Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Business Plan Menggunakan metode BMC (Business Model Canvas) Pada Bunda Paud Kabupaten Raja Ampat Satria Lintang; Yolan Marjuk; Pahmi Pahmi; Hamsiah Hamsiah; Sabaria Sabaria; Nur Afni Khairunisa; Andi Sismar; Hardiman Faramit Sanaba; Musriani Musriani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4376

Abstract

Perbaikan perekonomian pasca pandemi Covid-19 menjadi sorotan utama hingga sekarang. Program pemerintah untuk kembali mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak tahun 2021, yang meliputi bantuan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain memiliki faktor wisata yang menjadi destinasi unggulan dan menjadi perhatian pengembangan dari pemerintah darah, Kabupaten Raja Ampat juga berupaya meningkatkan kualitas SDM masyarakatnya. Terlihat dari adanya kerjasama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada pengembangan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Raja Ampat. Pada kondisi proses perbaikan perekonomian pasca pandemi Covid-19 yang meluluh lantahkan semua sektor, tidak mengherankan jika berbagai kalangan masyarakat memiliki keinginan mengambil pekerjaan tambahan sebagai pengusaha (Rachmadana,2021), guru salah satunya atau yang lebih sering disebut sebagai teacherpreneur. Business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh calon pebisnis yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu bisnis yang isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia. Salah satu perencanaan yang dapat digunakan sebagai aplikasi model bisnis adalah Business Model Canvas (BMC). Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian adalah peningkatan kemampuan dalam pembuatan perencanaan bisnis menggunakan BMC
Kurikulum Pesisir Melalui Pendekatan Waldorf Berbasis Budaya Lokal Di Papua Barat Daya: Kurikulum Pesisir Yolan Marjuk; Wa Eti
Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal) Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan AURA (Anak Usia Raudhatul Atfhal)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/aura.v5i2.1958

Abstract

Hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Agar tercipta generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengenalan kurikulum pesisir melalui pendekatan waldorf berbasis budaya lokal, desain, rencana, implementasi TK di pesisir papua barat daya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data mengguanak observasi dan wawancara. analisis data menggunakan analisis kualitatif yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil pada penelitian ini adalah kurikulum pesisir melalu pendekatan waldorf yang mengutamakan anak belajar secara holistik dan berbaur dengan alam. pembelajaran di pesisir dilakukan di outdoor dengan memanfaatkan alam sekitar sebagai media pembelajaran. Kegiatan kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru dengan menggabungkan kurikulum merdeka, kurtilas yang memberikan kebebasan kepada guru, serta kegiatan yang digunakan berbasis projek sehingga menjadi pilihan masing-masing lembaga untuk mengenalkan budaya melalui makanan, lagu, tarian, cerita rakyat, kreativitas dan permainan khas dari wilayahnya. Kesimpulan kurikulum ini, diharapkan akan tercipta lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku positif terhadap lingkungan sekitar.
Implementasi Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Syalom Klamalu SP 1 Kabupaten Sorong Merlin Iek; Yolan Marjuk; Siti Hardianti
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.191

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa yang penting pada anak usia dini karena menjadi dasar dalam berkomunikasi, menyampaikan gagasan, mengungkapkan perasaan, dan membangun interaksi sosial. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan anak yang kurang berani berbicara, memiliki keterbatasan kosakata, serta mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan secara runtut dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara anak melalui penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan di TK Syalom Klamalu SP 1 Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita menggunakan media boneka tangan dapat mengembangkan kemampuan berbicara anak. Hal tersebut terlihat dalam keberanian anak berbicara, kelancaran mengungkapkan pendapat, ketepatan pengucapan, penguasaan kosakata, serta kemampuan menyusun kalimat secara runtut dan mudah dipahami. Anak juga menunjukkan antusiasme, kreativitas, dan kepercayaan diri yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, metode bercerita menggunakan media boneka tangan dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran bahasa yang menarik, interaktif, dan menyenangkan untuk mendukung perkembangan kemampuan berbicara anak usia dini.