Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Smart Recycle: Teknologi Solusi Pencegahan Limbah Sampah Industri dan Rumah Tangga Kurnia Wahyu Prima; Asmaul Husnah
Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Vol 2, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/voice.v2i2.20249

Abstract

Tingginya volume limbah rumah tangga dan industri yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan dampak lingkungan serius dan mencerminkan rendahnya kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam praktik daur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi Smart Recycle sebagai solusi digital untuk meningkatkan efisiensi dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan mencakup tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan fitur aplikasi, serta uji implementasi berbasis pendekatan rekayasa perangkat lunak. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi ini berhasil menyediakan fitur pemilahan sampah, panduan edukatif, serta konektivitas dengan lembaga daur ulang yang memudahkan pengguna dalam proses pengelolaan limbah. Fitur pemantauan dan pelaporan memungkinkan pengguna melihat kontribusinya terhadap lingkungan, sementara sistem insentif berbasis poin mendorong peningkatan partisipasi aktif. Aplikasi ini juga berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi teknologi seperti IoT dan Augmented Reality untuk meningkatkan akurasi dan pengalaman pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi digital melalui aplikasi Smart Recycle memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN DESAIN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERBASIS LITERASI NUMERASI PADA MATERI PECAHAN DI KELAS VII SMP Asmaul Husnah; Usman Mulbar
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/n8s85x52

Abstract

Students’ low numeracy literacy skills in fractions are caused by teaching methods that remain focused on procedures and rote memorization without linking mathematical concepts to real-life contexts; therefore, innovative teaching materials are needed to support meaningful understanding. This study aims to analyze the needs and design numeracy-based mathematics teaching materials on fractions for seventh-grade junior high school students. This study uses a conceptual design approach with the Research and Development (R&D) method, limited to the needs analysis and product design stages. Data were obtained through a review of relevant literature on numeracy literacy, instructional materials, and fraction learning, and were analyzed using qualitative descriptive techniques. The results indicate that the instructional materials were designed as modules with a systematic structure, including concept maps, context-based content presentation, learning activities, student worksheets, numeracy literacy-based practice problems, reflections, and evaluations. The integration of real-life contexts into the modules enables students to understand fraction concepts in a more practical and meaningful way. Thus, these numeracy-based teaching materials have the potential to serve as an alternative in supporting more contextual and active mathematics learning, while promoting improvements in students’ numeracy skills.
Empowerment of Chili Business Groups through Processing Centers and Digital Marketing in Banggae Village, Takalar Regency: Pemberdayaan Kelompok Usaha Cabai melalui Pusat Pengolahan dan Digital Marketing di Desa Banggae Kabupaten Takalar Ahyani Mirah Liani; Asmaul Husnah; Mar Athul Wazithah T; Norma Nasir; Khadijah Khadijah; Abd Hakim
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4713

Abstract

Banggae Village, located in Takalar Regency, has considerable natural resource potential, particularly in chili commodities. Chili is one of the agricultural products widely cultivated by the local community and has the potential to be developed into various value-added processed products. However, the utilization of this commodity has not been optimal, as most farmers still sell their harvest in fresh form without further processing. This condition results in relatively low product value and limits the development of community-based businesses related to chili commodities. This community service program aims to enhance the capacity of the community in developing chili-based businesses through the establishment of business groups, the development of a chili processing center, and digital marketing training. The implementation of the program was carried out through several stages, including program socialization, formation of business groups, establishment of a chili processing center as a shared production facility, product packaging training, and digital marketing training using social media and online marketplaces. The results of the program indicate an improvement in the community’s capacity to develop chili-based enterprises. The program successfully established four chili business groups across four hamlets in Banggae Village, namely Jarannika, Banggae, Bolo, and Garassi, with a total of 20 active members. In addition, one chili processing center was established and utilized as a facility for the production and packaging of processed chili products. The training activities were attended by 23 participants, with an average level of understanding reaching approximately 85% based on the evaluation results. Following the program, more than 80% of the participants were able to utilize digital platforms such as TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, and WhatsApp as media for product promotion and marketing. This program contributes to improving community entrepreneurial skills and encourages the use of digital technology to expand the market reach of chili-based products derived from local village resources. Abstrak Desa Banggae yang terletak di Kabupaten Takalar memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, khususnya pada komoditas cabai. Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan komoditas tersebut masih belum optimal karena sebagian besar petani menjual hasil panen dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah produk menjadi relatif rendah serta peluang pengembangan usaha masyarakat berbasis komoditas cabai belum berkembang secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis cabai melalui pembentukan kelompok usaha, pendirian pusat pengolahan cabai, serta pelatihan digital marketing. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi program, pembentukan kelompok pelaku usaha, pendirian pusat pengolahan cabai sebagai fasilitas produksi bersama, pelatihan pengemasan produk, serta pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan usaha cabai. Program ini berhasil membentuk 4 kelompok usaha cabai yang tersebar di empat dusun di Desa Banggae, yaitu Dusun Jarannika, Banggae, Bolo, dan Garassi, dengan jumlah 20 anggota aktif. Selain itu, telah dibentuk 1 pusat pengolahan cabai yang dimanfaatkan sebagai tempat produksi dan pengemasan produk olahan cabai. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 23 peserta, dengan tingkat pemahaman materi mencapai sekitar 85% berdasarkan hasil evaluasi kegiatan. Setelah kegiatan berlangsung, lebih dari 80% peserta mampu memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Instagram, Facebook, Shopee, dan WhatsApp sebagai media promosi dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan keterampilan kewirausahaan masyarakat serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pemasaran produk olahan cabai berbasis potensi lokal desa.