Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Berpikir Parsial dan Berpikir Utuh pada Kesalahan Pemahaman Siswa Ahyani Mirah Liani; Toto Nusantara
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 8, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v8i2.19653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses berpikir siswa pada kesalahan pemahaman konsep materi pecahan. Pendekatan penelitian ini tergolong dalam deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII di SMP Mualimin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesalahan pemahaman, siswa menanggap bahwa pecahan yang ditunjukkan pada gambar soal adalah  dengan alasan terdapat 4 bagian dari 4 bagian tersebut terdapat 3 bagian yang diarsir sehingga menyatakan . Alasan yang diberikan kurang tepat karena pada soal ini konsep yang dibahas adalah part whole congruent part (bagian suatu daerah yang bagian-bagiannya sama besar). Proses berpikir ini menganggap bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu, ini berdasarkan hukum Gestalt yaitu hukum kedekatan (proximity). Subjek mengganggap bahwa ada kedekatan bagunan yang diarsir sama bentuknya, yang ditunjukkan pada gambar adalah 3/4.
Penentuan Prioritas Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Metode Weighted Overlay Ramli Umar; Muhammad Rais Abidin; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Ahyani Mirah Liani; Jeddah Yanti; Imam Muhajir Utama
Jurnal Geosains dan Remote Sensing Vol 3 No 2 (2022): JGRS Edisi November
Publisher : Department of Geophysical Engineering, Faculty of Engineering, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.183 KB) | DOI: 10.23960/jgrs.2022.v3i2.97

Abstract

Seiring laju perkembangan kawasan terbangun di perkotaan berakibat pada peningkatan perubahan lahan. Salah satu dampak perubahan lahan menjadi area terbangun adalah berkurangnya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berimplikasi terhadap meningkatnya suhu dan penurunan indeks kenyamanan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan areal yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Parameter dalam menentukan prioritas RTH menggunakan variabel indeks kenyamanan, indeks vegetasi dan tingkat kepadatan penduduk kemudian dilakukan analisis weighted overlay untuk mendapatkan kawasan prioritas ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Makassar didapatkan 2 kelas prioritas RTH yang memiliki skor tertinggi dimana pada kawasan prioritas pertama didapatkan kawasan tidak terbangun dengan tipe penggunaan lahan tanah kosong yang memiliki potensi untuk dilakukan penanaman RTH baru dengan luas 0.52 ha, sedangkan pada kawasan prioritas kedua didapatkan kawasan belum terbangun yang dapat diperuntukkan sebagai kawasan pengembangan RTH dengan luas 9,67 ha. Oleh karena itu, kawasan yang telah ditetapkan sebagai prioritas RTH perlu diwujudkan dengan mempertimbangkan status kepemilikan lahan
ANALISIS PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) TERHADAP SUHU PERMUKAAN Ramli Umar; Muhammad Rais Abidin; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Ahyani Mirah Liani
Teknosains Vol 16 No 3 (2022): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i3.31693

Abstract

Keberadaan kampus sebagai tempat melakukan proses belajar mengajar haruslah memiliki kondisi yang nyaman agar kegiatan pembelajaran bisa berjalan efektif dan efisien. Salah satu hal yang bisa menjadi kunci kampus yang nyaman adalah memiliki kondisi lingkungan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh keberadaan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap suhu permukaan di areal kampus. Lokasi penelitian berada di Kampus II UNM Parangtambung. Metode penelitian menggunakan metode IDW (Inverse Distance Weighted) dalam memvisualisasikan data sebaran suhu permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampus II UNM Parangtambung memiliki kawasan RTH sebesar 44,15 % sedangkan non RTH sebesar 55,85 % dengan suhu permukaan rata-rata minimal 23,70C dan suhu maksimal 31,50C. Temuan lain menunjukkan bahwa suhu permukaan di areal kampus yang cenderung lebih panas di wilayah yang tidak memiliki vegetasi dan lebih sejuk di areal bervegetasi.
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar; Amal Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122509602023

Abstract

Fungsi kawasan perkotaan salah satunya adalah sebagai pusat pendidikan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan jumlah kampus terbanyak di Indonesia. Aktifitas pendidikan secara langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi yang berasal dari mobilitas mahasiswa, dosen dan pegawai. Emisi yang dihasilkan menjadi salah satu penyebab pemanasan global sehingga untuk mengurangi laju emisi yang dihasilkan maka diperlukan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan tanaman dalam menyerap emisi Karbon Dioksida di areal kampus. Analisis data yang digunakan adalah melakukan perbandingan jumlah beban emisi Karbon Dioksida yang dihasilkan dengan kemampuan daya serap ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting Universitas Negeri Makassar kampus Parangtambung dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan dari semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua (motor) maupun kendaraan roda empat (mobil) di semua zona akses masuk dapat di serap secara keseluruhan oleh vegetasi dimana total emisi CO2 yang dihasilkan adalah 47.822.4 g/jam sedangkan jumlah emisi CO2 yang dapat diserap oleh tanaman adalah 652.855.1 g/jam yang berarti masih terdapat 605.032.7 g/jam emisi CO2 yang mampu diserap sehingga kajian selanjutnya adalah prediksi jumlah emisi yang dihasilkan di tahun mendatang agar rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan agar daya serap tanaman tetap mencukupi. 
Identifikasi Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Kampus dalam Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Muhammad Rais Abidin; Ramli Umar; Ahyani Mirah Liani; Rahmi Nur; Andi Arham Atjo; Muhammad Fikruddin Buraerah; Ahmad Ashar; Amal Amal; Jeddah Yanti
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 12, No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat122509602023

Abstract

Fungsi kawasan perkotaan salah satunya adalah sebagai pusat pendidikan. Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan jumlah kampus terbanyak di Indonesia. Aktifitas pendidikan secara langsung turut berkontribusi terhadap peningkatan emisi yang berasal dari mobilitas mahasiswa, dosen dan pegawai. Emisi yang dihasilkan menjadi salah satu penyebab pemanasan global sehingga untuk mengurangi laju emisi yang dihasilkan maka diperlukan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan tanaman dalam menyerap emisi Karbon Dioksida di areal kampus. Analisis data yang digunakan adalah melakukan perbandingan jumlah beban emisi Karbon Dioksida yang dihasilkan dengan kemampuan daya serap ruang terbuka hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting Universitas Negeri Makassar kampus Parangtambung dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan dari semua jenis kendaraan baik kendaraan roda dua (motor) maupun kendaraan roda empat (mobil) di semua zona akses masuk dapat di serap secara keseluruhan oleh vegetasi dimana total emisi CO2 yang dihasilkan adalah 47.822.4 g/jam sedangkan jumlah emisi CO2 yang dapat diserap oleh tanaman adalah 652.855.1 g/jam yang berarti masih terdapat 605.032.7 g/jam emisi CO2 yang mampu diserap sehingga kajian selanjutnya adalah prediksi jumlah emisi yang dihasilkan di tahun mendatang agar rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan agar daya serap tanaman tetap mencukupi. 
The Development of Animation-Based Learning Media on Students' Mathematical Literacy Ability Aedil Akbar; Lisnasari Andi Mattoliang; Baharuddin; Suharti; Ahyani Mirah Liani
Proceeding of International Conference on Multidisciplinary Research Vol. 6 No. 1 (2024): ICMR
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/picmr.v6i1.749

Abstract

This research aims to develop animation-based learning media on students' mathematical literacy abilities at MAN Bantaeng and evaluate its validity, practicality, and effectiveness. This research uses the ADDIE model consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Research instruments include validation sheets, student and teacher response questionnaires, student activity observation sheets, teacher ability observation sheets in managing learning, and mathematical literacy tests. The test subjects were 21 students. The validity of this media is in the very valid category. Practicality was assessed as very positive, with teacher responses reaching 86.11% and the teacher's ability to manage learning reaching 4.51 in the very high category. The results of the effectiveness analysis are included in the very positive category, with student responses reaching 86%, student activity during learning reaching 60% in the good category, and the level of completion of the mathematics literacy test reaching 66.67%. Thus, animation-based learning media can be used in learning because it meets the validity, practicality, and effectiveness criteria.
Analsis Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Google Earth Engine Umar, Ramli; Abidin, Muhammad Rais; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Qaiyimah, Dinil; Liani, Ahyani Mirah; Utama, Imam Muhajir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkembangan kawasan perkotaan yang diakibatkan oleh laju urbanisasi telah merubah arah perkembangan dan pembangunan Kota. Perubahan penggunaan lahan khususnya di kawasan perkotaan telah menjadi isu serius dimana konversi lahan seperti areal badan air dan kawasan vegetasi menjadi kawasan terbangun telah menyebabkan meningkatnya temperatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di Kota Makassar. Metode penelitian untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan adalah metode Maximum Likelihood Classification (MLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perubahan lahan yang paling signifikan mengalami perubahan adalah kawasan terbangun dimana terjadi peningkatan luasan areal terbangun dari tahun 2013 memiliki luas 1.1961.5 hektar meningkat menjadi 12.631.6 hektar pada tahun 2018 kemudian pada tahun 2023 mencapai 12.746.8 hektar. Selanjutnya hasil perbandingan ini mengindikasikan bahwa kawasan yang konsisten mengalami perubahan dengan peningkatan luasan areal adalah kawasan terbangun dan hutan tanaman, sedangkan wilayah yang mengalami penurunan luasan adalah areal terbuka hijau.  Kata Kunci: Maximum Likelihood Classification, Penggunaan Lahan, Kawasan Perkotaan
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING SETTING KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DI SMPN 1 MAKASSAR Liani, Ahyani Mirah; Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 18, No 2 (2022): Pepatudzu, Volume 18, Nomor 2, Nopember 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v18i2.3716

Abstract

The quality of mathematics education in Indonesia is still low when compared to the quality of mathematics education in several countries, so it is necessary to improve the quality by developing effective learning models for teachers and students. This study aims to see the level of effectiveness of the think pair share cooperative learning model in improving student learning outcomes. This research method uses an experimental research approach which was carried out at Junior Hihg School 1 Makassar by conducting post and pre tests to identify student learning outcomes and activities. The results showed that there were differences in the results after the posttest and pretest where there was an increase in the average score with the standard deviation increasing from 3.4 to 6.6 while the students' activities got a score of 3.7 with a very good category. Therefore, it can be concluded that the application of the think-pair-type cooperative learning model.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Sesuai Kurikulum Merdeka Materi Pecahan Berbasis Pendekatan Matematika Realistik untuk Kelas V Sekolah Dasar Barumbun, Mardyanto; Kusnadi, Dedi; Dwiyanti, Anik; Liani, Ahyani Mirah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): Menjembatani Matematika dan Pendidikan Matematika menuju Pemanfaatan Berkelanju
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i2.3804

Abstract

This study aimed to develop a teaching module on fractions for 5th-grade elementary school students, designed using a realistic approach and tailored for implementation within the framework of the Merdeka Curriculum. The development research employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which was evaluated through expert validation of media and content, as well as student interest response and teacher practicality response regarding the module. The validation results from both media and content experts indicated that the developed module was highly suitable, with percentage scores of 94% and 95%, respectively. Additionally, student responses to the learning experiences facilitated by teachers using the developed module were highly positive, ranging from interested to highly interested. Moreover, teacher responses regarding the practicality, effectiveness, efficiency, and creativity of the developed module obtained a percentage score of 98%, signifying excellent quality. These research findings demonstrate that the developed teaching module is both suitable and practical for use by teachers in teaching fractions to 5th-grade elementary school students, with the learning experiences facilitated by this module receiving positive responses from students.
Identifikasi perubahan kawasan terbangun perkotaan menggunakan citra Landsat series Abidin, Muhammad Rais; Umar, Ramli; Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Yanti, Jeddah; Liani, Ahyani Mirah
Teknosains Vol 17 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i3.40819

Abstract

Kota Makassar adalah salah satu kota metropolitan yang saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat sebagai dampak dari adanya urbanisasi. Perkembangan kota perlu dilakukan penataan agar tidak terjadi pembangunan yang tidak sesuai dengan peruntukanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan kawasan terbangun di Kota Makassar dalam 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kawasan terbangun adalah model algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI) atau Indeks lahan terbangun dengan memanfatkan citra satelit Landsat series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perubahan kawasan terbangun Kota Makassar dimana pada tahun 2013 luas kawasan terbangun adalah 11.961.5 ha atau 69% meningkat menjadi 12.631.5 ha atau 73% pada tahun 2018 kemudian pada tahun 2023 menjadi 12.746.8 ha atau 74%. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Kota Makassar mengalami peningkatan kawasan terbangun sebesar 5% atau 785.3 ha.