ruang pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan dalam lembaga pendidikan Islam tidak hanya relevan secara normatif dan religius, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.
Transendensi Uang di Era Digital: Pengaruh Cashless Effect terhadap Pola Konsumsi Impulsif Generasi Z dan Milenial di Bandar Lampung melalui Fintech Syariah Mutiara Sari; Sofyan Harahap
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i2.1041

Abstract

The growth of digital finance has accelerated the adoption of cashless transactions among Generation Z and Millennials, particularly through sharia-compliant fintech platforms. This phenomenon poses a challenge, as the convenience and speed of transactions may trigger impulsive buying behavior, despite the expectation that Islamic values serve as an ethical control in financial decision-making. This study aims to analyze the influence of perceived ease of use, security, and trust on the intensity of Sharia fintech use, and to examine their effects on impulsive buying, with the cashless effect as a mediating variable and religious values as a moderating variable. A mixed methods approach with a convergent design is employed. The quantitative phase involves a survey of approximately 250 respondents and is analyzed using PLS-SEM. In contrast, the qualitative phase consists of 50 in-depth interviews exploring the subjective meaning of “money transcendence” in digital transactions. The expected outcomes include an empirical model to strengthen Islamic financial literacy and educational strategies to reduce impulsive consumption in the digital era, thereby contributing to the theoretical and practical development of Islamic-based financial management. Perkembangan keuangan digital mendorong peningkatan transaksi nontunai (cashless) di kalangan Generasi Z dan Milenial, termasuk melalui platform fintech syariah. Fenomena ini menimbulkan tantangan, di mana kemudahan dan kecepatan transaksi dapat memicu perilaku konsumsi impulsif, meskipun nilai-nilai syariah diharapkan menjadi pengendali perilaku keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan kepercayaan terhadap intensitas penggunaan fintech syariah, serta menguji pengaruh penggunaan tersebut terhadap konsumsi impulsif dengan cashless effect sebagai variabel mediasi dan nilai religius sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain konvergen. Survei kuantitatif melibatkan sekitar 250 responden dan dianalisis menggunakan SEM-PLS, sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui 50 wawancara mendalam untuk menggali makna subjektif “transendensi uang” dalam transaksi digital. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model empiris yang memperkuat literasi keuangan syariah dan strategi edukasi untuk menekan perilaku konsumsi impulsif di era digital, serta berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pengelolaan keuangan berbasis nilai Islam.