Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN BUMDES SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KAPASITAS MANAJERIAL PENGELOLA BUMDES DI KABUPATEN PESAWARAN Moh Fakhrurozi Fakhrurozi; Warsiyah Warsiyah; Thawap Nasution; Sevi Andriasari; Noorikha Pandahesti Saputeri; Mutiara Sari
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 5, No 1 (2026): JURNAL DEDIKASI UNTUK NEGERI (JDN)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v5i1.5417

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan. Namun, sebelum kegiatan dilaksanakan, permasalahan utama mitra adalah belum tersedianya dokumen rencana bisnis yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan potensi usaha desa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan teknis pengelola BUMDes di Kabupaten Pesawaran melalui bimbingan teknis penyusunan dokumen rencana bisnis. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (INSTIDLA) dan diikuti 14 peserta dari tujuh BUMDes: Sukabanjar, Bernung, Wiyono, Pampangan, Kalirejo, Taman Sari, dan Sungai Langka. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning melalui pelatihan, diskusi interaktif, dan praktik langsung penyusunan business plan berbasis Business Model Canvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 39,7%, dari nilai pre-test 62,5 menjadi post-test 87,3. Selain itu, peserta menghasilkan draft dokumen rencana bisnis yang lebih terstruktur, berbasis potensi lokal, serta memuat arah implementasi usaha masing-masing BUMDes. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan perencanaan, pengelolaan usaha, dan pengambilan keputusan ekonomi desa.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan UMKM Dalam Memilih Pembiayaan Syariah Di Desa Sripendowo, Lampung Selatan Fitria Adilla; Warsiyah; Noorikha Pandayahesti Saputeri; Mutiara Sari
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i2.4885

Abstract

Pembiayaan syariah berfungsi sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi UMKM, menekankan keadilan, transparansi, dan sistem bagi prinsip hasil yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Penerapan pembiayaan syariah oleh pelaku UMKM di daerah pedesaan masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh religiusitas, aksesibilitas, kualitas pelayanan, dan keuntungan ekonomi terhadap pengambilan keputusan UMKM dalam pemanfaatan pembiayaan syariah di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif asosiatif, dengan sampel sebanyak 133 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang menggunakan skala Likert dari 1 hingga 5, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas, aksesibilitas, dan kualitas pelayanan memberikan dampak positif namun dapat diabaikan terhadap pilihan UMKM dalam menggunakan pembiayaan syariah. Sementara itu, keuntungan ekonomi memberikan pengaruh yang besar dan positif terhadap operasional UMKM. Nilai R-Square sebesar 0,513 menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut menjelaskan 51,3% keputusan UMKM, sedangkan 48,7% faktor disebabkan oleh eksternal yang tidak dimasukkan ke dalam model. Studi ini menunjukkan bahwa keputusan UMKM terkait pembiayaan syariah sebagian besar dibentuk oleh faktor ekonomi rasional, bukan oleh religiusitas, aksesibilitas, atau kualitas pelayanan.
MEMBANGUN KESADARAN ANTI-BULLYING DI LINGKUNGAN SD: PROGRAM PENGABDIAN MAHASISWA KKN Hikmah Anisatul Mutmainah; Syahadat Sadwina Iskandar; Deni Sapto Wibowo; Alif Rizki Baihaqi; Mutiara Sari
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i4.2082

Abstract

Bullying in elementary schools remains a critical issue that negatively affects students’ psychological well-being, academic achievement, and the overall learning climate. The Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Permendikbudristek) Regulation No. 46 of 2023 on the Prevention and Handling of Violence in Educational Institutions (PPKSP) mandates a systematic response to prevent and address school violence, including bullying. This article describes a community service program in the form of an anti-bullying socialization activity conducted by students of the Community Service Program (KKN) from Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) at SDN 1 Wates, Pringsewu, on July 31, 2025. The activity was part of the broader KKN program held from July 28 to August 20, 2025, targeting students from grades 1 to 6. The program’s method combined outdoor sessions for all classes, interactive question-and-answer activities, and in-class reinforcement for grades 5 and 6 through case discussions and collective commitments. The materials emphasized the definition of bullying, its forms, impacts, and safe prevention and reporting strategies. The results revealed high enthusiasm among students, improved understanding of bullying, and an initial commitment from the school to follow up with simple reporting mechanisms and improved school rules. This program is aligned with the UNESCO-recommended whole-school approach and strengthens child-friendly school ecosystems in rural communities. With digital literacy integration, teacher–parent involvement, and institutional follow-up, such initiatives have the potential to serve as a model for developing safe schools through community-based engagement.
Potensi QRIS dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Mutiara Sari; Mista Rani; Putri Kurniasih; Sifa Ridhatul Jannah
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2024): April-Juli, Accounting economics and other economic issues
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4z9xnr54

Abstract

Artikel ini membahas potensi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dalam meningkatkan daya saing bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. QRIS sebagai salah satu inovasi fintech yang menyediakan akses layanan keuangan digital bagi UMKM.  Melalui aplikasi QRIS, UMKM dapat menerima pembayaran dengan cepat dan efisien, yang membantu mereka mengoptimalkan operasi bisnis dan memperluas jangkauan pasar UMKM. Penelitian ini menggunakan studi literature review yang memungkin peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian yang relevan secara komprehensif, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami potensi penggunaan QRIS pada UMKM.  Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas implementasi QRIS dalam meningkatkan daya saing UMKM dan strategi efektif dalam pemahaman dan adopsi QRIS pada UMKM di Indonesia. QRIS memainkan peran penting dalam memperkuat ekosistem keuangan digital, sehingga mempercepat pertumbuhan keseluruhan sektor usaha UMKM dan memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Transendensi Uang di Era Digital: Pengaruh Cashless Effect terhadap Pola Konsumsi Impulsif Generasi Z dan Milenial di Bandar Lampung melalui Fintech Syariah Mutiara Sari; Sofyan Harahap
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i2.1041

Abstract

The growth of digital finance has accelerated the adoption of cashless transactions among Generation Z and Millennials, particularly through sharia-compliant fintech platforms. This phenomenon poses a challenge, as the convenience and speed of transactions may trigger impulsive buying behavior, despite the expectation that Islamic values serve as an ethical control in financial decision-making. This study aims to analyze the influence of perceived ease of use, security, and trust on the intensity of Sharia fintech use, and to examine their effects on impulsive buying, with the cashless effect as a mediating variable and religious values as a moderating variable. A mixed methods approach with a convergent design is employed. The quantitative phase involves a survey of approximately 250 respondents and is analyzed using PLS-SEM. In contrast, the qualitative phase consists of 50 in-depth interviews exploring the subjective meaning of “money transcendence” in digital transactions. The expected outcomes include an empirical model to strengthen Islamic financial literacy and educational strategies to reduce impulsive consumption in the digital era, thereby contributing to the theoretical and practical development of Islamic-based financial management. Perkembangan keuangan digital mendorong peningkatan transaksi nontunai (cashless) di kalangan Generasi Z dan Milenial, termasuk melalui platform fintech syariah. Fenomena ini menimbulkan tantangan, di mana kemudahan dan kecepatan transaksi dapat memicu perilaku konsumsi impulsif, meskipun nilai-nilai syariah diharapkan menjadi pengendali perilaku keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan, keamanan, dan kepercayaan terhadap intensitas penggunaan fintech syariah, serta menguji pengaruh penggunaan tersebut terhadap konsumsi impulsif dengan cashless effect sebagai variabel mediasi dan nilai religius sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain konvergen. Survei kuantitatif melibatkan sekitar 250 responden dan dianalisis menggunakan SEM-PLS, sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui 50 wawancara mendalam untuk menggali makna subjektif “transendensi uang” dalam transaksi digital. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model empiris yang memperkuat literasi keuangan syariah dan strategi edukasi untuk menekan perilaku konsumsi impulsif di era digital, serta berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pengelolaan keuangan berbasis nilai Islam.